Satu Peserta Lelang Jabatan Langsung Gugur

ASSESSMENT : Sebanyak 30 peserta lelang jabatan eselon II Kota Mataram menjalani tahanan assesment. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) lingkup Pemkot Mataram sudah dimulai dengan tahapan assessment. Meski baru tahap awal, satu peserta seleksi dinyatakan gugur karena tidak hadir mengikuti tahapan assesment. Satu peserta ini dinyatakan tidak memenuhi syarat dan digugurkan. “Karena dia tidak hadir, jadi langsung gugur,” ujar Sekda Kota Mataram yang juga ketua Tim Pansel, Lalu Alwan Basri, Kamis (30/11).

Peserta yang tidak hadir ini adalah Lalu Muhammad Ridwan yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Bawaslu Lombok Tengah. Dia melamar untuk ikut seleksi jabatan Kepala Dinas Sosial Kota Mataram. Dari hari pertama dan kedua pelaksanaan tes assessment, Ridwan tidak hadir untuk mengikuti tes.

Sekda mengatakan, sesuai persyaratan dan ketentuan, masing-masing peserta harus mengikuti setiap tahapan seleksi yang sudah dipersiapkan tim pansel. Ketentuan ini sudah disampaikan kepada seluruh peserta saat pelaksanaan tehnical meeting. “Satu tahapan tidak diikuti ya langsung gugur. Dari mana kita dapatkan nilainya kalau tidak ikut. Semua tahapan harus diikuti,” katanya.

Baca Juga :  Inovasi NTB Turunkan Kasus Stunting Mendapat Apresiasi

Semula, peserta seleksi JPTP lingkup Kota Mataram di tujuh formasi yang disediakan diikuti oleh 31 orang. Mereka adalah peserta yang lulus tahap kelengkapan adminitrasi. Karena satu peserta dinyatakan gugur, tahapan assesment dan uji kompetensi diikuti oleh 30 peserta. “Sekarang jadinya 30 orang peserta,” ungkapnya.

Tahapan assessment berlangsung selama tiga hari. Untuk tahapan uji kompetensi dan presentasi makalah akan dilaksanakan mulai hari Senin pekan depan. Pemkot Mataram menggandeng BKPSDM Provinsi Bali yang sudah terakreditasi A sebagai asesor. Karena sesuai rekomendasi KASN, tim assessment harus dari lembaga dengan akreditasi A. Assesment sudah dimulai hari Rabu (29/11) untuk menilai kemampuan manajerial dari masing-masing peserta. Berlanjut di hari Kamis (30/11), assesment berlangsung di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD,) Provinsi NTB dengan sistem Computer Assisted Tes (CAT).  ” Karena asesornya yang minta untuk dilaksanakan dengan CAT juga. Karena asesornya itu tipe A dilaksanakan dengan CAT juga. Sebelum-sebelumnya kan hanya dengan tertulis saja,” terangnya.

Baca Juga :  Mataram Pertahankan Predikat Kota Layak Huni

Hasil assesment nantinya cukup menentukan untuk penilaian calon pejabat. Karena memiliki bobot penilaian 25 persen. Lalu untuk makalah dengan bobot 20 persen serta rekam jejak 20 persen. “Yang jelas nanti ada bobot penilaiannya. Jadi harus diikuti dan nilainya itu menentukan,” jelasnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Hj Baiq Asnayati mengatakan, satu peserta seleksi jabatan lingkup Kota Mataram tidak hadir sejak hari pertama pelaksanaan tahapan assessment. Peserta tersebut langsung dinyatakan gugur. “Sekarang pesertanya jadi 30 orang. Kemarin itu 31 orang yang lolos seleksi adminitrasi,” katanya. (gal)

Komentar Anda