Pratu Sirwandi Gugur Diserang Kelompok Separatis Papua

Pratu Sirwandi
TUNJUKKAN: Baharudin dan Ramlah menunjukkan foto anaknya, Pratu Sirwandi M Sahidillah yang meninggal dunia akibat ditembak KKSB OPM Papua. (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG – Seorang prajurit TNI AD gugur akibat serangan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Jalan Trans Wamena-Habema.

Korban adalah Pratu Sirwandi M Sahidillah, asal Dusun Selawing Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur. Prajurit kelahiran 24 April 1996 ini meregang nyawa setelah konvoi kendaraan pengangkut logistik Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/Vira Jaya Sakti diserang KKSB OPM sekitar pukul 15.30 WIT, Jumat (16/8) lalu.

BACA JUGA: Jenazah Pratu Sirwandi Tiba Hari Ini

Dalam serangan Pratu Sirwandi terkena tembak bersama salah seorang rekannya. Dia meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis. ‘’Dari informasi Pratu Sirwandi gugur setelah sempat mendapat perawatan,’’ jelas Komadan Kodim 1615 Lombok Timur, Letkol Inf Agus Prihanto Dony kepada Radar Lombok, Minggu (18/8).

Setelah dikabarkan gugur membela negara, jenazah Pratu Sirwandi akan dibawa menuju rumahnya di Sakra Lombok Timur. Rute penerbangan jenazahnya dilakukan dari Sentani Jayapura – Makasar- Lombok, Minggu kemarin menggunakan pesawat Batik Air ID6183.

Jenazah akan diterbangkan sekitar pukul 17.05 WIT dari Sentani Jayapura. Baru kemudian tiba sekitar pukul 19.30 WIT di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Jenazah Pratu Sirwandi kemudian akan transit di Bandara Sultan Hasanuddin tanggal 19 Agustus 2019. Baru kemudian akan diterbangkan dari Makassar sekitar pukul 08.45 WIT menggunakan pesawat Lion Air JT 841. Janazah Pratu Sirawandi diperkirakan mendarat di Bandara Internasional Lombok (BIL) sekitar pukul 09.40 Wita. “TNI yang gugur ini akan kita makamkan secara militer,” tambah Dony.

Saat Koran ini berkunjung ke rumah duka di Sakra, tampak keluarga Baharuddin dan Ramlah, orang tua Pratu Sirwandi tengah berduka. Keluarganya hanya bisa meneteskan air mata mendengar kabar anaknya meninggal. Baharudin dan Ramlah mengaku sangat kehilangan anaknya. Karena di mata keluarga, Pratu Sirwandi adalah anak yang baik hati dan perhatian sama keluarganya. Lebih-lebih, Pratu Sirwandi adalah anak pertama dari empat saudara.

Selain itu, katanya, sosok Sirwandi M Sahidillah ini merupakan orang yang pandai bergaul dan tidak memilih teman. Selain itu, anaknya merupakan orang yang pemurah pada masyarakat.  Sehingga dengan mendegar kabarnya anak meninggal dirinya langsung syok. “Anak pertama dari empat saudara, sehingga tentunya kami merasa kehilangan setelah mendengar kabarnya meninggal,” ucap Baharudin dengan mata berkaca sembari menunjukkan foto anaknya yang gugur.

Baharudin mengaku, sebelum meninggal anaknya terakhir menghubunginya pada hari Rabu. Saat itu, Pratu Sirwandi sendiri menelepon dari pagi hingga sore hari. Setelah itu, pada hari Jumat, ia tiba-tiba mendengar kalau anaknya sudah tertembak di bagian paha. Namun ia tidak mengira anaknya akan meninggal dunia. “Jujur anak saya ini merupakan tulang punggung keluarga, sementara adiknya yang satu laki-laki tidak bisa mendaftar TNI karena kurang tingginya,” tuturnya.

Dengan ditinggalkannya oleh anaknya ini, ia berharap kedepan bisa menemukan orang yang menggantinya. Karena Sirwandi M Sahidillah adalah sosok tulang punggung yang menjadi harapan keluarga. (wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid