Suparman Dibegal Tiga Pria Bercadar

BEGAL
OLAH TKP: Aparat kepolisian saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian, Kamis malam (23/5). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Apes dialami Suparman asal Dusun Sengkulit Desa Puyung Kecamatan Jonggat. Pria 45 tahun ini terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya setelah menjadi korban pembegalan di jalan menuju kampungnya sekitar pukul 21.00 Wita, Kamis malam (23/5).

Informasi yang diterima koran ini, kejadian tersebut bermula setelah korban pulang tarawih. Korban berencana akan menghadiri undangan akad nikah di Dusun Mosok Desa Puyung Kecamatan Jonggat dengan menggunakan kendaraan Honda Vario warna merah. Sesampainya di jalan sepi (dari kampung Sengkulit menuju jalan Puyung-Praya), tiba-tiba mata korban disorot menggunakan lampu senter. Tak lama kemudian, seseorang muncul dari area persawahan dan menghadang korban.

BACA JUGA: Waspada Kejahatan Jelang Lebaran

Tak berselang lama, dua orang kawanan begal itu kembali muncul. Kedua orang itu tanpa basa-basi melukai korban dengan parang. Akibat sabetan parang itu, korban mengalami luka di telapak tangan kiri korban. Karena saat itu korban berusaha menangkis parang yang diayunkan pelaku. Melihat korban tersungkur akhirnya para pelaku kabur membawa kendaraan korban. Atas kejadian tersebut korban menderita luka di telapak tangan kiri dan kerugian materil sekitar Rp 15.500.000.

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut, anggotanya langsung ke lokasi memintai keterangan saksi setelah mendapatkan informasi. “Dalam motor korban yang diambil juga terdapat STNK kendaraan itu bersama identitas korban, kartu BPJS serta sejumlah uang sebesar Rp 500 ribu,” ungkap Rafles, Jumat (24/5).

BACA JUGA: Seorang Karyawan Diduga Disekap Pemilik Kafe

Dari keterangan korban dan para saksi yang ada di seputaran lokasi, aparat berhasil mengidentifikasi ciri-ciri tiga orang pelaku. di antaranya dua orang pelaku berbadan gempal dengan tinggi sekitar 170 cm dan keduanya menggunakan cadar. “Sementara satu orang pelaku berbadan gempal tinggi sekitar 160 cm dan menggunakan cadar juga,” tegasnya.

Aparat kepolisian masih mengejar pelaku dan berharap agar ketiga orang pelaku bisa terungkap secepatnya. Di satu sisi, untuk menghindari maraknya aksi pembegalan selama bulan Ramadan ini, pihaknya tetap intens untuk melakukan patroli di wilayah yang dianggap rawan. “Ciri-ciri pelaku sudah kita kantongi dan sudah kita lakukan pendalaman. Semoga saja secepatnya bisa tertangkap,” harapnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid