Lotim Siapkan Empat Destinasi Wisata Unggulan

Lotim Siapkan Empat Destinasi Wisata Unggulan
WISATA UNGGULAN: Objek wisata pantai Pink yang akan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang akan ditetapkan oleh pemerintah pusat. (M GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Lombok  merupakan salah satu  dari 10 daerah yang akan dijadikan sebagai tujuan tempat wisata unggulan sama seperti Bali. Termasuk di dalamnya Kabupaten Lombok Timur. Setidaknya ada empat destinasi wisata unggulan di Lotim yang akan ditetapkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata. Yaitu Sembalun dengan daya tarik Gunung Rinjani, Otak Kokok Joben, Wisata Gili Kondo, dan Pantai Pink. ‘’Untuk fasilitas pendukung sepenuhnya akan disiapkan oleh pusat melalui instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),‘’ kata Kepala Dinas Pariwisata Lotim, H Muhammad Mugni, Kamis (14/3).

Tugas Intansi terkait hanya sebatas membantu membangun fasilitas pendukung di tempat wisata itu. Tapi pngelolaanya sepenuhnya akan diserahkan ke Dinas Pariwisata. ‘’Mereka hanya siapkan kelengkapan. Kalau tugas kita yaitu menjual,‘’ lanjut dia.

BACA JUGA: Pendakian Rinjani Dibuka April, Pengusaha Wisata Mulai Berbenah

Mengembangkan pariwista, kata dia, bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata. Tapi juga instansi terkait lainnya juga punya andil di dalamnya. Karena sistem kerja dalam pariwisata bersifat multikomponen. Inilah yang selama ini kurang dipahami oleh berbagai pihak, sehingga ketika ada masalah, maka pariwisata yang selalu disalahkan. ‘’Contonhnya soal kebersihan di tempat wisata, itu jadi tugas Dinas Kebersihan. Kalau kerusakan bangunan dan jalan, menjadi tugasnya PUPR,‘’ katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, dibutuhkan kordinasi yang baik dengan semua intansi terkait untuk membangun pariwisata ini. Kalau kordinasi sudah berjalan, maka masing-masing dari intansi itu akan bisa menjalakan tugas sesuai dengan tupoksinya. ‘’Kalau kita ingin mendesain tempat wisata seperti ini, maka instansi yang lain harus mendukungnya,‘’ ujar Mugni.

Selanjutnya, Mugni mengatakan, saat ini Dinas Pariwisata juga sedang fokus mengembangkan desa wisata. Terlebih lagi melihat gairah pemerintah yang ingin mengembangkan segala potensi yang ada di setiap desanya. Termasuk juga adanya dukungan dari kelompok sadar wisata (pokdarwis). ‘’ Ini juga salah satu upaya kita untuk kembangkan potensi  lokal. Jadi tidak perlu harus didatangi oleh wisatawan mancanegara. Tapi cukup wisatawan lokal. Yang penting bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar, itu sudah cukup,‘’ imbuh Mugni.

Melalui pengembangan wisata desa ini, maka wisata lokal akan mengetahui semua potensi wisata yang ada di setiap desa itu. Misalnya Desa Desan Borok yang terkenal dengan wisata muralnya, Tete Batu dikenal dengan wisata alam seperti persawahan, karajinan dan budaya masyarakat setempat dan lainnya, dan Lenek bisa dikenal dengan keseniannya. ‘’Minimal pengunjung yang datang ke desa wisata itu, bisa membeli produk atau usaha masyarakat yang ada di desa itu. Dengan itu maka roda perekonomian masyarakat di desa akan menjadi hidup,‘’ tutup Mugni. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid