Pulang Tarawih, Ismail Dibacok Begal

Pulang Tarawih Ismail Dibacok Begal
PEMBEGALAN: Korban pembegalan, Ismail terlihat masih tak berdaya di pembaringan, setelah dibacok oleh 4 begal ketika pulang dari salat tarawih. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Sungguh apes nasib yang dialami Ismail, 27 tahun, alamat Dasan Malang, Dusun Desa Batu Putek, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lotim. Ketika pulang sholat tarawih, lelaki ini nyaris meregang nyawa akibat ditebas senjata tajam (Sajam) oleh Begal.

Kronologis kejadian, korban bersama temannya, Angga yang masih berumur 12 tahun, Minggu malam sekitar pukul 21.00 Wita, hendak pulang dari Masjid Dusun Payung, setelah selesai salat tarawih, dengan menggunakan sepeda motor.

Namun di tengah perjalanan, tepatnya di jalan jurusan Dusun Payung menuju Dusun Malang, tiba tiba korban dihadang oleh 4 pelaku begal, yang langsung menyenter tepat di wajah korban, sehingga silau dan tidak dapat melihat secara jelas. Apalagi ditambah kondisi jalan yang rusak parah.

[postingan number=5 tag=”kriminal”]

Korban yang tidak bisa melihat karena silau oleh cahaya senter itu tiba-tiba dihantam kepalanya dengan balok kayu oleh pelaku, sehingga korban pun terjatuh dari atas motornya. Melihat korbannya jatuh, pelaku dengan sadis langsung membacok punggung korban menggunakan parang.

Melihat kejadian tersebut, tak ayal temannya Angga langsung lari terbirit-birit ke arah timur, kembali menuju Dusun Payung, yang tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk meminta bantuan masyarakat.

“Setelah korban terjatuh, salah satu pelaku langsung melarikan sepeda motor korban, dan teman-teman pelaku berlari ke arah sawah,”ungkap Kapolres Lotim melalui Kapolsek Keruak, Iptu Arif Budiman, kepada Radar Lombok Senin kemarin (6/5).

Selain menderita luka robek pada punggungnya akibat tebasan parang, korban juga mengalami luka memar pada bagian kepala dan muka, akibat dihantam dengan balok kayu. ”Barang-barang pelaku yang diambil berupa sepeda motor FU, dengan Nomor Polisi DR 2303LH berwarna hitam,” jelas Arif.

Melihat lokasi kejadian yang memang sepi dan gelap karena tidak ada lampu penerangan, Kapolsek juga berharp pada pemerintah desa bersama masyarakat, agar memberikan lampu. Hal ini ini sekaligus untuk mengurangi niat pelaku dalam menjalankan aksinya.

Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga akan lebih intens melaksanakan patroli, terutama di titik-titik rawan, gelap, dan sepi. ”Kita berharap kepada para kepala desa di wilayah selatan, agar memperhatikan tempat-tempat yang gelap, dan rawan. Sehingga masyarakat tidak merasa was-was dan lebih waspada,” pungkasnya. (cr-wan)

BACA JUGA :  Banyak Pelajar Terlibat Narkoba