6 Balon Kada Sudah Daftar di PAN

PAN

MATARAM—Bermodal raihan 5 kursi di DPRD Provinsi NTB membuat Partai Amanat Nasional (PAN) laris manis dibidik bakal calon kepala daerah (balon kada) yang akan bertarung di Pilkada NTB 2018.

Tercatat sejak dibuka penjaringan atau pendaftaran balon Kada awal Maret lalu, sudah 6 kandaidat secara resmi mengembalikan formulir sekaligus mendaftar di PAN. Yakni, Ahyar Abduh, Lalu Irham Srigede, Muhammad Amin dan Ahmad Rusni. Itu semua mendaftar sebagai bakal calon gubernur.

“Ada dua lain sudah mendaftar sebagai bakal calon wakil gubernur. Yakni, Subuhnuri dan Aris Muhammad,” kata ketua tim penjaringan DPW PAN NTB, Syaiful Islam, kepada Radar Lombok, Kamis kemarin (23/3).

[postingan number=3 tag=”politik”]

Kendati 6 kandidat tersebut sudah resmi mendaftar dalam penjaringan. Namun pihaknya memberikan kesempatan 6 kandidat tersebut untuk melengkapi berbagai persyaratan pendaftaran yang diperlukan.

Adapun Prof. Sunarphi dan Sunardi Ayub sudah memberikan konfirmasi untuk mengembalikan formulir pendaftaran sekaligus mendaftar secara resmi dalam beberapa hari kedepan. Selain itu, Wakil Ketua DPD RI, Farouk Muhammad juga sudah memberikan konfirmasi untuk mengambil formulir pendaftaran.

“Kemungkinan beliau (Farouk Muhammad) besok (hari ini) atau lusa bakal ngambil formulir,” ucap mantan anggota DPRD Provinsi NTB itu.

Ia mengakatan, tingginya antusiasme balon Kada berharap bisa menggunakan PAN sebagai kendaraan maju dalam suksesi di Pilkada NTB tidak terlepas dari terbentuk koalisi poros tengah diinisiasi PAN dan PPP. Bahkan, ia optimis beberapa hari kedepan jumlah kandidat yang mendaftarkan diri akan terus bertambah.

Menurutnya, dengan terbentuk koalisi poros tengah menaikkan posisi tawar PAN dan koalisi di para balon Kada yang akan bertarung. “Koalisi poros tengah ini cukup menarik perhatian para kandidat,” tandasnya.

Ia memastikan proses seleksi penjaringan bakal calon gubernur dan wakilnya akan berlangsung secara transparan dan akuntabel. Semua kandidat memiliki peluang dan kesempatan sama didukung dan diusung PAN. Baik kader maupun non kader. Tidak ada pula kandidat yang akan dianakemaskan dan semua diberlakukan secara sama.

Kendati demikian, dalam proses penjaringan balon Kada tersebut pihaknya melihat tingkat elektibilitas, popularitas dan kesukaan publik serta potensi maupun kans kemenangan di Pilkada. Karena itu, pihaknya menggandeng lembaga survei untuk melakukan survei internal terkait elektibilitas kandidat tersebut.

Dari elektibilitas atau daya keterpilihan tersebut, jelasnya, menjadi salah satu acuan atau tolak ukur PAN dalam memutuskan dan menetapkan arah dukungan. “Dari hasil penjaringan di daerah, akan kita usulkan ke DPP hanya dua nama. Tentu kita usulkan yang punya elektibilitas tinggi dan punya kans menang lebih besar,” sambungnya.

Bakal calon gubernur, Ahmad Rusni menyampaikan, dirinya saat ini lebih memberikan prioritas maju sebagai bakal calon gubernur melalui jalur parpol. Karena itu, ia terus membangun dan menjajaki komunikasi politik dengan sejumlah parpol yang ada.

Bahkan, dirinya pun siap mengikuti semua mekanisme penjaringan yang berlaku di internal parpol tersebut. Ia pun sudah mendaftar sebagai bakal calon kepala daerah di dua parpol yang ada, yakni PPP dan PAN.

“Parpol lain juga saya siap mendaftar,” imbuh mantan politisi Partai Golkar NTB itu.

Andai nanti, kata Rusni, tidak memungkinkan bagi dirinya maju melalui jalur parpol. Maka ia akan maju melalui jalur independen. Karena itu, tim pun sudah mulai bekerja mempersiapkan pengumpulan KTP sebagai persyaratan dukungan maju melalui jalur independen.

Ia pun menegaskan, bahwa dirinya hanya akan maju sebagai bakal calon gubernur dan bukan calon wakil gubernur. “Komunikasi politik dengan parpol terus saya jajaki,” pungkasnya. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid