Pelaku Pariwisata Kecewa ITDC Jual Paket Nonton MotoGP untuk Luar NTB

MOTOGP : Suasana pembalap MotoGP saat menggelar tes pramusim pada 11-13 Februari 2022 lalu. (DOK / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB Sahlan M Saleh menyayangkan sikap manajemen ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) yang menjual paket wisata bundling MotoGP di Sirkuit Mandalika dengan menginap di hotel bintang di Nusa Dua Bali seharga Rp 8,9 juta. Pasalnya, di NTB sendiri masih banyak hotel dan penginapan yang belum terisi. Sehingga tidak adil rasanya jika ITDC menjual paket wisata nonton MotoGP dengan penginapan di luar Lombok, sementara di Lombok sendiri masih banyak penginapan yang masih sepi pesanan.

“Kami sebagai Asosiasiasi Travel Agen merasa bahwa kami tidak diperlakukan sama oleh ITDC. Mestinya ITDC juga menjual paket bundling wisata nonton MotoGP Lombok, yang ada di Sirkuit Mandalika Lombok NTB,” kata Sahlan M Saleh, Rabu (16/2).

Menurut Sahlan, tidak masalah ITDC menjual paket wisata bundling nonton MotoGP ke luar NTB, seperti Nusa Dua Bali. Hanya saja hotel dan penginapan di Lombok oleh ITDC harusnya juga ikut dijual. Bahkan, kata Sahlan, Astindo bisa saja menjual paket bundling ke Surabaya. Hanya saja ini acara besar di NTB, maka etikanya adalah kebermanfaatan event ini harusnya dirasakan lebih banyak warga NTB. Namun, nyatanya warga Lombok sendiri belum banyak merasakan dampak positif dari event MotoGP, karena masih banyak hotel dan penginapan yang belum terisi di sejumlah tempat di Lombok dan Pulau Sumbawa.

Baca Juga :  Tidak Ada Pemberangkatan Jamaah Haji Tahun 2021

“Kita sendiri belum kenyang ini malah dikasih daerah lain. Emang itu di Nusa Dua asetnya ITDC betul, kami dukung . Tapi setidaknya, kita dipenuhi dulu tamu-tamunya ke hotel di wilayah NTB biar masyarakat NTB merasakan manfaat event MotoGP Sirkuit Mandalika,” ucapnya.

Sahlan berharap momentum MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok yang akan digelar pada periode 18-20 Maret mendatang bisa memberi dampak positif, khususnya bagi masyarakat NTB. Apalagi estimasi jumlah penonton yang akan hadir diperkirakan mencapai 100 ribu penonton. Tentunya jumlah penonton yang banyak ini akan membutuhkan tempat untuk menginap selama ajang balap berlangsung.

Hanya saja, lanjut Sahlan, agar usaha perhotelan di NTB kembali bergairah, nampaknya belum bisa terealisasikan. Terdapat sejumlah hotel dan penginapan terutama di Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air yang masih belum terisi, serta hotel, homestay, bungalow dan juga camping ground di kawasan Tetebatu dan juga Sembalun, serta di Sumbawa Barat yang masih menunggu angin segar dari perhelatan akbar ini.

Baca Juga :  Divonis 6 Bulan, Ustaz Mizan Ajukan Banding

Persoalan belum lakunya hotel dan penginapan di sejumlah tempat di Lombok ini bukan semata, karena harga kamar yang melambung tinggi. Menurutnya tidak masalah harga kamar naik, yang nonton juga tidak hanya kalangan menengah, tapi orang-orang berduit yang memang hobi olahraga balap internasional ini. Selain itu juga, kata Sahlan, tidak semua hotel menaikkan tarif kamarnya, masih banyak hotel yang menjual kamar hotel dengan harga wajar.

“ Yang menaikkan harga (kamar hotel) itu di kawasan tertentu. Sementara kawasan lainnya masih normal,” sebutnya.

Sahlan menambahkan, hingga sampai saat ini Astindo telah menjual sedikitnya 3000 tiket menonton MotoGP satu paket dengan kamar hotel, terutama di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Harga paket wisata nonton MotoGP yang dijual oleh  Astindo seharga Rp 7 juta sudah termasuk fasilitas menginap 4 hari 3 malam, nonton MotoGP hari Ahad, akomodasi speed boat, dan juga gala dinner dengan band Dewa 19 juga Rosa.(cr-rat)

Komentar Anda