Motivasi Untung Jayadi Mengarungi Biduk Rumah Tangga Di Tengah Keterbatasan Fisiknya

Modal Nekat, Soal Kebutuhan Insyaallah Tuhan yang Atur

MENIKAH: Untung Jayadi, pria penyandang disabilitas saat menikahi Silna Dewi, Selasa kemarin. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)
MENIKAH: Untung Jayadi, pria penyandang disabilitas saat menikahi Silna Dewi, Selasa kemarin. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)
Advertisement

Untung Jayadi. Begitulah Mulani dan suaminya menyematkan nama pada bayinya. Bayi itu terus tumbuh meski dalam keadaan tak normal. Bayi itu berubah menjadi anak-anak, beraktivitas, sekolah hingga kemudian remaja dan menjadi pemuda.

Bayi asal Dusun Dasan Kulur Desa Bunkate Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, itu kini sudah berumur 19 tahun. Untung menjadi pemuda yang mandiri meski tak normal. Dia juga bisa mendatangkan penghasilan. Motivasi itulah yang terus dipelihara dalam dirinya. Motivasi itu juga membuat dirinya berperilaku layaknya lelaki normal lainnya.

Seperti pemuda normal lainnya, Untung juga suka kepada lawan jenisnya. Tak sengaja Untung berkenalan dengan Silna Dewi, gadis 18 tahun asal Dusun Aik Gering Desa Mantang Kecamatan Batukliang. Perkenalan itu bahkan tak berlangsung lama. Hanya empat hari.

Ceritanya, Untung dan Dewi berkenalan dengan via media sosial. Dewi terlebih dahulu mengenal Untung via video yang diunggah di laman Youtube. Maklum, selama ini Untung aktif dalam pembuatan drama dan ikut musik jalanan kecimol. Video-video Untung ramai diposting di medsos, baik di Youtube dan facebook. “Saat itu dia minta nomor saya dan kami chating-an,’’ tutur Untung kepada Radar Lombok saat ditemui di rumahnya, kemarin (24/6).

Setelah dua hari berkenalan, Untung kemudian mengajak Dewi untuk bertemu. Keduanya berjanji untuk bertemu di Pasar Jelojok Kopang. ‘’Nah, hari keempat kami berkenalan, saya langsung ngajak dia nikah,’’ sambung Untung.

Dewi yang dipinang hanya bisa tersipu malu. Tapi setelah itu, Dewi menanyakan keseriusan Untung yang ingin mempersuntingnya. Mendapat angin segar, Untung pun mengaku serius. Hari itu juga, Untung mengajak dua orang temannya untuk memboyong Dewi.

Untung mengaku siap mengarungi biduk rumah tangga bersama Dewi. Meski waktu itu, kantong Untung betul-betul kering. Dia sama sekali tak punya uang sepeser pun. ‘’Jangankan untuk menikah, untuk membeli bensin saja tidak ada,’’ beber Untung.

Namun, Untung betul-betul tak mau kecolongan. Dia tak mau melewatkan momentum yang memperlihatkan masa depan itu. ‘’Meski saya saat itu tidak punya uang sepeser pun, saya langsung melarikannya,’’ tambah Untung.

Setelah keluarga istrinya mengetahui jika Untung dan Dewi menikah, bibi dari Dewi sempat tidak merestui. Lagi- lagi karena video Untung membuat keluarga Dewi luluh juga. Bahkan, untuk dekorasi yang nilainya puluhan juta ternyata dibiayai berbagai pihak. “Dekor gratis, salon gratis, dan saya akan bulan madu  di Kuta Mandalika karena dapat vocher selama tiga hari,” bebernya.

Meski memiliki keterbatasan fisik tidak akan menjadi penghalang untuk membuat dirinya akan terus bekerja menafkahi istri. Pasalnya, selama ini sudah banyak panggilan untuk membuat drama dan pergi bermain musik. “Kalau untuk kebutuhan sehari-hari, insyaalah Tuhan yang atur. Besok saja saya sudah mulai berkecimol ini,” terang Untung sehari setelah melangsung akad nikahnya dengan Dewi.

Karenanya, suasana di rumah Untung masih terlihat ramai waktu Koran ini bertandang. Warga masih membersihkan lokasi resepsi akad nikah Untung dan Dewi. Keduanya melangsung akad nikah pada Selasa (24/6). Suasana bahagia masih terus terpancar di kedua mempelai ini.

Mulani, ibu Untung mengaku awalnya tidak percaya anaknya menikah. Saat itu, anaknya memberitahukan informasi pernikahannya lewat telepon. Tapi ia masih belum percaya sebelum melihat Untung membawa calon istri. “Dia juga tidak punya uang pas menikah,’’ kata Muliani membetulkan cerita anaknya. (**)