Even MXGP NTB 2024 Terancam Batal ?

Lalu Herman Mahaputra (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Kejuaraan dunia balap motocross atau Motocross Grand Prix (MXGP) seri Indonesia 2024 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang rencananya digelar dua seri, yaitu MXGP Samota Sumbawa pada 30 Juni 2024, dan MXGP Lombok pada 7 Juli 2024, diisukan batal terlaksana.
Menanggapi itu, Ketua IMI NTB Lalu Herman Mahaputra mengatakan pihaknya masih menunggu informasi terkait kelanjutan MXGP NTB dari pihak PT Samota Enduro Gemilang (SDG) selaku penyelenggara even. “Saya belum dapat info dari SDG sama Enduro Gemilang,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (17/4).

Dari informasi yang diserap Radar Lombok, bahwa IMI Pusat telah bersurat ke Federasi Sepeda Motor internasional atau Federation International Motocyclisme (FIM) untuk pembatalan even MXGP di Lombok dan Sumbawa.

Terkait itu, Direktur RSUP NTB ini tidak menampik bahwa pihaknya sudah menerima informasi perihal surat permintaan IMI Pusat ke FIM terkait pembatalan MXGP. Hanya saja hingga saat ini pihaknya belum menerima bentuk fisik surat tembusan dari IMI Pusat itu.

“Bagaimana saya memberikan informasi kalau tidak ada bukti fisiknya. Salah saya nanti. Kecuali kalau kami di IMI (NTB) ada surat dari pusat tembusan ke IMI, bahwa (MXGP batal, red) itu bisa saya berikan informasi. Tapi kalau sekarang belum berani saya, karena belum ada surat,” ujarnya.

Ditegaskan dr Jack, sapaan akrab Direktur RSUP NTB, dalam setiap penyelenggaraan even pasti ada pemberitahuan kepada IMI NTB. Baik itu yang bersumber dari IMI Pusat maupun pihak penyelenggara even, dalam hal ini PT. Samota Enduro Gemilang.

Baca Juga :  Mahasiswa Desak Rektor Undikma Cabut Laporan

“Prinsipnya saya sebagai Ketua IMI siap bilamana permohonan itu (pembatalan MXGP) ada datang ke kami. Itu informasi yang beredar, tetapi saya harus memastikan kalau itu memang benar adanya. Sampai saat ini belum ada surat tembusan ke IMI Provinsi (NTB),” jelas dr Jack.

Sembari menunggu kepastian surat tembusan dari IMI Pusat dan pihak penyelenggara MXGP, maka pihaknya sudah memastikan kesiapan IMI NTB untuk gelaran balap motor dunia tersebut, mulai dari penyediaan marshal dan lainnya. Apalagi event MXGP ini bukan kali pertama digelar di NTB.

“Karena ini bukan pertama kali, jadi segala persiapan sudah siap. Tinggal nanti begitu ada konfirmasi bahwa penyelenggaraan akan dilaksanakan, otomatis kita langsung bergerak,” katanya seraya menyampaikan, pihaknya tinggal menunggu surat saja apakah akan diadakan atau seperti apa.

Sekalipun event balap motor bergengsi itu batal digelar di NTB, menurut dr Jack itu bukan ranah IMI untuk memberi pernyataan. Dikatakan pria asal Lombok Timur ini, bahwa IMI hanya berperan untuk mengawal dari segi regulasi balap saja. “Kalau itu (pembatalan MXGP, red) bukan ranah saya. Itu pihak pemyelenggara,” ucapnya.

Disampaikan, bahwa anggaran event MXGP sepenuhnya tanggung jawab penyelenggara. Adapun IMI NTB, begitu ada permintaan maka pihaknya akan mengusulkan rekomendasi penyelenggaraan event ke pusat. “Tapi kalau tidak ada permintaan, apa dasar kami membuat surat usulan permintaan rekomendasi ke pusat. Karena (even) sifatnya internasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemprov Ogah Jual Aset untuk Bayar Utang

Mengenai Pemprov yang sudah tidak lagi menyokong anggaran untuk pelaksanaan MXGP, dr Jack tidak berkomentar banyak. Dikatakan MXGP adalah salah satu event bertaraf internasional, tentu pintu masuknya adalah IMI.

Lebih dari itu, pihaknya sangat mendukung agar MXGP 2024 ini dapat digelar di NTB. Pertama karena event balap motor ini dinilai dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di NTB. “Awal-awal itu memang akan ada di tahun ini, bahkan sudah ada dirilis. Cuma perkembangan terakhir, kita masih menunggu, baik dari IMI Pusat maupun pihak EO penyelenggara. Karena sampai sekarang tidak ada permintaan itu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB Jamaluddin Malady ketika dikonfirmasi terkait event MXGP yang kemungkina batal digelar, mengaku tidak tahu pasti mengenai informasi tersebut. “Saya belum tahu itu, berarti itu antara IMI yang lebih mengerti,” ujarnya.
Berikut ketika disinggung lebih jauh, mantan Kepala Dinas Perkim NTB itu enggan mengomentari perihal batalnya even balap motor dunia tersebut di NTB. “Jangan saya dulu, tanya Dispora,” singkatnya. (rat)

Komentar Anda