Satu Ekor Ikan Koi Tembus Rp 80 Juta

KISAH PARA PENGHOBI IKAN KOI DI KOTA MATARAM

IKAN KOI: Hobi memelihara atau budidaya ikan Koi, selain merasakan kepuasan batin, dari sisi ekonomi juga sangat menguntungkan karena harganya yang mahal. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

Ikan Koi, tentu sudah tidak asing lagi. Para pencintanya juga tergolong banyak di Kota Mataram, yang kini tergabung dalam wadah Koikotaku. Selain indah dipandang, ikan asal Jepang ini juga harganya sangat fantastis.


SUDIRMAN-MATARAM


PERCIKAN suara air kolam terdengar begitu merdu nan alami, saat Radar Lombok bertandang ke rumah Budi Sakapitu, di Puri Mutiara Residence Blok A14, Jalan Gajah Mada, Gang Wonogiri, Kelurahan Pagesangan. Ya, dia adalah kolektor ikan koi, yang dipelihara di kolam ikan berukuran 4×1 meter di belakang rumahnya yang terasa adem dan nyaman.

Kolam ikan dengan air yang jernih, tampak ikan koi wara-wiri saat dihampiri. Semakin dekat, ikan koi impor yang rata-rata asal Jepang tersebut mulai tebar pesona. Belasan ikan koi dengan corak yang beragam tampak memukau.

Budi Sakapitu sendiri adalah Ketua Koikotaku Mataram yang banyak memiliki ide cemerlang. Ditambah dengan beberapa teman-teman penghobi lainnya, memiliki keinginan untuk menjadikan Kota Mataram sebagai kota sentral ikan koi, seperti daerah lain. Bahkan berharap bisa menjadikan tempat wisata baru ditengah Kota Mataram.

“Selain kita jualan, kita juga bisa menjadikan Kota Mataram jadi kota ramah lingkungan. Apalagi Kota Mataram dengan jumlah saluran dan mata air yang sangat bagus, bisa menghasilkan ikan koi lokal yang tidak kalah jauh dengan daerah lain,” katanya Minggu kemarin (4/10).

Ide dan gagasannya ini sudah disampaikan kepada Wali Kota Mataram langsung, bersama kawan-kawan lain penghobi ikan koi. Nantinya, salah satu sentral percontohan akan dilaksanakan di Kelurahan Dasan Cermen, budidaya ikan koi bersama masyarakat, sehingga bisa menjadikan penghasilan warga sekitar. “Kita siap suplai bibit, dan masyarakat yang akan kelola,” katanya.

Baginya, bisnis ikan koi sangat menjanjikan. Seperti contoh ikan koi miliknya, satu ekor yang paling murah harganya mulai Rp 3 juta, dan termahal mencapai Rp 80 juta. “Saya juga punya ikan koi yang nilai jualnya setara dengan harga mobil,” ucapnya.

Namun demikian, dia ingin merubah pola pikir masyarakat bahwa ikan asal Jepang ini mahal, dengan mengajak masyarakat untuk mencintai, dan bisa mengembangkan. Mengingat kalau dari segi kualitas air, di Kota Mataram ini sangat mendukung. Seperti banyak teman-teman para penghobi yang melakukan budidaya rumahan, meski hanya dengan modal sumur bor dan kolam kecil, namun bisa menghasilkan banyak untung. Apalagi kalau dikembangkan dengan melakukan budidaya di saluran yang ada ditengah Kota Mataram, dengan aliran air yang sangat bagus. Sama seperti di Jawa Barat ada Sukabumi, dan di Jawa Timur ada Blitar.

Ikan koi memang sudah menjadi idaman para kolektor ikan di Indonesia. Jenis ikan hias air tawar ini memang mempunyai fisik yang hampir sempurna, indah dipandang mata. Awalnya ikan asal Jepang ini dikonsumsi. Tapi karena bentuk fisiknya yang sangat indah, dengan corak di setiap badannya, maka selanjutnya dijadikan peliharaan, sekaligus untuk memperindah estetika rumah.

Kolektor ikan koi lainnya, Hafiz menambahkan, selama lima tahun silam melakoni hobi ikan koi, dia mengaku mendapatkan untung yang tidak kecil. “Ikan koi bukan sekedar ditaruh di rumah saja sebagai hiasan. Namun pasarannya juga sudah jelas, dan bisa dijual kemana-mana. Termasuk lomba-lomba juga terus diadakan. Dan kini kita bantu pemerintah untuk bisa membuat sentral koi di Kota Mataram,” katanya. (*)