XL Axiata Peduli akan Gelar Pelatihan Digitalisasi 8.300 UMKM NTB

XL AXIATA: Manajemen PT XL Axiata menggelar sharing dengan sejumlah awak media di Kota Mataram, Kamis (13/6/2024) malam. (nasri/radarlombok)

MATARAM—PT XL Axiata Tbk berkomitmen untuk terus membangun negeri. Pembangunan dilakukan melalui digitalisasi pemberdayaan UMKM. Ini dilakukan secara menyeluruh di seluruh penjuru di Tanah Air.

Di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), XL Axiata dengan strategi operator convergence. Artinya, tidak hanya telepon seluler bergerak, tapi juga berinvestasi untuk broadband internet atau internet ke rumah-rumah. Disamping itu juga terdapat fokus yang dilirik yakni segmen UMKM.

“Jadi kita melihat bahwa UMKM di Indonesia itu lebih dari 60 juta UMKM dan memiliki lebih dari 70 persen tenaga kerja. Sehingga kita melihat pangsa pasar atau peluangnya sangat luar biasa besar. Nah kami mencoba sejak tahun 2023 kemarin, bagaimana untuk memberikan layanan buat UMKM,” kata, Direktur & Chief Enterprise Business & Corporate Affairs Officer, Yessie D. Yosetya, Kamis (13/6/2024) malam di Mataram.

Ia menegaskan, ada beberapa hal yang coba dilakukan XL Axiata untuk melayani UMKM yakni dari sisi konektivitas sehingga pelayanan yang lebih baik bisa diberikan. Sejauh ini terdapat lebih dari 12 ribu UMKM yang telah menggunakan layanan XL yang dimulai dari kuartal kedua tahun kemarin. “Jadi dalam waktu satu tahun itu pertumbuhannya luar biasa cepat,” ujarnya.

Baca Juga :  Kualitas Jaringan Dorong Pertumbuhan Pendapatan

Di NTB lanjutnya, jumlah UMKM berkisar 13 ribuan. Namun pihaknya bertekad bakal menyasar untuk menggelar pelatihan sebagai bentuk dukungan digitalisasi UMKM, setidaknya 8.300 UMKM di tahun 2024.

Yessie mengungkapkan, negara akan lebih sehat seiring dengan berkembangnya Usaha Mikro Kecil dan Mengah. Terlebih UMKM ini menciptakan ataupun memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Kami tidak hanya fokus pada konektiviti tapi kita juga coba badling dengan aplikasi atau kita badling dengan sesuatu yang relevan buat UMKM. Contohnya di kasir UMKM, kalau sekarang masih manual tapi dengan aplikasi kasir bisa lebih baik dan lebih tertata. Akunting maupun perpajakan jika sebelumnya belum mengerti dengan software sederhana mereka bisa menghitung dan mencatat karena kita punya aplikasi yang sederhana,” jelasnya.

Baca Juga :  Lolos ULO, XL Axiata Siap Gelar Jaringan 5G di Indonesia

UMKM dalam hal ini bisa bertransformasi ataupun naik kelas karena bermain digital. Secara sederhana UMKM bisa ikut E-commerce sehingga dibutuhkan pelatihan yang baik cara foto yang baik dan menjadi seller agar bisa masuk di platform E-commerce.

“Kami juga punya program yang disebut Sisternet yang merupakan program CSR XL yang sangat fokus untuk memajukan perempuan. Dan didalamnya ada perempuan UMKM. Di Sisternet itu kita juga punya banyak UMKM binaan yang disponsori oleh perempuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Regional Group Head XL Axiata area Timur, Dodik Ariyanto menambahkan, UMKM ini harus dibantu secara bersama tidak hanya XL. Tapi khusus untuk XL, secara nyata memiliki Sisternet yang punya banyak platform dan pelatihan. “XL di Lombok NTB ini tidak hanya besar untuk selulernya tapi kita juga punya banyak untuk mensupport UMKM,” tutupnya. (rie)

Komentar Anda