Sandiaga Klaim 300 UMKM Raup Untung Rp 1,2 Miliar

KONFRENSI PERS: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno, saat menggelar konfrensi pers di Media Center Indonesia (MCI) MotoGP Mandalika, Jumat (18/3). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYAAjang Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit, ternyata membawa dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama para Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Pasalnya, sehari saja para pelaku UMKM mengalami keuntungnan yang cukup besar.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, keberlangsungan MotoGP sangat efektif dan berdampak besar pada UMKM dalam negeri dan memberikan peluang naik kelas. Terbukti, sebanyak 300 pelaku UMKM mengalami peningkatan pendapatan signifikan mencapai total Rp 1,2 miliar. “Kami mengumpulkan data langsung di airport, ada 300 UMKM yang ikut mengalami peningkatan hingga Rp 1,2 miliar,” ungkap Sandiaga di Media Center Indonesia (MCI) MotoGP Mandalika, Jumat (18/3).

Melimpahnya pendapatan para UMKM tersebut, tentu menjadi catatan menarik di awal gelaran MotoGP Mandalika yang mulai berlangsung pada Jumat kemarin. Dengan sesi latihan bebas atau free practice 1 dan 2, race sendiri akan berlangsung Minggu (20/3). “Dengan penggemar MotoGP yang sangat besar di seluruh dunia, maka ajang itu jelas menyedot banyak perhatian. Karena setidaknya ada 400 juta penonton di seluruh dunia di setiap serinya,” terangnya.

BACA JUGA :  ITDC Sediakan 50 Stan UMKM di Area Parkir Sirkuit

Dengan begitu, menjadi salah satu faktor yang sangat kuat terhadap peningkatan pendapatan dari pelaku UMKM di dalam negeri. Membangkitkan peluang usaha dari para pelaku UMKM, sehingga upaya pemulihan ekonomi nasional bisa cepat pulih di tengah situasi pandemi saat ini. “Saya berharap, keuntungan yang didapatkan pelaku UMKM selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika dapat menutup kerugian yang disebabkan wabah global Covid-19 yang melanda selama dua tahun belakangan ini,” tegasnya.

Dengan begitu, sambung Sandiaga, memberi kesempatan kepada pelaku UMKM untuk mengembangkan sayap usahanya menjadi lebih besar ke depan dan kembali pulih kembali secara cepat.  “Menutup kerugian UMKM selama pandemi berlangsung dua tahun belakangan ini,” terangnya.

Sementara itu, dari sektor pariwisata, MotoGP Mandalika memberi keuntungan promosi tak terhingga bagi destinasi pariwisata andalan Lombok, khususnya dan Indonesia pada umumnya. Destinasi pariwisata itu akan makin tersentralisasi sesuai segmennya, mulai destinasi pariwisata olahraga atau sport tourism, destinasi halal, hingga wisata alam. “Destinasi pariwisata alam itu, sekarang membuat Lombok menjadi terkenal sebagai lokasi destinasi honeymoon, karena keindahan, suasana dan panoramanya yang unik. Karena itu, peluang tersebut harus dioptimalkan dengan maksimal. Mengingat, MotoGP berpotensi menjangkau banyak masyarakat yang terdapat di berbagai belahan benua dan akan memacu pariwisata Lombok menjadi pulih ke depan, maka Indonesia pun pulih,” terangnya.

BACA JUGA :  ITDC Sediakan 50 Stan UMKM di Area Parkir Sirkuit

Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio mengatakan, kondisi Lombok saat ini dengan adanya ajang MotoGP semakin baik dalam hal pelayanan sektor pariwisata, karena itu penting untuk terus dievaluasi sebagai upaya meningkatkannya. “Salah satunya, kawasan UMKM harus ditata lebih rapi. Karena dapat membuat masyarakat atau pengunjung lebih tertarik datang ke lokasi UMKM berdagang. Harus lebih rapi lagi, supaya masyarakat atau pengunjung datang lebih banyak,” terangnya.

Pihaknya meyakini, potensi UMKM yang dimiliki oleh Provinsi NTB dapat meningkatkan perekonomian. Sehingga, pemulihan akibat dampak dari wabah global Covid-19 dapat dilakukan dalam waktu yang lebih cepat.  “Bisa membuat perekonomian NTB tumbuh pesat,” tegasnya. (met)