16 Warga Masih Isolasi Mandiri

Dr H Usman Hadi (ALI/RADAR LOMBOK)
Dr H Usman Hadi (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Penyebaran Virus Covid-19 memang tidak bisa ditebak. Setelah adem ayem dan tidak terjadi penambahan kasus Covid-19. Kota Mataram sempat kaget dengan warga yang terpapar Covid-19 dengan jumlah cukup banyak.

Tak tanggung-tanggung, 10 orang warga Mataram terpapar Covid-19 atau Corona. Dengan penambahan yang cukup banyak itu. Warga yang masih dirawat maupun isolasi mandiri juga bertambah menjadi 16 orang. “Sampai sekarang masih ada 16 orang yang dirawat dan diisolasi mandiri,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, dr h Usman Hadi di Mataram, kemarin (24/11).

Usman mengakui, penambahan 10 orang warga yang terpapar Covid-19 cukup mengagetkan. Karena sebelumnya cukup lama Kota Mataram tidak mengalami penambahan. Kalaupun bertambah, jumlahnya terbilang minim dengan penambahan satu orang warga yang positif. “Jadi langsung sempat dia bertambah 10 orang yang positif kemarin itu,” katanya.

Dari pendataan yang sudah dilakukan. Dari 16 total warga Mataram yang masih dirawat. Diantaranya ada dirawat di rumah sakit maupun memilih isolasi mandiri. Mereka yang masih dirawat dengan usia di bawah 60 tahun. “Semuanya masih di bawah 60 tahun yang masih dirawat,” ungkapnya.
Kemudian dijelaskan juga, pasien yang masih dirawat tidak memiliki penyakit bawaan (komorbid). Melainkan warga yang termasuk Orang Tanpa Gejala (OTG). Namun setelah melaksakan swab test di rumah sakit. Hasilnya dinyatakan positif terkapar Covid-19. “Ini yang kena OTG semuanya. Setelah swab dia positif,” terangnya.

Kendati demikian, dari hasil tracing. Belum diketahui asal muasal penularan warga yang positif ini. Sebagai pegawai yang bekerja diperusahaan. Bisa jadi kata dia, penularannya terjadi di tempat kerja dan lainnya. “Ini kan banyak tenaga-tenaga non formal. Kalau kontak eratnya dengan siapa kita belum tahu,” jelasnya.

Dengan penambahan yang cukup banyak. Usman mengatakan, Kota Mataram secara keseluruhan masih berstatus zona kuning penyebaran Covid-19. Walaupun saat ini cukup banyak kelurahan yang berstatus zona hijau. “Kita masih zona kuning. Kita tunggu nanti ini hasil swab tes yang isolasi mandiri ini,” katanya.

Dia berharap, penyebaran Covid-19 di Kota Mataram terus bisa ditekan. Lalu juga Kota Mataram bisa membaik setiap harinya. Walaupun saat ini penularan Covid-19 melandai. Tapi kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. “Intinya jangan lupa patuh protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan dan mejaga jarak. Itu saja kuncinya,” jelasnya.

Direktur RSUD Kota Mataram, dr HL Herman Mahaputra gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Mataram sudah bekerja maksimal untuk melakukan pencegahan. Sementara rumah sakit tugasnya untuk merawat pasien. “Gugus tugas provinsi dan Kota Mataram tentu harus kita apresiasi. Karena ada razia masker dan sejumlah kegiatan lainnya bisa landai jadinya Covid-19 di Kota Mataram,” katanya. (gal)