Dispar Launching Kalender Event 2024, Optimis Target 2,5 Juta Wisatawan

Jamaluddin Malady (RATNA/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) NTB me-launching calendar of event 2024. Kepala Dispar NTB, Jamaluddin Malady berharap dengan adanya sejumlah even (pariwisata) yang akan digelar di NTB, target kunjungan 2,5 juta wisatawan, dapat tercapai di tahun 2024.

“Ada 36 event (pariwisata). Tapi ini masih sementara. Masih ada kemungkinan bisa kita tambah lagi, karena tadi ada juga (even) yang belum masuk, jadi masih bisa berubah,” kata Kepala Dispar NTB, saat me-launching kalender event di Desa Wisata Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, belum lama ini.

Dijelaskan Jamaluddin, beberapa gelaran pariwisata yang masuk calendar of event 2024, antara lain Sadekan Ponan di Moyo Hilir Sumbawa yang akan digelar pada 11 Februari 2024; dan Festival Bau Nyale di Pantai Seger Lombok Tengah pada 16-17 Februari 2024 mendatang.

Selanjutnya ada Merumata Coast Trail yang akan digelar 25 Februari 2024 di Pantai Senggigi Lombok Barat; Pesona Khazanah Ramadan Maret 2024 di Kota Mataram; Festival Rimpu Mantika di Kota Bima 27 April 2024; dan Lebaran Topat di Lombok Barat 29 April 2024.

Kemudian event Rinjani 100 pada 24-26 Mei 2024 di Sembalun Lombok Timur; L’Etape Indonesia 26 Mei 2024 di Mandalika Lombok Tengah; Asia Road Racing Championship 26 Mei 2024 di Mandalika Lombok Tengah; MXGP Samota 2024 di Sumbawa; Sukarara Begawe Jelo Nyesek di Lombok Tengah; Festival Melala di Sumbawa; MXGP Lombok 2024 di Kota Mataram; Shell-Eco Marathon di Lombok Tengah; hingga Alunan Budaya di Pringgasela Lotim.

Baca Juga :  Kadishub NTB Dimosi Tidak Percaya

Berikutnya Festival Lakey di Dompu; Sail Boat Race di Lobar; Gili Festival di Gili Trawangan Lombok Utara; Ballona Festival Kertasari Sumbawa Barat; MotoGP Mandalika dan Lombok Sumbawa Fair 2024 di Mandalika Loteng; Senggigi Sunset Jaz di Lobar; Pacoa Jara di Dompu; Alunan Budaya Pengadangan di Lotim; Perang Topat di Lobar; Lombok Sumbawa Tenun Festival di Kota Mataram; Pesona Pantai Kerakat di Lotim; Festival Budaya Maloka dan Maulid Adat Bayan di KLU; Lombok Syariah Festival, dan masih banyak event lainnyalagi.

Terpenting lanjut Jamaluddin, dari puluhan event itu paling tidak ada festival tradisional milik NTB yang masuk Kalender Event Nusantara (KEN) 2024 (Kemenparekraf RI). “KEN ini ada bantuan dari pusat, walaupun tidak banyak, paling Rp 100 juta sampai Rp 150 juta. Tapi sebenarnya kalau event yang sudah bagus dan sering dilaksanakan, serta perputaran ekonomi bagus, walaupun tidak masuk KEN, Pemprov tetap akan melaksanakannya,” tegas Jamaluddin.

Pemprov NTB kata Jamaluddin, tidak membatasi berapa jumlah kegiatan yang masuk dalam kalender event 2024. Sehingga dari 36 kegiatan pariwisata tersebut, maka tidak menutup kemungkinan bakal ada tambahan event lagi yang akan dimasukkan ke kalender event 2024. “Bisa lebih daripada 36 event nantinya, bisa sampai 40 – 50 event yang kita masukkan,” ujarnya.

Baca Juga :  415 Pelamar PPPK Nakes di Pemprov NTB Gugur di Tahap Administrasi

Tujuan pemerintah me-launching kalender event 2024 ini, sebagai acuan bagi para pelaku industri pariwisata, mulai dari transportasi, perhotelan, tour guide, dan lainnya, mengetahui kapan dan dimana event-event digelar di NTB.

Dengan begitu, pelaku pariwisata dapat mengarahkan tamu mereka baik wisatawan nusantara maupun mancanegara, untuk datang menyaksikan event-event tersebut. “Dari 36 event ini, yang paling top adalah MotoGP untuk kategori sport tourism. Kemudian kalau festival budaya, yaitu perang topat, karena sangat unik, melibatkan dua suku agama dan budaya yang berbeda,” jelasnya.

Disampaikan Kepala Dispar NTB, pemerintah pusat juga telah menetapkan tahun 2024 sebagai pariwisata dan ekonomi hijau. Sehingga diharapkan lebih banyak kegiatan ke pariwisata yang digelar di desa wisata. Terlebih sudah mulai banyak desa wisata yang terbentuk di NTB, terutama di pulau Lombok yang juga jauh lebih representative untuk dikunjungi wisatawan. “Ada yang sudah menyiapkan kuliner, penginapan atau homestay, dan lain-lain,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Pemasaran Dispar NTB, Mulki, menambahkan bahwa peluncuran calendar of event (CoE) 2024 ini merupakan kegiatan rutin Dinas Pariwisata Provinsi NTB di akhir tahun. “CoE Provinsi NTB akan dimeriahkan dengan beragam event, mulai dari olahraga, musik, budaya dan masih banyak lagi. Launching Calendar of Event 2024 juga sudah dinantikan oleh seluruh pihak. Melalui peluncuran CoE 2024 ini, kami mengharapkan kunjungan wisatawan ke NTB semakin meningkat,” ucapnya. (rat)

Komentar Anda