PHDI NTB Masih Pertimbangkan Gelar Pawai Ogoh-Ogoh

PAWAI OGOH-OGOH: Nampak pawai Ogoh-Ogoh di Mataram sebelum mewabahnya covid-19. (Faisal Haris/radarlombok.co.id)

MATARAM–Di Bali, sudah ada surat edaran bersama tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1943/ Tahun 2021 yang salah satu isinya meniadakan pawai Ogoh-Ogoh. Lalu bagaimana dengan di NTB?

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi NTB yang dikonfirmasi belum bisa memastikan apakah pawai Ogoh-Ogoh bisa dilaksanakan atau tidak pada Maret mendatang.

“Untuk saat ini kita masih melihat kondisi (covid-19) dulu, belum bisa kita tentukan apakah akan kita laksanakan atau tidak nanti,” ujar Ketua Harian PHDI Provinsi NTB Ida Made Santiadnya, SH., MH. di Mataram, Rabu (20/1/2021).

Menurutnya, penting melihat situasi dan kondisi covid-19 untuk melaksanakan kegiatan ataupun upacara keagamaan yang melibatkan banyak orang. “Kita juga masih menunggu kebijakan pemerintah, nanti seperti apa kita lihat situasi dulu. Kalau memang situasinya normal ya kita lakukan seperti mana biasanya gitu,” ucapnya.

Pihaknya sendiri menyadari betapa pentingnya pawai Ogoh-Ogoh untuk umat Hindu, menjelang Nyepi. Bahkan persiapannya jauh-jauh hari.

Tetapi jika situasinya masih seperti saat ini, tentu pihaknya tidak bisa memaksakan pawai Ogoh-Ogoh digelar seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pihaknya mengajak kepada seluruh masyarakat lebih khususnya umat Hindu untuk tetap mengacu protokol kesehatan termasuk dalam acara keagamaan. “Tidak boleh berkerumun, ya itulah yang harus diterapkan seperti juga 3M, tetap memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut diungkapkan, Nyepi tahun ini, jatuh pada 13 Maret 2021. Maka sebelum hari H ada rapat kepanitiaan. Kalaupun nanti diputuskan pawai Ogoh-Ogoh digelar, mungkin scope atau luasannya diperkecil. “Makanya nanti kita akan rapat sebelum pelaksanaan Hari Nyepi, sehingga Ogoh-Ogoh-nya tetap ada cuma scope-nya yang bagaimana agar tidak mengurangi esensi dari upacara itu,” ujarnya. (sal)