Bawaslu Siap Investigasi ASN Angkat Dua Jari

Bawaslu Siap Investigasi ASN Angkat Dua Jari
VIRAL: Foto ASN yang beredar di Facebook dan aplikasi Whatshap yang diduga melanggar aturan. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

SELONG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Timur akan melakukan investigasi terkait adanya foto ASN yang mengacungkan dua jari dan satu jari untuk mengetahui apa motif dari para ASN yang bekerja di Puskesmas Kerongkong yang banyak beredar di media facebook dan menjadi ramai.

Koordinator Devisi Hukum Pelanggaran dan Penindakan (HPP) Bawaslu Lotim mengatakan, terkait beredarnya foto ASN ini akan didalami. Meskipun, secara aturan, foto yang beredar ini tidak ada unsur kampanye yang menguntungkan salah satu calon presiden baik untuk nomor 01 maupun calon presiden nomor 02. “Kalau dalam foto itu, ada misalnya gambar caleg atau gambar calon presiden baru bisa ada unsur kampanye,’’ katanya.

BACA JUGA: 106 WNA Miliki KTP-el, Baru 6 Terdeteksi Masuk DPT

Ia juga mengatakan, jika dalam foto itu disertai keterangan atau ada unsur kampanyenya, tentunya pihak bawaslu akan bergerak cepat. Namun dalam kasus ini, pihak bawaslu tidak bisa mengatakan kalau itu tidak ada unsur kampanye,sehingga harus dilakukan investigasi dulu. Hanya saja, melihat indikasinya, dugaan melakukan kampanye sangat jauh. “Bukti yang kita miliki sangat lemah, kalau ada keterangan pada saat diposting itu, baru kita dugaannya kuat, karena banyak kok yang mengacungkan dua jari, tapi hanya foto biasa saja,” katanya.

Untuk itu sambungnya, mengingat saat ini sedang berlangsung pesta demokrasi, ia berharap kepada semua ASN agar menjaga netralitasnya. Agar pelaksanaan pilpres dan pileg ini benar-benar berjalan dengan damai. “Saya berharap kepada semua pejabat publik agar benar-benar menjaga netrlitas dan ucapan yang bisa menguntungkan salah satu paslon,” imbuhnya.

BACA JUGA: IGI: Janji Gaji Pengangguran Lukai Hati Guru Honorer

Sementara itu, Kepala Puskesmas  H Lalu Taswir tidak membantah kalau ASN yang mengacungkan jari itu merupakan stafnya di Puskesmas Kerongkong yang berstatus sebagai ASN. Namun, meski sebagai pimpinan, dirinya tidak mengetahui persis permasalahan ini dan apa motif dari ASN berfoto dengan mengangkat jari. “Saya tidak tau seperti apa prosesnya, dan apa motifnya ini, saya tidak tau. Yang jelas foto-foto itu memang terjadi di Puskesmas Kerongkong, tetapi saya tidak tau motifnya seperti apa, apakah berkampanye atau seperti apa saya tidak tau,” paparnya.

Untuk memastikan apakah para stafnya melakukan kampanye atau seperti apa, pihkanya akan mengklarifikasi dan akan mengingatkan agar tidak mengulanginya. Karena dalam undang-undang ASN dilarang terlibat politik praktis. ‘’Nanti kita ingatkan dan klarifikasi seperti apa sebenarnya yang terjadi,” tandasnya. (wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut