PT. AMGM Usulkan Penyertaan Modal Rp 3 Miliar

MODAL : Kantor cabang PT AMGM di Gerung. Perusahaan ini mengusulkan ada tambahan penyertaan modal Rp 3 miliar dari Pemkab Lobar pada tahun 2021 untuk perbaikan pipa.(Dok/Radar Lombok)

GIRI MENANG –PT. Air Minum Giri Menang (AMGM) mengusulkan ada tambahan penyertaan modal Rp 3 miliar dari Pemkab Lobar pada tahun 2021. Hal ini diusulkan lantaran kondisi jaringan pipa di Lombok Barat rata-rata sudah tua, sehingga perlu dilakukan penggantian. Terutama di daerah perkotaan dan jaringan di jalur utama Narmada menuju Lembar.
Direktur PT. AMGM HL. Ahmad Zaini menyatakan, pihaknya sudah mengusulkan kepada Pemkab Lobar tambahan modal untuk mengganti pipa yang tua ini.” Kami sudah usulkan untuk penyertaan modal dari Pemkab Lobar untuk perbaikan pipa,” ungkapnya.
Menurutnya, beban biaya terlalu tinggi untuk pemeliharaan. Dari hitungannya, estimasi biaya penggantian pipa butuh Rp 100 miliar. Sehingga kata dia, untuk penanganannya dianggarkan bertahap. Tergantung berapa yang diberikan Pemkab. Kalau dihitung modal dasar yang dibutuhkan masih jauh, karena modal dasar (penyertaan modal) yang diperlukan Rp 800 miliar yang sudah ditetapkan di Perda. Dari jumlah ini sekitar Rp 480 miliar lebih menjadi kewajiban Lobar. Lobar baru memberikan penyertaan modal sekitar Rp 130 miliar. Artinya masih ada Rp300 miliar yang belum dan itu harus dipenuhi.”Masih ada kekurangan penyertaan modal yang harus dipenuhi,” imbuhnya.
Sementara kalau Lobar tidak menambah penyertaan modal ini sedangkan Kota Mataram terus nambah maka dividen untuk Lobar bisa saja berkurang. Walaupun plafon saham Pemda Lobar mendominasi 60 persen. Namun deviden itu diberikan sesuai dengan pemasukan. Tidak bisa mengacu sekadar rencana.
Lebih jauh dijelaskan, untuk jaringan perpipaan, menurut dia berat dibiayai dari APBD. Apalagi kebutuhan untuk penanganan jaringan pipa butuh biaya Rp 100 miliar. Karena memang hampir semua jaringan pipa ini sudah waktunya diganti. Terutama pipa yang pertama ditanam.
Hanya saja untuk penggantian ini tidak ada dana dari APBD. Sementara pihak pusat sendiri tidak bisa menganggarkan, karena terkait penggantian pipa dibiayai dari APBD dan keuangan PT atau anggaran lain. Sebab APBN sendiri fokus pada penanganan jaringan yang belum tersentuh. Untuk penanganan jaringan yang urgen jelas dia, berlokasi di tengah kota dan jaringan jalur utama dari Narmada ke Lembar. Karena kebutuhan anggaran besar, maka untuk biaya pun dialokasikan bertahap. Terkait penyiapan sumber air baku, meskipun kondisi Covid-19 pihaknya tetap meyakinkan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan perhatian. Yang menjadi harapan, adalah Bendungan Meninting sejauh ini berjalan on the track.
Kondisi saat ini suplai air bagi pelanggan terpenuhi, hal ini dipengaruhi juga kondisi musim kemarau lebih pendek dibandingkan sebelumnya karena musim hujan lebih cepat. Sehingga tak separah seperti tahun sebelumnya. Meski demikian pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi. Daerah yang resiko tinggi seperti Sekotong dan Lembar juga tidak terlalu parah mengalami krisis air.Begitupula suplai air untuk Pelabuhan Gili Mas sejauh ini berjalan lancar. Karena pihaknya berkoordinasi baik dengan Pelindo. Dimana ketika ada jadwal kapal pesiar singgah maka pihaknya langsung mengisi reservoar di Pelindo. Pelayanan air di Pelindo ini juga jelas dia sedikit bisa menutup kekurangan pendapatan dari hotel-hotel di kawasan Senggigi yang menurun dampak pandemi. Kedepan pihaknya menargetkan agar kebutuhan air di pelabuhan pesiar bisa disuplai dari Sungai Dodokan.(ami)