Buka PMB, Poltekpar Lombok Siapkan Beasiswa Terbatas

Dr Ali Muhtasom MM (DALAAH/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Kampus Politeknik Pariwisata Lombok kembali membuka pendaftaran mahasiwa baru (PMB), mulai tanggal 9 Februari sampai 24 Mei 202. Pembukaan ini diumumkan langsung Direktur Politeknik Pariwisata Lombok, Dr Ali Muhtasom MM saat sosialisasi keterbukaan informasi publik di Hotel Sima Kuta Mandalika, Minggu (28/1).

Dalam kesempatan itu, Dr Ali Muhtasom MM menerangkan, bahwa Poltekpar Lombok akan membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui seleksi bersama masuk (SBM) dan seleksi mandiri masuk (SMM). Dari kedua jalur ini, Poltekpar Lombok akan menerima 360 mahasiswa baru nantinya. Rinciannya, 60 persen akan diterima melalui SBM dan 40 persennya lagi akan diterima melalui SMM.

Dr Ali Muhtasom MM juga menerangkan, bahwa 360 mahasiswa ini nantinya akan dibagi menjadi tiga kelas. Jumlah penerimaan tahun masih sama dengan jumlah tahun 2023. Poltekpar Lombok belum berani menambah jumlah mahasiswa karena angka tersebut sudah menjadi ketetapan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. ‘’Jumlah ini juga belum berani kita tambah karena kita masih kekurangan dosen,’’ uangkap Dr Ali Muhtasom MM, kemarin.

Meski angka penerimaan mahasiswa baru masih 360, lanjur Dr Ali Muhtason, tetapi Poltekpar Lombok semakin membuka peluang bagi putra putri bangsa yang berkompeten. Jika tahun 2023 Poltekpar Lombok hanya membatasi 750 pendaftar, maka tahun 2024 ini akan membuka bagi 1000 lebih pendaftar. Dengan demikian, akan semakin banyak yang berkesempatan untuk masuk di Poltekpar Lombok. ‘’Tapi jalurnya tetap yang tadi melalui SBM dan SMM. Jadi siapa yang memenuhi persyaratan, maka dialah yang berpeluang menjadi mahasiswa kami. Dan, kita juga tetap memprioritaskan putra daerah NTB,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Enam Tahun Rusak, Murid SDN 6 Pohgading Belajar di Teras Sekolah

Tak sebatas menerima mahasiswa baru, Poltek Lombok juga akan memberikan beasiswa terbatas bagi mahasiswa miskin. Namun, keterbatasan itu sifatnya hanya memberikan peluang bagi sebagian kecil mahasiswa saja. Sehingga diharapkan ada orang tua angkat bagi mahasiswa yang sanggup membiayai.

Karena itu, Poltekpar Lombok telah menjalin koordinasi dan komunikasi dengan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meski belum sepakat. Beberapa di antaranya Bank Mandiri, BNI, dan Bulog. ‘’Atas saran teman-teman juga nanti kita akan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota di NTB agar bisa memberikan beasiswa bagi mahasiswa kita,’’ tambahnya.

Semangat ini dituangkan Dr Ali Muhtasom karena belajar dari tahun sebelumnya. Di mana puluhan mahasiswanya terpaksa harus mundur di tengah jalan lantaran tak sanggup memenuhi biaya kuliah. ‘’Nah, kita tidak mau seperti itu lagi sehingga kita juga membutuhkan ada orang tua angkat yang bisa memberikan beasiswa,’’ cetusnya.

Baca Juga :  Seleksi PPPK 2024 Prioritaskan Guru Honorer K2 dan Non K2

Di samping itu, Dr Ali Muhtasom MM juga percaya bahwa keluaran mahasiswanya sudah harus teruji. Dengan penerapan sistem teaching victory saat belajar, mahasiswanya akan mampu teaching industry. Artinya, dengan sistem pembelajaran yang diberikan saat di bangku kuliah, mahasiswa setelah keluar diyakini akan bisa menguasai pasar industri.

Di jelas Dr Ali Muhtasom MM, mahasiswanya sejak masuk bangku kuliah sememster 1 dan 2 akan menerapkan teaching victory yang biasa diterapkan di teaching industry. Setelah mereka masuk semester 3 dan 4, maka mereka sudah masuk level menjadi supervisor industri.

Karenanya, mahasiswa Poltekpar Lombok akan melakukan praktik kerja lapangan di luar daerah dan luar negeri. Dengan praktik di luar daerah dan luar negeri, mereka juga diharuskan sudah bisa menguasai dunia usaha. ‘’Jadi ketika mereka sudah tamat, kelasnya sudah general manager kalau di industri,’’ terangnya. (dal)

Komentar Anda