Jalan Kediri tak Sesuai Harapan, Pemkab Lobar Kecewa

JALAN KEDIRI: Kondisi jalan Kediri yang akan lebarkan menjadi dua jalur oleh Pemprov NTB. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Pelebaran jalan provinsi Kediri – Praya tidak sesuai dengan harapan masyarakat, karena jalan yang sebelumnya direncanakan akan dijadikan dua jalur dan empat lajur, ternyata dalam ekskusi pembangunannya tidak seperti itu.

Kekecewaan Pemkab Lobar atas rencana pelebaran jalan tersebut disampaikan Bupati Lobar di hadapan anggota DPRD Provinsi NTB sewaktu Kunker ke Lobar, Selasa (26/4).

Menurut anggota Komisi IV DPRD Lobar, H. Hasbullah Muis, kunker kali ini untuk mendengar masukan dari Pemkab Lobar, terutama soal program pemerintah provinsi yang sudah, sedang dan belum berjalan di Lobar.

Misalnya terkait pembangunan jalan dua jalur Kediri-Praya dan Bengkel -Kediri. Masyarakat kecewa rencana jalan dua jalur hanya akan menggunakan sebatas pembatas.”Tidak sesuai dengan harapan masyarakat, pembatas jalan hanya menggunakan pembatasan biasa, tidak ada median atau taman di tengah,” ungkapnya.

Kalau seperti ini, artinya itu tidak sesuai harapan masyarakat.”Tadi disampaikan salah satu solusinya, bukan hanya pelebaran sampai saluran, tetapi saluran itu ditutup, dan menjadi trotoar, seperti jalan provinsi,” sambungnya.

Selain jalan di Kediri, ada juga program lainnya yang diusulkan oleh Pemkab Lobar.  “Tadi banyak masukan dari Pemda, misalnya terkait Jalan dari Masjid Baitul Atiq Gerung menuju Sulin yang melewati depan kantor Bupati Lombok Barat. Ini jalan provinsi yang sudah lama tidak tersentuh. Pemkab Lobar berharap ada bantuan dewan untuk memperjuangkannya,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Polisi Musnahkan Ribuan Liter Miras

Pemkab mengharapkan pembangunannya bisa segera dilakukan. Karena bisa saja anggarannya dimasukkan di APBD APBD Perubahan 2021. Karena diakuinya Pemprov tengah fokus membangun jalan sesuai program percepatan jalan dengan total nilai sekitar Rp 750 miliar. “ Dan untuk Lobar mendapat tiga ruas jalan di percepatan itu. Jalan Pusuk, Bengkel-Kediri, dan Kediri-Praya,” bebernya.

Dari jumlah itu, politisi PAN ini mengatakan porsi untuk Lobar masih sedikit.” Masih sedikit sekali program yang masuk ke Lobar dari program pemantapan jalan itu,” tegasnya.

Selain itu permasalahan ruas jalan Banyumulek menuju TPA Ragional Kebon Kongok juga tak lepas dari curhatan Pemkab Lobar. Selain jalan yang mulai rusak akibat sering dilalui truk sampah, juga tak ada kontribusi yang diterima oleh Pemkab Lobar dari provinsi.” Itu juga disampaikan Pak Bupati, jalan menuju TPA ini,” jelasnya.

BACA JUGA :  Lima Fraksi Setuju Mataram Pisah dengan Lobar

Hasbullah mengaku kecewa dengan pembagian jatah pembangunan ruas jalan oleh provinsi kepada Lobar. Ia mengatakan bukan tak mendukung program provinsi, namun secara moral ia mempunyai tanggung jawab mewakili Lobar-KLU untuk mendukung pembangunan daerah. “Secara pribadi selama ini saya melihat ada ketidakadilan (pembangunan) kepada Lobar. Program-program pemerintah provinsi sangat minim ada untuk Lobar, baik infrastruktur, pemberdayaan dan sebagainya,” keluhnya.

Sehingga ia meminta agar ini menjadi atensi pemerintah provinsi. Bahkan ia mempersilahkan masyarakat untuk mengambil sikap jika aspirasi soal jalan TPA regional tak didengar provinsi. “Kalau di-PHP lebih baik ditutup saja lah,” imbuhnya.

Sekretaris Dinas PUTR Lobar Lalu Najamuddin menjelaskan, dari laporan yang diterima, untuk pelebaran jalan yang ada di Kediri tidak menggunakan median jalan, hanya menggunakan pemisah jalan.” Ini makanya yang diminta oleh Pemkab Lobar, harapan kita agar ada median, pelebaran jalan tersebut menjadi dia jalur empat lajur,” singkatnya.(ami)