Demi Sembuh, Ikuti Saran Dukun, Rumah Dirobohkan

Muhammad Alfarizi, Bocah Penderita Tumor Kepala Butuh Perhatian

BUTUH PERHATIAN
BUTUH PERHATIAN: Muhammad Alfarizi, bocah penderita tumor kepala asal Desa Batunyala, yang membutuhkan perhatian demi kesembuhannya, Rabu kemarin (21/10). (M.HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

Muhammad Alfarizi, bocah berusia empat tahun, asal Dusun Bongor, Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, kini sangat membutuhkan bantuan semua kalangan. Anak yang dilahirkan dari keluarga miskin ini, saat ini mengidap penyakit tumor di kepalanya.


M.HAERUDDIN – PRAYA


KETIKA koran ini menyambangi kediaman Muhammad Alfarizi, yang merupakan anak ke dua dari pasangan Busairi, 40 tahun, dan Zuriati, 35 tahun ini. Maka untuk sampai dirumah bocah malang ini, harus menyusuri jalanan kecil dengan sawah disekelilingnya. Rumahnya juga sangat sederhana.

Sampai dikediamannya, terlihat Muhammad Alfarizi sedang berada di pangkuan ibunya. Anak ini memang tidak bisa berbicara, tapi sesekali ia terdengar merengek layaknya anak yang sedang merasakan kesakitan. Otaknya terlihat sudah mulai membesar dan menonjol ke bawah, yang oleh dokter beberapa waktu lalu memvonis dia mengidap penyakit tumor.

Sebenarnya Muhammad Alfarizi yang lahir 15 Desember 2016 lahir dalam keadaan normal. Hanya saja, seiring berjalannya waktu dia mulai sakit-sakitan pada umur 2,5 tahun. Saat itu dia sering dibawa berobat, baik ke dokter hingga dukun. Bahkan rumah peninggalan orang tua Busairi yang merupakan ayah Alfarizi, juga terpaksa harus dirobohkan. Karena menurut saran salah satu dukun yang didatangi, katanya rumah tersebut banyak jin, sehingga membuat anaknya sakit.

“Dulu tetap tetap dibawa berobat ke Puskesmas. Berbagai upaya telah kita lakukan, supaya anak saya ini sembuh, baik itu secara medis maupun obat tradisional atau dukun. Bahkan saya harus merobohkan salah satu rumah orang tua saya sesuai petunjuk dari dukun, karena ada jinnya. Itu semua karena ingin anak saya sembuh, dan mengikuti petunjuk dari dukun,” ungkap Busairi saat ditemui di kediamannya, Rabu kemarin (21/10).

Hanya saja, meskipu rumahnya sudah dirobohkan sesuai petunjuk sang dukun, anaknya tetap saja tak kunjung bisa sembuh, bahkan kondisinya malah semakin parah. Awalnya anak ini di vonis penyakit tipes, namun selanjutnya di vonis mengidap penyakit hidrosepalus. Dan sekarang anaknya di vonis penyakit kanker kepala. “Karena kondisinya cukup parah, akhirnya kami bawa ke Rumah Sakit Praya. Hasil pemeriksaan oleh dokter, dia di vonis mengidap penyakit tumor,” terangnya.

Ia menceritakan bahwa anaknya memang mulai sakit parah, dan kepalanya membesar sejak 5 bulan lalu, yang awalnya hanya deman saja. Selama anaknya sakit, kalau kambuh selalu kejang-kejang dan badannya panas. Bahkan anaknya itu sekarang tidak bisa berjalan, dan hanya bisa tidur dan dipangku oleh dirinya atau ibunya sambil diberikan makan.

“Setelah ada hasil pemeriksaan dokter di rumah sakit, baru diketahui mengidap penyakit tumor. Allhamdulilah saat ini telah ada perhatian baik dari pemerintah maupun pihak donatur lainnya. Besok akan dibawa ke Rumah Sakit Provinsi NTB untuk di operasi. Kami berharap anak kami ini bisa sembuh dan ceria seperti dulu lagi,” harapnya.

Sementara itu, Kasat Shabara Polres Lombok Tengah, IPTU Amrozi Hamidi yang ditemui saat menjenguk korban mengatakan, bahwa dirinya mengetahui bocah penderita tumor itu dari masyarakat. Pihaknya langsung mengajak anggota untuk memberikan bantuan dan dorongan motivasi kepada keluarganya.

“Kami sangat berharap kepada yang lainnya untuk bisa membantu keluarga Alfarizi. Karena memang dia dari keluarga tidak mampu. Kasihan juga anak ini masih kecil, tapi harus mengidap penyakit yang berat. Saya pernah merasakan bagaimana anak saya juga mengalami seperti ini,” ungkap mantan ajudan Bupati Lombok Tengah ini. (*)