Setubuhi Pacar Dua Kali dengan Modus Kawin Lari

DIAMANKAN: SK (20) asal Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat diamankan di Polresta Mataram.

MATARAM-Satreskrim Polresta Mataram menangkap pemuda inisial SK (20) asal Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.
SK ditangkap Selasa malam (7/5) karena menyetubuhi pacarnya yang masih di bawah umur di salah satu hotel di Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama mengatakan, korban masih pelajar usia 14 tahun asal Kecamatan Selaparang.

Penanganan kasus turut dibantu UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Mataram dan UPTD PPA Provinsi NTB.

Korban diititip di UPTD PPA NTB. Sementara penanganan sekolah korban ditangani UPTD PPA Kota Mataram.

“Penitipan itu karena korban mau dinikahi oleh pelaku,” sebut Yogi.

Pada Kamis (2/5), pihak UPTD PPA mengantarkan korban pulang dengan alasan akan dipindahkan tempatnya sekolah.

Orang tua korban lalu menitipkan korban ke rumah neneknya yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya.

“Sampai di rumah neneknya, korban ini meminta izin mau pulang ke rumah ibunya,” ucapnya.

Ternyata korban tidak pulang ke rumah ibunya. Melainkan dijemput oleh pelaku. Hal itu diketahui pihak keluarga setelah nenek korban datang mencari korban ke rumah ibunya. Namun, ibu korban menjawab bahwa korban tidak pernah datang. “Ternyata mau kawin lari. Korban ini dijemput oleh pelaku,” ujarnya.

Beberapa hari dicari pihak keluarga tidak ketemu. Ternyata pelaku membawa korban menginap di salah satu homestay di Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Yang membayar ialah korban sendiri. Selama di homestay, korban juga sering ditinggalkan. “Selama di homestay itu, korban disetubuhi 2 kali,” katanya.
Korban yang selalu ditinggal merasa diabaikan. Kemudian Senin (6/5), korban menelepon neneknya dan meminta untuk dijemput dan dibawa pulang. “Atas kejadian tersebut pihak keluarga merasa keberatan dan melapor ke Polresta Mataram,” ungkapnya.

Atas perbuatannya SK dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1) dan (2) junto Pasal 76D UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (sid)

Komentar Anda