Pentingnya Menjaga Akhlak Terpuji

Deana Indah Haimima, Mahasiswi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Mataram. (IST/RADAR LOMBOK)

Oleh Deana Indah Haimima, Mahasiswi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan,  UIN Mataram

Manusia adalah makhluk sosial. Yang dalam menjalankan kehidupannya tidak terlepas dari bantuan orang lain.

Salah satu hal yang menjadi peran penting dalam pelaksanaan hubungan sosial antar-sesama adalah adanya akhlak. Seperti yang diketahui bahwa akhlak yang tidak lain adalah budi pekerti merupakan sebuah aspek dalam jiwa seseorang yang memicu untuk melakukan suatu perbuatan tanpa perencanaan.

Akhlak merupakan satu hal yang peranannya sangat penting karena akhlak merupakan pembeda antara manusia dengan hewan atau makhluk lainnya. Oleh karena itu, dalam kehidupan akhlak mempunyai andil yang besar. Manusia dikelilingi oleh manusia lainnya.

Secara etimologis akhlaq berasal dari kata Al-Huluq, akhlaq yang berarti tabiat, budi pekerti, kebiasaan. Secara istilah akhlaq berarti sesuatu yang melekat pada jiwa manusia yang dari padanyalah lahir perbuatan-perbuatan yang mudah tanpa melalui proses pemikiran pertimbangan atau penelitian.

BACA JUGA :  Pengasuhan dan Pendidikan di Masa Pandemi

Dalam kenyataan kehidupan manusia mempunyai dua sisi yang tak dapat dihindari, yang menuntut manusia untuk memilih antara yang baik dan yang buruk. Agar memiliki akhlak yang terpuji (mahmudah) antaranya husnuzan berarti prasangka, perkiraan, dugaan baik dalam arti yakin, bahwa semua perintah Allah dan Rasul-Nya adalah demi kebaikan manusia dan segala larangan-Nya adalah berakibat buruk bagi manusia.

Selain itu harus selalu rendah hati (tawaduk) dalam seluruh tutur kata dan pergaulan kita antar-sesama. Tenggang rasa, saling menghormati dan saling menghargai sesama manusia (tasamu) tolong-menolong, gotong-royong, bantu-membantu (tasamu) yang perlu dimiliki dan dipraktikkan antar-sesama dalam kehidupan kita sehari-hari.

Semoga kita senantiasa selalu menghindari perbuatan tercela (mazmumah). Perbuatan tercela yang dimaksud di antaranya; hasad artinya iri hati, dengki. Iri berarti merasa kurang senang atau cemburu melihat orang lain beruntung.

Dendam dalam hal keinginan keras yang terkandung dalam hati untuk membalas kejahatan. Gibah dan Fitnah dalam arti membicarakan kejelekan orang lain dengan tujuan untuk menjatuhkan nama baiknya. Apabila kejelekan yang dibicarakan tersebut memang dilakukan orangnya dinamakan gibah. Sedangkan apabila kejelekan yang dibicarakan itu tidak benar adanya, berarti pembicaraan itu disebut fitnah.

BACA JUGA :  Partisipasi Orang Tua Terhadap Pembelajaran Daring Anak

Dan namimah dalam arti adu domba atau namimah, yakni menceritakan sikap atau perbuatan seseorang yang belum tentu kebenaranya kepada orang lain dengan maksud agar terjadi suatu perselisihan antar-sesama. Sikap mazmumah ini akan selalu melihat orang lain sebagai musuhnya yang harus disingkirkan dalam hidupnya.

Untuk mengakhiri artikel ini, saya berharap kita dapat memetik banyak pelajaran semoga kita dijauhkan dari sifat-sifat tercela yang dibenci oleh Allah dan kita senantiasa selalu menerapkan akhlak terpuji antar-sesama manusia, dan semoga kita selalu berjuang untuk mengutamakan kehendak Allah dan ajaran Rasul-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari dan kita senantiasa selalu menjauhkan diri kita dari perbuatan yang tidak berkenan pada kehendak Allah dan ajaran Rasul-Nya. (**)