Model Acara Hari Anak Diminta Diubah

MATARAM– Panitia pusat Hari Anak Nasional (HAN) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak bersama protokoler kepresidenan maminta model lokasi puncak acara HAN di Kota Mataram diubah. Misalnya, model panggungnya diubah disesuaikan dengan pengalaman-pengalaman sebelumnya.  Ini setelah ada rapat koordinasi yang dilakukan Pemkot dengan pihak kementerian. Persiapan sendiri belum beres yang membuat Walikota Mataram H. Ahyar Abduh marah.  Walikota kemudian memerintahkan Plt Sekda untuk rapat yang digelar kemarin.

Hasil rapat, ada beberapa hal yang  perlu perbaikan. Misalnya  kata Eko, panggung utama diminta tidak menggunakan atap. Hal ini disesuaikan dengan pengalaman pelaksanaan HAN tahun lalu.” Presiden tidak mau memakai tenda mewah,” ungkap Eko kemarin.

Panitia pusat mengingatkan bahwa Presiden ingin memakai panggung terbuka melihat situasi dan kondisi cuaca di Tamana Sangkareang yang sangat mendukung  untuk panggung terbuka. Arah panggung yang menghadap ke utara diminta diubah menghadap timur.

BACA JUGA :  Jokowi Belum Pasti Hadir di HAN

Eko menjelaskan, kemarahan  walikota karena adanya kesimpangsiuran informasi yang diterima terkait dengan  kesiapan panitia pusat. Karena masing-masing ketua koordinator acara yang berhak menyampaikan progres tidak ada yang hadir. Sedangkan perwakilan yang hadir tidak bisa menyampaikan dengan jelas. “ Karena informasi yang  kurang jelas dan tidak ada yang  bisa menyampaikan makanya Pak Wali sempat marah,” tegasnya.

Di acara ini nanti akan ada sekitar 1000 anak yang akan datang. Panitia pusat juga  minta persiapan untuk kendaraan menteri dan kendaraan khusus untuk polisi cilik dari Papua. Untuk kendaraan ini sudah tidak masalah.

Akan ada kegiatan yakni HAN dan FAN. Kalau untuk Forum Anak Nasional (FAN), dananya memang berasal dari Pemkot sebesar Rp 1,5 miliar. Persiapan FAN sudah beres, yang belum itu HAN pada tanggal 23 Juli nanti. Dana HAN berasal dari pemerintah pusat.(ami)