Ramadan, Kasus Kejahatan Meningkat Drastis

AKBP Budi Santosa(M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)
AKBP Budi Santosa(M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Kasus kejahatan kembali meningkat di wilayah hukum Polres Lombok Tengah. Dalam beberapa minggu terakhir ini, peningkatan kasus kejahatan ini mencapai sepuluh persen. Baik kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Polres Lombok Tengah sendiri belum bisa menyimpulkan penyebab meningkatnya kasus kejahatan dalam beberapa minggu terakhir ini. Apakah disebabkan merebaknya pandemi virus corona atau memang ada penyebab lain. Mengingat, pemerintah sudah mewanti-wanti agar warga mengurangi aktivitasnya di luar rumah sejak dua bulan ini.

Praktis, imbauan ini akan memengarungi stabilitas ekonomi dan pendapatan masyarakat. Sementara di sisi lain, pemerintah baru mengucurkan bantuan seadanya saja. Dan, hanya sebagian kecil warga saja yang sudah menikmati bantuan. Tak pelak, jika stabilitas ekonomi masyarakat dalam dua bulan ini betul-betul terganggu.

Di lain sisi, peningkatan kejahatan setiap bulan Ramadan nyaris menjadi tradisi tahunan. Namun, alasan ini juga belum berani disimpulkan aparat keamanan sebagai penyebab meningkatnya kejahatan dalam sebulan terakhir ini. ‘’Ada peningkatan kasus 3C sepuluh persen jika dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Tapi kita belum berani simpulkan apa penyebabnya,’’ kata Kapolres Lombok Tengah, AKBP Budi Santosa, Minggu (3/5).

Budi mengaku, kebanyakan kasus curat yang terjadi menyisir rumah kosong. Sementara beberapa kejadian lainnya dilakukan dengan cara menjambret atau merampas barang milik seseorang dari atas kendaraan. Biasanya, kasus kejahatan melampau setiap bulan Ramadan karena desakan kebutuhan lebaran. “Belajar dari sebelumnya hampir pada waktu yang sama mengalami peningkatan,” tambahnya.

Untuk meminimalisir aksi kejahatan, aparat kepolisian sedang meningkatkan patroli khusus. Hal ini juga dihajatkan untuk mengantisipasi kasus kejahatan. Di satu sisi, patroli ini untuk mengedukasi dan sosialisasi masyarakat agar menghindari keramaian guna mencegah pandemi virus corona. “Patroli malam kita tingkatkan, terutama di wilayah yang rentan terjadi kasus kejahatan,’’ sambung Budi.

Perwira melati dua ini juga mengimbau warga untuk terus memantau kondisi di desa. Setidaknya mengawasi gerakan jika ada masyarakat luar yang masuk di desa mereka. Jika semua elemen sudah bersatu dalam menjaga Kamtibmas. Maka pihaknya percaya kasus kejahatan ini ke depan akan bisa ditekan semaksimal mungkin. “Kepada warga yang keluar rumah, pastikan kondisi rumah sudah aman seperti dengan mengunci pintu dan lainnya. Jangan menggunakan perhiasan yang berlebihan yang bisa memancing pelaku kejahatan. Kalau bisa jangan terlalu banyak keluar rumah jika tidak ada keperluan yang sangat penting,” imbuhnya. (met)