Gunung Sasak dan Meninting Ditata Tahun Ini

GUNUNG SASAK : Seorang warga tengah menikmati view indah dari puncak Gunung Sasak di Kecamatan Kuripan kemarin. Gunung Sasak akan menjadi fokus penataan Dinas Pariwisata pada tahun ini.

GIRI MENANG-Dinas Pariwisata Lombok Barat akan menata destinasi pariwisata Gunung Sasak yang berada di Desa Kuripan Kecamatan Kuripan dan Meninting yang berada di Desa Meninting Kecamatan Batulayar tahun ini.

Kepala Dinas Pariwisata Lobar Ispan Junaidi mengatakan, untuk penataan di Gunung Sasak sudah disediakan anggaran sekitar Rp 1,7 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) atau dari anggaran pusat. Sementara Meninting disiapkan anggaran sekitar Rp 3 miliar dari APBD. Saat ini proses lelang tengah dipersiapkan untuk mempercepat pengerjaan proyek tersebut.

Di Gunung Sasak sendiri akan dibangun gapura, musala, gardu pandang dan gazebo atau berugaq sebanyak 12 unit. Sementara di Meninting sendiri lebih kepada penataan kali Meninting, untuk nantinya dipersiapkan sebagai tempat kuliner.

Gunung Sasak lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lobar ini, memiliki potensi untuk dikembangkan. Selain memang saat ini sudah mulai dikembangkan juga oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Di sana ada track sepeda, sun rise point atau tempat yang sangat bagus untuk melihat matahari terbit. Kemudian ada mata air, situs makam dan lain sebagainya. Nantinya destinasi parwisata di Gunung Sasak ini diarahkan untuk menggaet pasar wisata domestik. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga dari mancanegara. “Jadi kita harapkan nanti setelah jadi, bisa punya multiplier effect bagi masyarakat sekitar. Misalnya ada yang jualan, ada yang jadi petugas di sana, ada yang jadi tukang parkir dan lain sebagainya. Selain nanti daerah juga dapat PAD (Pendapatan Asli Daerah),” ungkapnya.

[postingan number=3 tag=”wisata”]

Begitupula nanti lanjut Ispan di Meninting, juga diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitarnya. Karena di beberapa tempat seperti di Sesaot, Lingsar itu juga semakin memberikan manfaat secara tidak langsung kepada masyarakat setelah destinasi tersebut ditata oleh pemerintah.

Pada 2017 lanjutnya, hanya dua destinasi tersebut yang dilelang pengerjaan penataannya, karena anggaran di atas Rp 200 juta. Sementara yang lain hanya penunjukan langsung yang berkaitan dengan perbaikan infrastruktur dasar dan lain sebagainya. Di antaranya pengadaan toilet di beberapa destinasi pariwisata. “Jadi karena keterbatasan anggaran, kita tidak bisa mengerjakan sekaligus. Tahun ini hanya dua itu saja yang pengerjaannya dengan anggaran cukup besar. “ Kawasan Senggigi itu sudah kita bagi menjadi enam spot. Baru spot satu yang akan kita mulai kerjakan, yakni di Meninting itu,” ungkapnya.

Dengan keterbatasan anggaran yang ada, pengerjaan penataan destinasi tidak bisa sekaligus harus bertahap dan juga memerlukan dukungan dari SKPD terkait. “Misalnya saja untuk jalan menuju Gunung Sasak. Dinas PU rencananya tahun ini akan memperbaiki. Ini sangat kita apresiasi, karena membangun pariwisata, harus ada dukungan semua pihak. Saya saja dapat anggaran Rp 1,7 miliar itu, capek ngamen di pusat. Ngamen kita di sana,” tandasnya. (zul)