Bongkar Dalang Hilangnya Dokter Mawardi

Wagub Setuju, Sekda Mendukung

Ilustrasi
Ilustrasi

MATARAM – Keluarga besar dr Mawardi Hamry belum puas. Meski selama ini lebih memilih diam tapi kesabaran mereka akhirnya luntur juga. Mereka mengancam akan membongkar dalang alias otak di balik hilangnya mantan Dirut RSUP NTB itu.

Soalnya, sudah tiga tahun mereka bersabar mengelus-elus dada tapi tak kunjung ada kabar. Antara hidup dan matinya juga tak diketahui, apakah dokter cemerlang masih bernapas atau memang sudah mangkat. ‘’NTB ini kecil. Kalau betul-betul pemprov mau meminta bantuan polisi, pasti kakak saya bisa ditemukan. Persembunyian teroris saja bisa terdeteksi, lantas kenapa seorang dr Mawardi tidak bisa,’’ sesal Muhammad Anwar, adik kandung dr Mawardi Hamry di kediannya di Kotaraja Kecamatan Montong Gading, pekan lalu.

Jeritan hati yang disampaikan ini bukan sekadar sebagai adik atau keluarga dr Mawardi. Tapi juga berkaitan dengan statusnya sebagai wakil rakyat di DPRD Lombok Timur. Jika melihat proses pencarian dr Mawardi yang tak kunjung ada titik terang sampai sekarang, wajar akan menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Terutama mereka selaku keluarga dekat. Pencarian dr Mawardi masih setengah hati. ‘’Kalau gubenur betu-betul perintahkan polda untuk mencari, maka saya yakin polda juga akan mengerahkan seluruh kekuatannya bergerak mencari saudara saya,’’ ujar Anwar.

BACA JUGA: Tiga Tahun, Dokter Mawardi Masih Misterius

Sebagai keluarga, sambung dia, mereka tentu sangat kecewa terutama dengan Pemprov NTB. Karenanya, dalam waktu dekat mereka akan menemui gubenur NTB untuk mendorong agar segera menemukan dan memberikan kepastikan soal kejelasan dan keberadaan kakaknya. ‘’Semestinya mereka menanyakan bagaimana perasaan keluarga di Kotaraja, tapi mereka hilang lenyap begitu saja. Makanya saya juga tidak mau ketemu dengan Sekda (Rosyadi Sayuti, red). Setelah pileg, kami akan menghadap ke gubenur. Saya akan ceritakan kronologis yang sebenarnya. Bayangkan ini sudah tiga tahun, kita tidak tahu di mana posisi kakak saya,’’ kesalnnya.

Anwar juga mengaku sangat sedih kehilangan kakaknya tanpa kabar seperti ini. Apalagi, menghilangnya Mawardi menggoreskan luka mendalam bagi keluarganya. Ibunya sakit-sakitan hingga akhirnya wafat karena memikirkan Mawardi. ‘’Siapa yang tidak sedih dan merasakan sakit. Untung kita sampai sekarang masih merasa sehat.  Sementaa orang tua sampai meninggal dunia,’’ tandasnya.

Adik kandung dr Mawardi lainnya, Marwan Hamry juga masih tersilimuti rasa sedihan karena tiga tahun lamannya kakanya itu tak kunjung ditemukan. ‘’Kita selalu berharap, bagaimana pihak yang berwajib supaya bisa membantu dan memberikan kepastian ke keluarga keberadaan kakak saya itu. Bagiamana pun caranya,‘’ ujarnya.

Keluarga sendiri, kata dia, sudah bermacam cara dilakukan untuk mencari kakanya itu. Bahkan tak terhitung sudah berapa biaya yang telah dihabiskan. Bahkan sampai menggunakan jasa para normal, karena sudah bosan menunggu jawaban dari pihak yang berwewenang dan pemerintah. ‘’Kita juga mengharapkan partisipasi dari masyarakat. Kalau merasa menemukan silakan lapor ke kita,‘’ jawab dia.

Untuk itu, sela Awar lagi, jika keberadaan Mawardi tak kunjung ada kepastian dari kepolisian, terutama Pemprov NTB. Maka, pihaknya berjanji akan membongkar secara terang-terangan aktor intelektual yang terlibat dalam hilangnya Marwadi. Sebab di balik hilangnnya dr Mawardi dicurigai ada skenario besar di dalamnya yang melibatkan sejumlah oknum pejabat di lingkaran Pemprov NTB.

Pihak keluarga juga tidak menapikan, spekulasi yang berkembang jika hilangnya Mawardi karena berkaitan dengan kasus besar yang diketahuinya bisa benar adanya. Indikasi itu semakin kuat dengan dicabutnya laporan penculikan dari Polda NTB. ‘’Suatu saat akan terbongkar siapa dalang di baliknya hilangnya dr Mawardi,’’ ancam Anwar.

Desakan pihak keluarga terhadap kepastian keberadaan kakanya itu bukan tanpa alasan. Pada intinya, keluarga mengingkan adanya kepastian hukum terhadap kasus hilangnya Mawardi. Kalau hilang karena meninggal atau dibunuh, maka keluarga harus diberikan penjelasan, siapa pelaku yang telah membunuhnya itu. Kemudian kalau diculik, maka harus dijelaskan juga siapa aktor di balik itu. ‘’Pokoknya saya akan bongkar betul siapa yang terlibat, jika tak kunjung ada kepastian. Kita sudah bosan, dan saya betul-betul sangat marah,’’ geramnnya.

Menurut Anwar, hilangnya Mawardi sama bukan karena keinginannya sendiri. Dia tahu betul sosok dan kepribadian sang kakak. Bahkan sesibuk apapun sebagai pejabat, dia selalu menyempatkan diri pulang dan menemui keluarga di Kotaraja. Dari sanalah bisa disimpulkan, kehilangan kakanya itu murni telah direncanakan oleh orang-orang yang punya kepentingan dan tujuan tertentu. ‘’Pasti ada keterlibatan orang lain dan kita curigakan itu lingkaran pemerintahan provinsi. Karena ada beberapa statemen orang, ketika bicara dr Mawardi di humas pemprov langsung  dihapus nama dr Mawardi. Begitu juga kalau ada sentilan tentang pemprov langsung dihapus. Makanya kalau ada yang bilang dr Mawardi hilang sendiri, itu bohong besar. Dia itu orang cerdas. Kami yang lebih tahu. Sehari saja kalau tidak pulang temui almarhumah ibu, pasti dia nangis,‘’  beber dia.

Meski tidak disebutkan secara langsung otak di balik hilang kakanya itu, tapi ada waktunya semua itu akan dibongkar habis. Ibarat gunung es, kalau sudah tiba waktunya, maka akan dengan sendirinya terbongkar semua orang-orang jahat di balik kasus hilang kakaknya itu. ‘’Makanya saya akan sampaikan ke gubenur agar meminta Kapolda segera turun tangan. Kalau benar meninggal siapa yang bunuh dia. Kalau dia hilang, siapa yang hilangkan. Mari kita bongkar bersama-sama!,’’ serunya.

Anwar menambahkan, jika kakanya dihilangkan berkaitan dengan kasus korupsi, baginya itu bukan aib bagi seorang pejabat termasuk keluarga. Tapi jangan sampai kakanya hanya dijadikan tumbal orang-orang jahat yang punya tujuan dan kepentingan tertentu. ‘’Kalau karena korupsi, itu risiko bagi seorang pejabat. Baik itu jadi gubenur, bupati atau apapun jabatannya lainnya. Tapi yang tidak kita inginkan kenapa dr Mawardi yang harus jadi korban. Siapun yang punya perbuatan. Itu bukan manusiawi tapi itu perbuatan PKI,’’ geram Anwar sembari meminta agar Pemprov NTB bertanggung jawab dan memberikan kepastian di balik hilangnya kakaknya.

Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah yang dimintai keterangannya, turut bersedih atas kasus hilangnya Mawardi. Dirinya selaku bagian dari pemerintah hingga saat ini belum pasrah atau putus asa. ‘’Ya kita gak pasrah. Kan semuanya di tangan kepolisian. Tapi bagaimana caranya supaya kasus ini bisa cepat terbongkar gitu lho,” ujar Wagub kepada Radar Lombok, Rabu (10/4).

