Pemprov Janji Perbaiki Jembatan Bengkang, Jembatan Gerung tidak Jelas

DIPAKSAKAN : Jembatan yang merupakan tanggung jawab provinsi di dekat kantor Bupati Lobar dipaksakan dilintasi kendaraan meski kondisinya rusak.(Igit/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG-Jembatan Bengkang di Desa Pengantap Kecamatan Sekotong putus setelah terjadi hujan deras dan banjir di wilayah itu, Jumat (12/11) lalu. Putusnya jembatan ini menyebabkan warga terisolir. Jembatan ini berada di jalan provinsi dan karena itu menjadi tanggung jawab Pemprov NTB untuk memperbaikinya. Dinas Pekerjaan Umum NTB menjanjikan pembangunan jembatan darurat sebelum dilakukan pembangunan permanen pada tahun depan.

Kepala Dinas PU NTB, Ridwansyah, menyatakan pihaknya sudah turun langsung melihat kondisi jembatan itu.”Sudah kami cek. Untuk sementara akan dibangunkan jembatan darurat,” ungkap Ridwansyah.

Jembatan Bengkang ini berada di jalan provinsi yang menghubungkan Pelangan dengan Pengantap. Jembatan ini dibangun tahun 1983 dengan panjang 13 meter.”Kondisi saat ini jembatan rusak berat, bangunan atas (gelagar dan lantai) patah dan runtuh, kemungkinan akibat usia jembatan yang sudah hampir 40 tahun,” jelasnya.

Untuk penanganan permanen akan dilakukan tahun 2022 melalui sumber pembiayaan DAK. Proses lelang konstruksi akan dilakukan pada akhir November dan kontrak direncanakan akan dimulai awal Januari 2022.

Langkah cepat yang dilakukan Pemprov untuk jembatan di Sekotong berbeda dengan penanganan jembatan Penas-Gerung dekat kantor Bupati Lombok Barat. Jembatan ini rusak telah lama dan sampai sekarang belum diperbaiki. Jembatan ini pernah hampir putus total, namun secara darurat dipasangi rangka tambahan di bagian bawah jembatan.

Jembatan ini berada di jalur provinsi dari Masjid Baitul Atiq Gerung hingga Kuripan melewati kantor Bupati Lombok Barat. Telah lama Pemda bersuara agar jalan ini dilebarkan dan ada perbaikan, termasuk perbaikan jembatan itu. Namun sampai sekarang tidak jelas. Pemkab Lobar bahkan sudah mengeluarkan uang miliaran untuk pembebasan lahan di sisi kiri dan kanan jalan.

Anggota DPRD NTB Dapil Lobar, Hasbullah, mengaku pembangunan jalan dan jembatan Gerung ini tak masuk program tahun depan. Mengacu pada Perda Percepatan Pembangunan Jalan yang turunannya dalam bentuk Pergub, ada program multiyears senilai Rp 750 miliar. Tahun 2020-2021 dianggarkan sekiar Rp 75 miliar, dan perbaikan jalan dan jembatan Gerung ini tidak masuk.(ami/git)