Himpunan Ahli Hukum Indonesia Gelar Seminar Nasional di Lombok

Bahas Isu Strategis Negara, Hasilnya Dibawa ke Istana

SAMBUT: Ketua PERADI NTB, sekaligus Direktur Lembaga Asmuni School, Dr Asmuni, SH. MH, menyambut para narasumber seminar Nasional dari anggota Himpunan Ahli Hukum Tata Negara dan Hukum Admnistrasi (HTN-HA) di Bandara Internasional Lombok, Minggu (15/9/2019). (faisal haris/radarlombok.co.id)

MATARAM—Himpunan Ahli Hukum Tata Negara dan Hukum Adminitarasi (HTN-HA) Indonesia menggelar seminar nasional dan workshop di Hotel Aruna Sengigi Lombok Barat. Seminar yang akan akan dilangsungkan selama tiga hari ke depan sejak Senin (16/9) hari ini, bekerja sama dengan Lembaga Asmuni School Law and Public Policy” dan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) NTB.

Seminar atau colloquium ini merupakan pertemuan para Himpunan Ahli HTN-HA. Pertemuan ini digagas para ahli hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi. Tujuannya sebagai wadah pertemuan untuk melahirkan ide dan gagasan bersama dari tokoh-tokoh nasional dari seluruh Indonesia, khususnya Ahli di bidang Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi.

Kegiatan yang dilaksanakan di Lombok NTB ini, merupakan pertemuan kali keenam. Sebelumnya sudah dilaksanakan di berbagai kabupaten/kota di Indonesia seperti Surabaya, Ambon, Pontianak, Palembang dan Banjarmasin. “Lombok menjadi tempat pertemuan yang keenam kalinya sejak dilaksanakan pertemuan Himpunan Ahli HTN-HA Indonesia, setelah dilaksanakan di berbagai kota besar di Indonesia. Kami Asmuni School bersama PERADI NTB dipercaya untuk mengadakan kegiatan ini,” ungkap Ketua PERADI NTB sekaligus Direktur Lembaga Asmuni School, Dr Asmuni SH MH di sela-sela penjemputan narasumber dan anggota Himpunan Ahli HTN-HA di Bandara Internasional Lombok, Minggu (15/9).

Disampaikan Dr Asmuni, kehadiran para tokoh dari Himpunan Ahli HTN-HA Indonesia ini memberikan kontribusi besar untuk NKRI, serta perkembangan daerah NTB pascagempa melanda pulau Lombok setahun lalu. Pasalnya, selain melakukan pertemuan khusus kegiatan ini juga bagain dari mempromosikan NTB khususnya pulau Lombok aman untuk dikunjugi dengan kehadiran tokoh-tokoh yang terhimpun dalam Himpunan Ahli HTN-HA Indonesia.

Dalam kegiatan ini juga diadakan kegiatan seminar nasional dan worhksop satu hari full dengan peserta dari kalangan para akademisi, advokat, pratiksi hukum, mahasiswa, perwakilan kepala desa dan peserta dari anggota Himpunan Ahli HTN-HA dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertemakan “Sinergi Sistem Rute of Law and Rule of Ethics dalam Membangun Negara Demokrasi Bersinergi Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.” Pembahasan ini akan dikupas oleh para narasumber dalam bentuk seminar nasional dan worhksop. “Seminar ini lebih kepada motode diskusi tanya jawab dengan pemaparan dari narasumber di hadapan para peserta,” jelasnya.

Narasumber yang sudah dipastikan hadir untuk menyampaikan pemaparan materi dalam kegiatan seminar hari ini, di antaranya Prof Amzulia Rifai, SH, LLM, PhD, Prof Dr Bagir Manan SH MH, Prof Dr Philipus M Hadjon SH, dan Ketua Himpunan Ahli HTN-HA, Prof Dr Tatiek Sri Djatmiati SH MS. Kemudian dari KPK diwakilkan Direktur Penuntutan, BPK diwakili BPK Perwakilan NTB, dan ada dari Komisi Yudisial yang dipastikan hadir. “Narasumber sudah kita pastikan hadir, yang nanti konsen akan membahas sesuai dengan tema dan membahas tentang HTN-HA. Termasuk juga akan dibahas tentang tindak pidana korupsi dan kajian tentang pemindahan Ibu Kota Negara Rebuplik Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, narasumber juga akan menyampaikan tentang otonomi daerah. Kemudian tentang hukum administrasi yang berkaitan dengan undang-undang hukum administrasi yang akan dibedah khusus oleh Prof.Dr Philipus M Hadjon SH. Berikutnya dari KPK tentu akan membahas tindak pidana korupsi, bagaimana supaya tidak ada penyalahgunaan wewenang dari sisi hukum administrasi.

Dari hasil pembahasan dalam pertemuan ini, kata Dr Asmuni akan menjadi masukan kepada pemerintah salah satunya terkait dengan pemindahan ibu kota dan hasilnya akan dibawa ke istana.  “Hasilnya akan direkomendasikan kepada negara, mudah-mudahan negara juga memperhatikan rekomendasi dari Himpunan Ahli HTN-HA,” tegasnya.

Selain itu, Dr Asmuni membeberkan konsep acara yang ditawarkan dalam kegiatan colloquium Himpunan Ahli HTN-HA. Mulai pemukaan pihaknya menyuguhkan tarian-tarian kesedian tradisional khas Lombok untuk menyambut tamu-tamu yang hadir dalam kegiatan tersebut termasuk tamu kehormatan dari luar daerah para tokoh-tokoh nasional. Selanjutnya selesai kegiatan seminar dengan pemaparan dari para narasumber akan dilanjutkan dengan kegiatan pertemuan khusus Himpunan Ahli HTN-HA Indonesia.

Sesuai informasi, kata Dr Asmuni acara pembukaan  Colloquium Himpunan Ahli HTN-HA Indonesia direncanakan akan dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB. Jika tidak berhalangan hadir akan ikut dari Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid MSi. dan sejumlah pejabat  kabupaten/kota se Pulau Lombok. Selain itu juga dari pimpinan TNI dan Kepolisian daerah NTB beserta tamu undangan lainnya.

Dr Asmuni tidak luput dari ucapan terima kasih atas dipercayanya lembaga yang dia pimpinnya dapat kepercaya untuk melaksanakan kegiatan yang sangat luar biasa yang berskala nasional seperti ini. Sehingga dirinya juga meminta kepada para peserta untuk memamfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya yang sampai disia-siakan. Karena menurutnya ini momen yang langka maka tentu harus diepektifkan semaksiamal mungkin untuk bertanya dan berdiskusi kepada para ahli dan pakar saat memberikan materi dalam seminar. “Kami juga ucapkan selamat datang kepada para ahli, para pakar yang telah hadir di Lombok untuk memberikan kami pencerahan kepada kami di NTB yang sangat haus dengan ilmu. Dan kami bersyukur para ahli ini hadir di Lombok yang memang ahli di bidangnya dan kami sangat berterima kasih tidak terhingga kepada semua ahli tersebut,” ucap seraya menyampaikan selamat datang pada anggota Himpunan Ahli HTN-HA.(sal/*)