Perempuan Asal Gumantar Melahirkan di Speedboat

MELAHIRKAN: Seorang perempuan berinisial N (33) asal Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan melahirkan di speedboat milik Koperasi Karya Bahari (KKB) saat jalan menuju Pelabuhan Bangsal, Selasa (16/4).(IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Video seorang perempuan melahirkan di speedboat yang berlayar dari Dermaga Gili Trawangan menuju Pelabuhan Bangsal viral di media sosial.

Video tersebut salah satunya diunggah oleh pemilik akun Facebook bernama Hndina Nazwa. Ia mengunggahnya pada Rabu (17/4) dan sudah 398 kali dibagikan.

Terkait hal ini, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KLU Suhardi membenarkan bahwa itu terjadi di KLU. Setelah ditelusuri, perempuan yang melahirkan tersebut berinisial N (33) warga Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan.

Ia kesehariannya bekerja di salah satu hotel di Gili Air, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang. Sebelum melahirkan N sempat mendatangi klinik swasta yang ada di Gili Trawangan, Selasa (16/4). “Namun ada persoalan mungkin, makanya dia dirujuk ke darat tetapi di perjalanan laut menggunakan boat yang bersangkutan melahirkan. Itu kejadiannya sekitar pukul 15.30 WITA,” bebernya.

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Upaya Kades Damaikan Kasus Pelecehan Anak

Terkait mengapa kejadian ini tidak diantisipasi sebelumnya, Suhardi berdalih bahwa N ini melahirkan di usia kandungan 7 bulan. Kemudian kandungannya juga tidak pernah diperiksakan ke petugas kesehatan.

“Mungkin karena dia sibuk kerja di Gili. Saat dia diperiksa di klinik swasta juga tidak diketahui bahwa dia hamil. Kalau diketahui mungkin yang bersangkutan akan didampingi oleh perawat perempuan tetapi yang mengawalnya kemarin laki-laki,” ucapnya.

Meski begitu, pihaknya bersyukur N bersama anaknya berhasil diselamatkan. “Kondisi anaknya sehat dan lahir normal. Untuk beratnya kami belum dapat laporan. Kemudian untuk ibunya juga selamat. Ia sempat dirawat di Puskesmas Pemenang tetapi karena tensi tinggi dan terus pendarahan maka dirujuk ke RSUD. Saat ini masih dalam penanganan,” bebernya.

Baca Juga :  KLU Raup PAD Rp 375 Juta dari Izin Minol

Dengan kejadian ini, pihaknya berharap masyarakat dapat mengambil pelajaran. Di mana ketika mengetahui dirinya hamil maka harus dikonsultasikan dengan petugas kesehatan secara rutin. “Setiap ibu hamil itu harus rutin memeriksa kandungana ke petugas kesehatan. Cuman karena ibu ini dari Gumantar dan bekerja di Gili Air maka teman-teman kami tidak mengetahui kondisinya. Sebab di Gumantar dia tidak pernah memeriksa kandungan,” ungkapnya. (der)

Komentar Anda