Tiga Tahun, Dokter Mawardi Masih Misterius

dr Mawardi Hamry
dr Mawardi Hamry

MATARAM – Masih ingat dengan kasus hilangnya Direktur RSUP NTB, dr. Mawardi Hamry tanggal 23 Maret 2016. Sudah tiga tahun berlalu, dokter ini masih misterius, belum ditemukan.

Sejumlah aktivis menyuarakan kembali agar pihak Polda NTB menemukan keberadaan dokter ini. Salah satunya yang disuarakan Direktur Nusa Tenggara Development Institute (NDI), Abdul Majid.” Melalui tiga tahun hilangnya dokter Mawardi yang kita cintai, inilah momentum untuk kita ingatkan kembali Polda NTB. Cari dan temukanlah beliau, karena beliau adalah pejabat tinggi di NTB,” ungkapnya kepada Radar Lombok, Minggu (24/3).

BACA JUGA: Gili Megibung Bangkitkan Pariwisata Lombok

Mawardi bukan rakyat biasa. Ia adalah pejabat pemerintah.

Abdul Majid kembali mengingatkan Brigjen Pol Drs Achmad Juri atas janjinya saat baru menjabat sebagai Kapolda NTB menggantikan Brigjen Pol Firli. “ Saya masih ingat janji Kapolda yang sekarang, saat serah terima jabatan tahun lalu. Bahwa dia berjanji akan selesaikan kasus hilangnya dokter Mawardi, tapi sampai sekarang gak ada,” ungkapnya. 

Pada tahun 2016, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB H Rosiady Sayuti melaporkan hilangnya dr. Mawardi. Saat itu, Rosiady yang juga kerabat dekat dr. Mawardi melaporkan tindak pidana penculikan. Setelah ditelusuri oleh Polda NTB, tahun 2018 lalu dipastikan dr. Mawardi tidak diculik, namun hilang begitu saja tanpa ada tindak pidana. Polda kemudian memutuskan untuk tetap melakukan pencarian, namun menutup laporan kasus dugaan penculikan. 

NDI menyayangkan kinerja kepolisian. Orang penting seperti dr. Mawardi tidak bisa ditemukan keberadaannya hingga saat ini. “ Bagaimana nasib beliau (dokter Mawardi) sekarang? Kalau beliau meninggal, dimana mayatnya? Dimana kuburnya? Kalau beliau masih hidup, dimana tinggal? Apakah beliau baik-baik saja?,” tanyanya. 

Beberapa waktu lalu, lanjut Majid, pihaknya telah melaporkan kasus hilangnya dr. Mawardi ke Mabes Polri, Komnas HAM dan Wakil Presiden. Namun belum juga ada titik terang. Abdul Majid tidak percaya jika polisi gagal menemukan Mawardi. Kehebatan polisi tidak perlu diragukan lagi. Polisi punya alat canggih yang dapat kapan saja mendeteksi keberadaan orang. “ Teroris saja yang terlatih bersembunyi dan hilangkan jejak, bisa kok diketahui keberadaannya oleh polisi. Ini masa tidak bisa mendeteksi keberadaan dokter Mawardi. Sangat aneh, sangat tidak masuk akal. Tolong lah, jangan anggap masyarakat NTB bodoh, jangan buat seakan-akan kami ini bisa diperdaya,” ungkapnya. 

BACA JUGA: Lahan Lintasan MotoGP Belum Dibebaskan

Hal yang dikhawatirkan, jika nanti ada warga NTB yang hilang. Apabila orang penting seperti dr. Mawardi saja tidak mampu ditemukan, lalu bagaimana dengan rakyat jelata. Kepolisian terkesan tidak serius mencari dr Mawardi. Padahal, seluruh masyarakat NTB sangat menunggu kinerja kepolisian. “ Sudah tiga tahun dan sudah tiga kali ganti Kapolda, tapi tidak ada perkembangan sedikit pun. Ini menjadi preseden buruk bagi kinerja kepolisan di NTB untuk kemanusian. Kami masyarakat lama-lama hilang kepercayaan terhadap lembaga ini. Seolah-olah kasus ini tidak penting. Saya khawatir nanti jika terjadi kasus yang sama, maka polisi sudah terbiasa mengabaikannya,” kata Majid. 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, H. Fathurrahman, yang dimintai keterangannya terkait dr. Mawardi selaku petinggi Pemprov NTB, belum memberikan jawaban. Mengingat, dr. Mawardi hilang dengan status Aparatur Sipil Negara (ASN).(zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid