Tahun Baru, BI NTB Siapkan Layanan Maksimal

FOTO: lukman / radarlombok

MATARAM–Mengantisipasi kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai di libur panjang akhir tahun 2016, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempersiapkan pelayanan sistem pembayaran yang optimal, agar dapat melayani kebutuhan masyarakat selama libur panjang pergantian tahun 2016 menuju 2017.

“Bank Indonesia Provinsi NTB melakukan optimalisasi distribusi dan persediaan uang tunai dan non tunai masyarakat selama libur panjang pergantian tahun baru,” kata Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Wahyu Yuana Hidayat, Jum’at (30/12).

Dikatakan, sesuai dengan siklus tahunan, menjelang akhir tahun, kebutuhan uang di masyarakat baik tunai maupun non tuai mengalami peningkatan yang dipengaruhi oleh meningkatnya kegiatan transaksi di masyarakat. Oleh karena itu, dalam rangka memenuhi kebutuhan uang tunai, Bank Indonesia melakukan optimalisasi distribusi dan persediaan uang.

Selanjutnya untuk kebutuhan uang tunai, Bank Indonesia telah mempersiapkan infrastruktur dan layanan sistem pembayaran agar mampu mengantisipasi peningkatan transaksi pembayaran non tunai baik melalui sistem Bank Indonesia Real Time Gross Sttlemen (BI-RTGS) maupun sistem killing nasional Bank Indonesia (SKNBI).

“Bank Indonesia mempersiapkan pelayanan sistem pembayaran yang optimal, agar dapat melayani kebutuhan masyarakat selama libur pergantian akhir tahun,” ujar Wahyu.

Secara nasional, lanjut Wahyu, kebutuhan uang (outflow) periode Desember 2016 diperkirakan sebesar Rp 88triliun sampai dengan Rp94 triliun. Sementara realisasi outflow pada tahun 2015 sebesar Rp85,6 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 3-10 persen.

Proyeksi kenaikan outflow tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu realisasi anggaran pemerintah/pemda/swasta, jumlah hari libur yang lebih banyak dibandingkan tahun 2015, pengeluaran uang baru tahun emisi (TE) 2016, serta penambahan titik dan frekuensi penukaran baik yang dilakukan oleh Bank Indonesia maupun bekerjasama dengan perbankan.

BACA JUGA :  Terkait Proyek Rababaka, Mahasiswa Desak Polda NTB Untuk Segera Usut Tuntas

Proyeksi outflow tersebut, didominasi oleh uang pecahan besar Rp20.000 ke atas sebesar ± 98 persen sisanya ± 2persen merupakan uang pecahan kecil Rp10.000 ke bawah. “Outflow di Bali dan Nusa Tengara sebesar Rp4,3 triliun,” sebut Wahyu.

Untuk memastikan kecukupan kebutuhan uang tunai menjelang akhir tahun 2016 tersebut, Bank Indonesia menempuh dua strategi yaitu pertama, peningkatan distribusi dan persediaan uang di Kantor Perwakilan Bank Indonesia, dan kedua peningkatan layanan kas kepada stakeholders melalui kegiatan penukaran uang di perbankan dan pelaksanaan Kas Keliling.

Lebih lanjut Wahyu mengatakan, dari sisi non tunai, Bank Indonesia telah melakukan berbagai persiapan yang meliputi pengujian terhadap seluruh aplikasi, infrastruktur, dan jaringan komunikasi data agar dapat berfungsi dengan optimal serta mempersiapkan help-desk dan back-up site guna memastikan terselenggaranya layanan sistem pembayaran secara aman, lancar dan efisien.

Selain itu, dalam rangka memfasilitasi penyetoran penerimaan negara untuk mendukung pelaksanaan tax amnestytahap II, Bank Indonesia membuka layanan transaksi nontunai melalui BI-RTGS, Bank Indonesia-Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS) dan SKNBI pada tanggal 31 Desember 2016.

“Diharapkan dengan sejumlah langkah-langkah antisipasi yang ditempuh Bank Indonesia menjelang akhir tahun 2016 dapat memenuhi kebutuhan layanan sistem pembayaran tunai dan nontunai masyarakat secara optimal,” pungkasnya.  (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaRefleksi Akhir Tahun, Demokrat Gelar Workshop
Berita berikutnyaAwalnya Ditertawakan, Sekarang Dirasakan Manfaatnya