Gerindra Buka Pintu untuk Suhaili-Ahyar

Ali Usman Ahim (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kekecewaan dua kader Partai Golkar NTB, HM Suhaili FT dan H Ahyar Abduh menyusul Musda X DPD I Partai Golkar NTB, bukan berarti akan menjadi sangkar selamanya bagi dua kader ini.

Kekecewaan itu bahkan bisa menjadi peluang emas bagi HM Suhaili FT dan H  Ahyar Abduh untuk berkarir di partai politik lain. Jika sebelumnya, Partai Nasdem membuka peluang bagi dua tokoh ini untuk bergabung, maka peluang sama juga dibuka Partai Gerindra.

Partai besutan Prabowo Subianto itu berkenan membukakan pintu seleber-lebernya andikata kedua kader senior Partai Golkar ini hendak bergabung.  “Gerindra terbuka, jika dua tokoh ini (Ahyar dan Suhaili) mau bergabung,” ucap Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Usman Ahim, Sabtu (6/3).

Kata Ali, Partai Gerindra pada prinsipnya adalah parpol terbuka. Siapapun berkeinginan untuk bergabung, maka tentu akan diterima. Namun tentunya, siapapun bergabung di Partai Gerindra, harus patut dan taat terhadap AD/ART partai.  “Selama beliau-beliau ini (Ahyar dan Suhaili) siap mengikuti aturan partai. Kita siap menerima,” imbuh Ali.

Apalagi mengingat, Partai Gerindra dan Golkar punya historis dan kesamaan ideologi dan visi misi dalam membangun dan mewujudkan Indonesia adil dan makmur. Ahyar dan Suhaili adalah dua politisi
cukup populer di NTB. Tidak heran bila partai partai di NTB akan sangat terbuka menerima termasuk partai berlambang kepala burung garuda itu.

Apalagi Ahyar, partai Gerindra adalah parpol utama pengusung Ahyar di pilgub NTB 2018 lalu. Kala itu, Ahyar berpasangan politisi Gerindra, Mori Hanafi. “Beliau kan tokoh yang cukup populer di NTB,” katanya. 

Walau demikian, Ali mengaku belum ada komunikasi baik Ahyar atau Suhaili terkait kemungkinan pindah berlabuh ke Partai Gerindra. “Belum ada,” terangnya. 

Terkait posisi akan diberikan ke Ahyar dan Suhaili jika bergabung ke Gerindra, Ali enggan berspekulasi. “Nanti kita lihat seperti apa. Jika beliau-beliau ini benar mau bergabung,” tandasnya. 

Ahyyar Abduh yang dikonfirmasi terkait kemungkinan pindah partai pasca gagal meraih kursi ketua Golkar NTB di musda X beberapa waktu lalu. Ahyar masih enggan berbicara terkait hal tersebut. “Jangan tanyakan soal itu dulu (kemungkinan pindah partai),” kata mantan wali kota Mataram ini.

Di sisi lain, Ketua DPD I Partai Golkar NTB, H Mohan Roliskana masih enggan bicara soal rencana akan maju di pilgub NTB 2024 mendatang. Meski hasil Rakernas DPP Partai Golkar yang digelar 5 – 6 Maret mengusulkan ketua DPD I Partai Golkar diajukan sebagai calon gubernur di wilayah masing-masing. “Saat ini saya fokus dengan amanah dari masyarakat Kota Mataram,” kata Mohan.

Kevakuman Mohan untuk bicara rencana maju di pilgub karena tempo waktunya yang masih cukup lama. Ia mengaku ingin berkiprah dulu sebagai abdi masyarakat di Kota Mataram. Apalagi, Mohan belum sebulan ini dilantik menjadi Wali Kota Mataram. Ia tak ingin berandai-andai apakah maju atau tidak di pilgub NTB 2024 atau tidak. “Nanti saja kita lihat dinamika politik seperti apa,” terangnya. 

 Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia sebelumnya menyatakan, akan menemui secara langsung mantan ketua DPD Partai Golkar NTB, HM  Suhaili FT setelah musda tuntas dilaksanakan. Rencana pertemuan itu dilakukan untuk memastikan apakah HM Suhaili FT masih tetap menjadi bagian dari keluarga besar Partai Golkar atau tidak setelah gagal mendapatkan kesempatan kembali memimpin Golkar NTB. “Dengan Pak Suhaili sendiri kami tetap berkomunikasi. Saya begitu sampai di Mataram, orang pertama yang saya kontak adalah Pak Suhaili. Beliau menginformasikan sedang kurang sehat dan saya sendiri sedang mencari waktu untuk ketemu langsung sama beliau,” ujar Doli saat kobfrensi pers pada musda beberapa waktu lalu. (yan)