Jenazah Pratu Sirwandi Disambut Histeris

Pratu Sirwandi
HARU: Suasana duka menyelimuti penyambutan jenazah Praka Anumerta Sirwandi M Zahidillah yang meninggal dalam kontak senjata dengan KKSB Papua. (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG – Suasana duka menyelimuti penyambutan jenazah Praka Anumerta Sirwandi M Zahidillah. Prajurit TNI itu dimakamkan secara militer di pemakaman umum Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur, Senin (19/8).

BACA JUGA: Pratu Sirwandi Gugur Diserang Kelompok Separatis Papua

Hadir dalam pemakaman itu Kasrem 162 WB Letkol Inf Endrawan Yansori, Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy dan sejumlah pejabat penting lainnya. Mengingat prajurit TNI 22 tahun itu gugur setelah ditembak  Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata Organisasi Papua Merdeka (KKSB OPM) di Jalan Trans Wamena-Habema, Jumat (16/8) lalu.

Ayah Praka Anumerta Sirwandi M Zahidillah, Baharudin mengaku sangat kehilangan putra sulungnya itu. Karena di mata keluarganya, Sirwani merupakan anak yang baik. Kini, dia gugur di medan tempur semakin menambah rasa kehilangan keluarganya. ‘’Kami sangat kehilangan putra kami,’’ ucap Baharudin.

Dia mengenang, Sirwandi sempat menelepoj keluarganya pada hari Rabu (14/8) lalu. Dia menelepon sangat lama dari pagi hingga sore. Baharudin sediri sempat menanyakan kapan anaknya akan pulang. Karena sejak menjadi prajurit TNI tahun 2015 silam, Sirwandi tidak pernah pulang. Sirwandi sempat mengatakan akan pulang ke rumah setelah mendapatkan izin pindah tugas. ‘’Ternyata anak saya pulang untuk selamanya,’’ kenang Baharudin penuh haru.

Pratu Sirwandi

Bapak empat anak itu juga menuturkan, istrinya Ramlah sempet bermimpi sebelum anaknya meninggal dunia. Ramlah bermimpi menanam tembakau tetapi dua dari tembakau yang ditanamnya tidak bisa tumbuh. Tembakau itu selalu tumbang saat ditanam dan tiba-tiba tembakau itu seolah-olah dibawa air bah.

Firasat buruk Ramlah tak smapai pada mimpinya. Firasat kembali datang ketika ia sedang salat dan dilanjutkan dengan membaca surah Yasin. Keringat Ramlah tiba-tiba saja mengucur deras dari seluruh pori-pori tubuhnya. ‘’Tiba-tiba kami menerima SMS bahwa anak kami sudah meninggal dunia,’’ ujar Baharudin dengan berusaha tabah menghadapi musibah yang dialaminya.

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy dalam kesempatan itu mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya prajurit TNI asal Lombok Timur. Kematian Sirwandi adalah salah satu bentuk sikap pahlawan yang mengorbankan jiawanya untuk kedaulatan NKRI. ‘’Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga dan dukacita kepada TNI,” ucap bupati pensiunan TNI itu.

Pratu Sirwandi

Dalam tasammuh-nya, Sukiman mengatakan, Praka Anumerta Sirwandi M Zahidillah merupakan orang yang tidak terkenal. Namun di antara ratusan prajurit yang dimiliki Indonesia, Praka Anumerta Sirwandi M Zahidillah adalah satu orang terbaik bangsa ini. Meski sebelumnya tidak terkenal, tetapi saat Allah memanggilnya dengan cara seperti ini, maka dunia mengenalnya. “Dari Papua dia terkenal, Makassar terkenal, jajaran TNI namanya terkenal, bahwa Praka Anumerta Sirwandi M Zahidillah dikenal oleh dunia dan kematiannya masuk dalam katagori mati sahid yang berjuang dalam meneggakkan kedaulatan bangsa Indonesia. Lebih-lebih kematiannya pada saat HUT RI 74 ini,” katanya.

Sukiman melanjutkan tasammuhnya, orang yang mati sahid itu berduyun-duyun malaikat menyambutnya arwahnya menuju menghadap Sang Pencipta. Segala dosanya diampuni oleh Tuhan Yang Mahakuasa. Oleh karena itu, Sukiman merasa bangga selaku Pemda Lombok Timur. Begitu juga orang tuanya harus bangga, karena baru kali ini terjadi pemakaman secara militer. ‘’Kita memiliki pahlawan yang dimakamkan di dusun ini namanya Praka Anumerta Sirwandi M Zahidillah. Oleh karena itu, saya berharap kepada keluarga agar melepas jenazah dengan penuh ketulusan. Dengan penuh keikhlasan. Karena jenazah telah dipanggil dengan cara terbaik, karena tidak banyak orang dipanggil seperti ini yaitu mati sahid,’’ imbuhnya menghibur keluarga yang ditinggalkan.

Sementara Kasrem 162 WB Letkol Inf Endrawan Yansori dalam kesempatan itu mengulas penyebab kematian Praka Anumerta Sirwandi. Yaitu diserang saat mengikuti konvoi kendaraan pengangkut logistik Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/Vira Jaya Sakti, Jumat (16/8). Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 15.30 WIT.

Waktu itu, prajurit ini sedang mengawal rombongan pengantar logistik di salah satu pos di lokasi proyek tol. Saat di jalan, rombongan prajurit ini tiba-tiba dihadang kelompok separatis bersenjata. Praka Anumerta Sirwandi dan kawan-kawannya kemudian sempat kontak senjata dengan kelompok tersebut.

Usai baku tembak itu terjadi, barulah diketahui ada dua anggota TNI yang tertembak. Yakni Pratu Panji dan Praka Anumerta Sirwandi. ‘’Pratu Panji tertembak pada bagian lengan kiri, sedangkan Pratu Sirwandi tertembak pada paha kiri tembus ke pinggang. Keduanya langsung dievakuasi dan mendapat perawatan medis di RSUD Wamena,’’ kata Endrawan.

Endarawan menambahkan, Pratu Panji bisa diselematkan dalam kejadian itu. Sementara Praka Anumerta Sirwandi harus gugur setelah sempat mendapatkan perawatan medis. ‘’Atas dasar itu, kami selaku TNI mengucapkan bela sungkawa dan memakamkan secara militer. Sekarang pemakamannya sudah selesai dan almarhum masih ada hak yang harus diterimanya,’’ tandas Endrawan. (wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid