Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Kinerja Lalu Gita

PELANTIKAN PJ GUBERNUR NTB: Mendagri Tito Karnavian saat melantik Mayjen (Purn) Hassanudin sebagai Penjabat (Pj) Gubernur NTB di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri di Jakarta, Senin (24/6).

MATARAM — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian mengapresiasi kinerja Lalu Gita Ariadi selama sepuluh bulan menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Meski waktunya singkat, namun Lalu Gita dinilai telah berhasil membawa NTB meraih banyak prestasi.

“(Terima kasih) Pak Lalu Gita atas kerja keras bapak. Kami menilai apa yang bapak lakukan hamper dua tahun di NTB cukup berhasil,” kata Tito Karnavian disela-sela pelantikan Pj Gubernur NTB, Mayjen (Purn) Hassanudin di Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri di Jakarta, Senin (24/6).

Disampaikan Mendagri, belum lama ini NTB berhasil meraih penghargaan sebagai Provinsi Berkinerja Terbaik dalam ajang TPID Award 2024. Bahkan penghargaan tersebut, diserahkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo kepada Lalu Gita Ariadi, yang saat itu masih menjabat sebagai Pj Gubernur NTB, dalam Rakornas Pengendalian Inflasi tahun 2024 di Istana Negara.

Penghargaan yang sama juga diterima Provinsi Jawa Tengah untuk kawasan Jawa-Bali, Provinsi Sulawesi Tenggara untuk kawasan Sulawesi, Provinsi Kepulauan Riau untuk kawasan Sumatera, sementara Provinsi NTB mendapatkan penghargaan ini untuk kawasan Nusa Tenggara dan Papua.

“Terakhir, 14 Juni lalu, ada Tim TPID yang Ketuanya Bapak Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian RI) yang membuat tim penilaian. Dan NTB yang salah satu Tim TPID-nya dibawah bapak (Lalu Gita) menjadi yang terbaik. Jadi bapak turun dalam keadaan berprestasi, yang bahkan langsung di Istana Negara mendapatkan penghargaan dari Presiden,” jelas Tito.

Tidak hanya kepada Lalu Gita, Mendagri Tito Karnavian juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lale Prayatni Gita Ariadi, yang telah menjalankan tugas sebagai Pj Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) NTB dengan baik.

Mendagri Tito menjelaskan, penggantian Pj Gubernur NTB ini didorong oleh Lalu Gita Ariadi yang sudah menyampaikan keinginannya untuk ikut dalam Pilkada NTB. Dalam hal ini, Pemerintah Pusat tentu tidak pernah menghalangi hak politik siapapun, selagi tidak dicabut hak politiknya oleh pengadilan untuk dipilih dan memilih, termasuk untuk menjabat sebagai kepala daerah.

Baca Juga :  Polda NTB Bongkar Sindikat Perdagangan Orang ke Timur Tengah

“Pak Lalu Gita langsung bertemu dengan saya, dan menyampaikan keinginannya serta menyampaikan kalau bisa diberikan waktu yang lebih luas dan cukup untuk membangun jejaring dalam rangka untuk pemenangan ketika bertanding (Pilkada). Jadi itu saya terjemahkan keinginan untuk mengundurkan diri, dan otomatis saya menyiapkan pengganti,” kata Mendagri Tito.

Hanya saja, pemerintah ingin menciptakan Pilkada yang fair atau adil. Karena itu, Pj Kepala Daerah yang berkenginan untuk maju Pilkada diminta mundur 40 hari sebelum masa pendaftaran calon, pada 27 Agustus 2024.

Tidak lain semua itu tujuannya agar Pilkada berlangsung dengan adil, sekaligus memberikan ruang kepada pejabat yang ikut dalam Pilkada memiliki ruang manuver yang lebih luas dalam membangun hubungan politik. Mengingat posisi Lalu Gita sebagai Pj, atau penugasan pemerintah, akan membuat ruang geraknya menjadi terbatas.

“Deadline-nya tanggal 17 Juli, saya menawarkan kepada pejabat yang ingin ikut Pilkada silakan mengundurkan diri, atau opsinya adalah dengan hormat kami berhentikan karena akan running Pilkada, tetapi tidak memberitahu. Tujuannya supaya Pilkada lebih fair, dan pihak yang bertanding tidak merasa semacam keberpihakan karena menggunakan fasilitas sebagai penjabat,” tutur Tito.

Menurut Tito, penunjukkan Mayjen (Purn) Hassanudin, menggantikan Lalu Gita telah melalui seleksi yang ketat. Pemerintah tidak mengambil pejabat daerah, karena pilihannya hanya Sekda, sedangkan Kepala Daerah NTB adalah Pejabat Sekda. Maka ditunjuklah pejabat pusat sebagai Pj Gubernur NTB yang baru.

“Ada dua opsi lagi apakah dari kementerian/lembaga yang belum pernah menjadi Pj, atau yang sedang ikut menjadi Pj. Kami lapor ke Presiden, dan diskusi sidang dan pra sidang TPA yang mengikutsertakan KPK, PPATK, Bareskrim untuk track record dan lainnya, maka dipilih Hassanudin, Pj Gubernur Sumatra Utara untuk Pj Gubernur NTB,” terang Tito.

Pertimbangan pemerintah menunjuk Hassanudin sebagai Pj Gubernur NTB, pertama Hassanudin merupakan Staf Ahli Pejabat Pusat di Kemenko Polhukam. Dimana Pejabat Pusat sering memberikan arahan atau suvervisi ke daerah. Sedangkan jika memilih pejabat yang belum berpengalaman sebagai pejabat kepala daerah, dikhawatirkan menjadi misinformasi atau mis briefing.

Baca Juga :  Polda NTB Turunkan 3.409 Personel Pengamanan MotoGP

Sementara di NTB akan ada beberapa event besar, seperti MotoGP yang akan digelar pada 27-28 September 2024, serta pembangunan proyek smelter di Kabupaten Sumbawa Barat, sehingga memerlukan pejabat yang berpengalaman sebagai kepala daerah.

Selain itu, nantinya Pj Gubernur NTB juga akan memberikan kontribusi untuk suksesnya Pilkada yang aman dan lancar, serta turut mensukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 Aceh-Sumut. Karena itu, pemerintah tidak ingin mengambil resiko dengan menunjuk pejabat daerah.

Penggantian Pj Gubernur NTB juga sekaligus memberikan pengalaman baru bagi Hassanudin, usai menjabat selama sembilan bulan di Provinsi Sumut. “Sebagai mantan TNI, pindah tugas dimanapun bagi Hassanudin tentu biasa-biasa saja. Apalagi pernah menjabat sebagai Pangdam. Semakin banyak pindah, tentu semakin matang,” ujar Tito.

Terpisah, Kepala Bakesbangpoldagri NTB Ruslan Abdul Gani menambahkan, selama 10 bulan Lalu Gita menjadi Pj Gubernur NTB, cukup memupuk semangat kerja, karya dan prestasi untuk NTB. Semangat kerja dan berprestasi itu selanjutnya akan dilanjutkan oleh Pj Gubernur NTB, Mayjen (Purn) Hassanudin, yang sebelumnya dipercaya menjadi Pj Gubernur Sumatera Utara. “Dua tokoh besar yang sudah dan akan berkontribusi besar untuk NTB,” bebernya.

Dari kedua pejabat ini, dia memiliki harapan dan keyakinan birokrasi NTB akan terus berjalan meningkat, dan produktif, serta profesional dalam melanjutkan dan mensukseskan semangat perjuangan pembangunan NTB yang maju dan hebat.

Dengan semangat persatuan masyarakat NTB, pihaknya mengajak untuk saling mendukung seluruh elemen dan bersinergi dalam mengoptimalkan keunggulan dan potensi terbaik NTB. “Pelita (cahaya) penuh harapan. Bintang kejora menerangi bukit Malimbu sampai daratan. Dari Gubernur Gita ke Gubernur Hasan. Bumi Gora terus maju penuh harapan,” ujar Ruslan menutup dengan pantun. (rat)

Komentar Anda