Pemimpin NTB Kedepan Harus Mengayomi

Hasri Basri (Yan/ Radar Lombok)

MATARAM—Berbagai kriteria terkait bakal calon pemimpin NTB dimunculkan. Dengan kriteria lebih awal dimunculkan, diharapkan masyarakat lebih cerdas, pintar dan kritis dalam memilih calon pemimpin kedepan.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP) Ansor Kota Mataram, Hasan Basri mengatakan, setiap kepemimpinan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Setiap kepemimpinan pasti memiliki masa dan waktu.

“Karena itu, visi misi dan program kerja dari kepemimpinan sebelumnya dinilai sangat baik dan positif, harus dipertahankan dan dilanjutkan bagi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya, Minggu (30/10).

Jika pun ada kelemahan, jelasnya, harus disempurnakan dan diperbaiki bersama. Kendati demikian, ada beberapa kriteria harus dimiliki figur bakal calon pemimpin NTB kedepan.

Pertama, figur calon pemimpin NTB harus mengayomi. Dengan provinsi NTB dihuni beragam etnis dan terdiri dari dua pulau, figur calon pemimpin harus mampu mengayomi dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi heterogenitas yang ada di NTB.

Kepemimpinam NTB kedepan, disebutnya mutlak harus memiliki sifat moderat, toleransi dan menghargai adanya keberagamaan. "Jika figur calon pemimpin NTB mampu memimpin di daerah heterogen dan relatif sangat kondusif, saya yakin figur itu bakal mampu memimpin NTB dan mengayomi. Figur itu pun akan sangat peka dengan kondisi disekitarnya," ucap mantan aktivis PMII Cabang Mataram itu.

Kedua, figur pemimpin NTB kedepan harus memiliki keberanian. Figur tersebut harus berani mengatakan yang benar adalah benar, dan yang salah adalah salah. Dengan keberanian dimiliki dalam memimpin, figur calon pemimpin tersebut berani menegakkan amal ma’ruf nahi mungkar tanpa membedakan etnis, suku dan agama.

Bagaimanapun, sambung Hasan, di situlah kepemimpinan tersebut akan diuji. Komitmen, tekad, kesungguhan, keberanian, dan nyali seoarang pemimpin akan dilihat dan  diuji.

Ketiga, figur calon pemimpin NTB kedepan harus memiliki kepekaan sosial tinggi. Dengan kepekaan sosial ditinggi dimiliki tersebut, maka seorang pemimpin akan selalu mengambil kebijakan yang didasari denyut nadi kehidupan rakyat yang dipimpin. Figur tersebut tak akan berjarak dengan rakyat dipimpinnya. Tanggap dan responsif dengar berbagai problem dan kesulitan dihadapi masyarakat.

Diharapkan, dengan tanggap dan responsif itu bisa mendorong ada partisipasi dan dukungan lebih besar dan kuat dari masyarakat dipimpinnya. Itu bakal menjadi legitimasi kuat bagi kepemimpinan tersebut.

Keempat, figur calon pemimpin NTB kedepan adalah orang santun, ramah dan smart. Dengan memiliki sifat kepemimpinan itu, maka pemimpin tersebut tidak akan berjarak dengan rakyat dipimpinnya.

“Misalnya, menjadikan rumah jabatan terbuka selama 24 jam. Masyarakat bisa setiap saat menyampaikan menjadi aspirasi, keluhan dan persoalan dihadapi kepada pemimpinnya,” terangnya. (yan)