Kasus hilangnya dr Mawardi masih menjadi bagian dari tanggung jawab Pemprov NTB. Pasalnya, Mawardi hingga saat ini belum diberhentikan sebagai ASN. Gaji Mawardi juga setiap bulan dibayar dan ditampung di rekening RSUP NTB. Sangat penting kasus hilangnya dr Mawardi dibongkar. Terutama untuk menemukan keberadaannya saat ini. “Kita tentu inginkan cepat ditemukan, entah dalam keadaan apapun. Ada kejelasan,” ucapnya.

Mawardi Hamry saat hilang bukan hanya Direktur RSUP NTB. Namun juga satu organisasi dengan wagub dan menjadi petinggi PBNW Pancor. Selama ini, Pemprov NTB terus mendorong pihak kepolisian agar menemukan Mawardi. Itulah langkah yang selalu dilakukan. “Itu kan yang kita dorong selama ini. Tetapi kan sampai sekarang belum ada titik terang. Sekarang tanya ke kepolisian,” sarannya.

Dimintai kejelasan terkait langkah-langkah yang akan dilakukan pemprov ke depan untuk menemukan salah satu ASN-nya, Wagub menegaskan bahwa semua upaya telah dilakukan selama ini. “Kan semua sudah dilakukan, segala hal usaha untuk bisa. Sekarang kan semua ada di kepolisian. Sudah gak pernah tanya sama pihak kepolisian? Kalau Saya dari sisi pemerintah, tentunya mendorong bagaimana caranya supaya cepat diketahui permasalahannya,” kata Wagub.

Hilangnya dr Mawardi merupakan sejarah, karena pertama kalinya terjadi ada pejabat tinggi Pemprov NTB yang tiba-tiba hilang begitu saja. Banyak orang yang merasa kehilangan, baik keluarga maupun kolega. Semenjak Mawardi hilang, pihak keluarga sangat terpukul. Bahkan ibundanya tercinta menjadi sakit-sakitan hingga ajal menjemput. “Tidak ada orang yang tidak sedih dengan kejadian itu. Semua kita sangat sedih dengan kejadian itu,” ucap Wagub.

Sekda Provinsi NTB H Rosiady Sayuti merupakan salah satu orang yang melaporkan hilangnya dr Mawardi Hamry. Informasi terakhir yang diterima, tahun lalu Rosiady mendapatkan laporan bahwa dr Mawardi sedang berada di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. “Secara pribadi saya pernah dapat laporan di Halim, langsung saya kirim orang ke sana,” tuturnya.

Laporan yang diterima Rosiady, lengkap dengan foto sang dokter. Namun setelah dikirim orang untuk memastikan kebenarannya, ternyata sosok yang dimaksud bukanlah dr Mawardi. Sebagai bagian dari keluarga, Rosiady mengaku telah berupaya maksimal mencari keberadaan Mawardi. Namun belum ada tanda-tanda apapun untuk bisa dijadikan petunjuk. 

Hilangnya Mawardi seperti tidak menimbulkan indikasi apapun. Tidak ada dugaan penculikan dan sejenisnya. “Kita doakan saja semoga beliau kembali. Kita hanya bisa berdoa. Kita sudah kemana-mana cari, jaringan organisasi kita kerahkan di Kalimantan, Sulawesi. Tapi tidak ada,” ucapnya.

Keterangan resmi pihak Polda, Rosiady sendiri yang mencabut laporan atas hilangnya dr Mawardi. Terkait hal itu, Rosiady tidak membantah. Dirinya mengakui jika laporan memang dicabut. Alasannya, Rosiady tidak ingin membebani negara untuk terus mencari keberadaan Mawardi. “Saya lihat polda sudah maksimal, keluarga sudah maksimal cari. Keluarga juga setuju dicabut aja laporan supaya tidak jadi beban negara untuk cari beliau,” terangnya. 

Perkembangan saat ini, keluarga dekat Mawardi ingin tetap melakukan pencarian. Menanggapi hal itu, Rosiady mempersilakan. Mengingat, dirinya bersama aparat kepolisian telah maksimal berusaha. “Keluarga silakan kalau ngotot cari, kami pemprov dan aparat sudah maksimal,” ujarnya. 

Keluarga sendiri, kata Rosiady, masih sangat yakin bahwa dr Mawardi belum meninggal dunia. “Kita harapkan tentu beliau masih hidup sehat. Seperti keyakinan keluarga, Mawardi masih hidup. Tapi hidup di alam lain,” ungkapnya. (lie/zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut