Pedagang Keluhkan Maraknya Daging Sapi Impor

DAGING-SAPI-IMPOR
MENGELUH : Pedagang daging sapi lokal mulai mengeluhkan masuknya daging impor ke pasar tradisional. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pedagang daging sapi lokal mulai mengeluhkan adanya daging impor yang masuk di pasar. Pasalnya, hal tersebut mematikan usaha pedagang yang menjual daging sapi lokal. Para konsumen mulai beralih membeli daging impor, karena harganya jauh lebih mura dari daging sapi lokal.

 “Kalau daging sapi impor itu harganya Rp 80 ribu per kilogram, sedangkan yang lokal Rp 120 ribu per kilogram mentahnya belum bersih,” kata salah satu pedagang daging sapi lokal di pasar Kebon Roek Aida, Kamis kemarin (11/4).

Menurutnya, hal ini sangat merugikan para pedagang daging lokal, karena semakin sepinya pembeli. Daging sapi impor telah lama masuk, namun kali ini sejak terjadi bencana alam gempa Juli 2018 lalu, mulai gencar pemasokannya dalam jumlah banyak. Bahkan diantaranya, telah masuk kebeberapa pasar ritel modern.

BACA JUGA: Harga Gabah Anjlok, Bulog dan Tengkulak Diduga Bermain

“Biasanya sasaran kita yang jualan bakso atau di hotel-hotel mereka beli daging di kami. Tapi setelah adanya daging impor ini justru semua larinya kesana,” terangnya.

Imbasnya tidak hanya pada sepinya pembeli, namun dari para pembeli justru menginginkan harga jual lebih murah untuk daging lokal. Hal ini membuat sejumlah pedagang terpaksa menurunkan harga. Aida mengakui jika beberapa waktu lalu, karena sepinya pembeli daging sapi membuat para penjual daging sapi impor menurunkan harga jual menjadi Rp 75 ribu per kg. Hebatnya lagi mereka yang jualan menggunakan mobil bok menawarkan di pasar langsung.

“Itu ada tidak izinnya dan apa motif izinnya,” sesal Aida.

Sama halnya dengan Zikriah pedagang daging sapi, mengaku tersaingi dengan adanya penjual atau pasokan gading impor yang masuk. Meskipun diperuntukkan untuk memenuhi permintaan, namun hal ini dirasa merugikan para pedagang kecil seperti dirinya.

“Sudah hampir enam bulan kemarin, dan sekarang ini semua bagian daging impor masuk, jadi kita bisa jual apa? Kalau semua di impor,” cetusnya.

BACA JUGA: Giant Tutup, Investasi Rp 209 Miliar Melayang

Dikatakannya, biasanya menjual sekitar 50 kg sampai 80 kg dalam sehari jika tidak adanya daging impor masuk. Namun kali ini hanya sekitar 25 kg  saja. Selain itu jika tidak terjual habis, maka ia mengolahnya, agar tidak terlalu banyak merugi. Sementara itu, ia bersama para pedagang lainnya juga telah menanyakan perihal ini, namun dari Rumah Potong Hewan (RPH) mengangkat tangan terkait dengan adanya daging impor tersebut.

“Kita sudah tanyakan, dan mereka bilang ini tidak bisa bergerak, karena yang menyetoknya langsung dari bos bos besar,” katanya. (cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut