Pendakian Gunung Rinjani Masih Ditutup

TANJUNG  – Pelaku wisata Senaru Kecamatan Bayan masih menunggu rekomendasi Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar untuk membuka jalur pendakian ke Gunung Rinjani.

Tanpa rekomendasi ini, pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) tidak akan membuka jalur pendakian tersebut kecuali betul-betul dinyatakan status level aman. “Kami Dinas Pariwisata telah membuatkan surat rekomendasi yang diusulkan ke Bupati, Wakil Bupati melalui Pak Sekda. Hari ini telah kirim ke meja beliau dan kami pun masih menunggu apakah disetujui atau tidak,” kata Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Muhadi, Kamis (13/10).

Di dalam rekomenasi itu pihaknya memberikan batas-batas pendakian bagi para pendaki atau wisatawan hingga batas pelawangan dengan jarak 3 kilometer dari Gunung Barujari tersebut. Para pendaki dari jarak itu tidak boleh turun ke Gunung Barujari tersebut, apabila kesana sangat berbahaya. Karena, sampai saat ini pihak Balai TNGR telah berkoordinasi dengan Balai Pengamatan vulkanik di Bali status Gunung Barujari masih dalam status waspada. “Kalau seandainya Bupati atau Wakil Bupati menandatangi surat rekomendasi hari ini, maka saya akan langsung perintahkan staf untuk mengantar surat tersebut ke Balai TNGR di Jalur Lingkar-Mataram,” terangnya.

Diakui bahwa dampak kunjungan wisatawan yang berimbas ke perekonomian masyarakat memang sangat dirasakan, karena sejak ditutup pada tanggal 27 September hingga saat ini diperkirakan ada ratusan wisatawan yang tertunda ke Gunung Rinjani. “Senaru tujuan yang paling diminati para wisatawan setelah Gili Trawangan,” jelasnya. 

Pengiriman surat rekomendasi ini dua hari para pelaku wisata yang tergabung dalam Forum Wisata Kawasan Senaru melakukan aksi menuntur jalur pendakian Gunung Rinjai melalui Senaru dibuka, namun menurutnya pihak Balai TNGR jalur itu akan dibuka apabila mendapatkan surat  rekomendasi dari Pemkab Lombok Utara.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Balai TNGR Agus Budi Santoso menyatakan, penutupan jalur pendakian yang dilakukan sampai saat ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kalaupun maksimal 3 kilometer siapa yang berani menjamin pendaki tidak naik melebihi batas tersebut. “Bagaimana kalau mereka sampai ke danau atau ke puncak,” tegasnya.

Pihaknya tidak ingin mengambil resiko dengan tetap membuka pendakian dengan batas radius tiga kilometer. Hal ini karena tidak ada ilmu yang bisa memastikan jika Gunung Barujari kembali erupsi tidak akan menyentuh wilayah diluar tiga kilometer. Namun jika memang ada rekomendasi dari pemda untuk meminta jalur pendakian dibuka, maka pihaknya akan membuka jalur pendakian. “Kepala dinas juga boleh, yang penting ada surat, ada kop dan ada cap sebagai dasar membuka jalur pendakian,” tandasnya.

Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar beberapa waktu lalu telah menyempatkan diri ke masyarakat sekitar Senaru untuk meminta bersabar dengan penutupan tersebut. “Saat ini pemkab mengimbau pelaku wisata mengikuti instruksi yang ada,” pungkasnya.

Sementara surat rekomendasi tersebut menurut Kabag Humas Setda Lombok Utara Saprinnadi masih dimeja Sekda Lombok Utara. “Surat itu masih di Sekda karena dipertimbangkan, untuk lebih jelas silahkan ke Pak Sekda,” ujarnya terpisah. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid