Bawaslu Kaji Deklarasi Forum Kades Dukung Ganjar-Mahfud

DEKLARASI: Deklarasi Forum Kades untuk mendukung duet Bacapres dan Bacawapres, Ganjar – Mahfud MD, dihadapan Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, Minggu (5/11) lalu. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Sejumlah kepala desa (Kades) diketahui telah mendeklarasikan dukungannya kepada duet bakal calon presiden (Bacapres) dan bakal calon wakil presiden (Bacawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, untuk pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Dukungan para Kades yang tergabung dalam “Relawan Des Ganjar NTB” itu disampaikan di Hotel Lombok Raya Mataram, dihadapan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Minggu (5/11).

Terkait hal tersebut, Komisioner Bawaslu Provinsi NTB, Hasan Basri mengaku pihaknya sudah menerima laporan masyarakat adanya deklarasi dari sejumlah Kades terhadap duet Ganjar-Mahfud MD. “Laporan dari masyarakat sudah kita terima (Deklarasi Forum Kades kepada duet Ganjar-Mahfud MD, red),” kata mantan Bawaslu Kota Mataram ini, Senin kemarin (6/11).

Dari laporan yang disampaikan masyarakat, ada dugaan pelanggaran netralitas dalam deklarasi sejumlah Kades kepada duet Ganjar-Mahfud MD tersebut. Hanya saja apakah unsur dugaan pelanggaran terpenuhi atau tidak, pihaknya akan terlebih dahulu menggelar rapat pleno di internal Bawaslu NTB.

“Kita akan plenokan. Apakah unsur dugaan pelanggaran terpenuhi atau tidak,” ucap mantan Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor NTB ini.

Jika nanti kata dia, dalam rapat pleno itu diputuskan ada dugaan pelanggaran yang terpenuhi. Maka pihaknya akan menindak lanjuti laporan masyarakat tersebut. Namun sebaliknya jika unsur dugaan pelanggaran tidak terpenuhi, maka pihaknya tidak bisa menindak lanjuti hal itu, karena unsur dugaan pelanggaran tidak terpenuhi. “Ditunggu saja hasil rapat plenonya. Kita rapat pleno satu atau dua hari ke depan ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tersangka Benih Jagung Bakal Dimiskinkan

Diungkapkan, secara aturan Kades dilarang melakukan kegiatan politik praktis. Sebab itu, pihaknya tidak henti-hentinya mengimbau kepada mereka yang dilarang terlibat dalam kegiatan politik praktis, agar tidak melanggar aturan ada.

Dia menegaskan, jika nanti rapat pleno menyatakan unsur pelanggaran netralitas terpenuhi. Maka pihaknya akan menindak lanjuti dengan memanggil pihak-pihak yang diduga melanggar, untuk dilakukan klarifikasi dan diminta keterangan terkait kegiatan deklarasi dukungan terhadap kandidat Bacapres dan Bacawapres tersebut.

Ditegaskan, Bawaslu tidak akan pandang bulu terhadap siapapun yang diduga melanggar aturan. Pihaknya akan mengklarifikasi dan meminta keterangan terhadap siapapun yang diduga melanggar aturan yang ada. “Jika unsur pelanggaran terpenuhi, tentu para pihak itu akan kita panggil untuk diklarifikasi,” terangnya.

Menurutnya, pengawasan Pemilu tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab Bawaslu saja. Tetapi pihaknya juga mengajak masyarakat luas agar ikut berperan dan berpartisipasi aktif dalam pengawasan Pemilu.

Dengan begitu, diharapkan setiap potensi dugaan pelanggaran bisa terpantau dan tertangani oleh Bawaslu. “Tentu tujuan kita agar setiap potensi pelanggaran bisa dicegah dan ditangani,” lugasnya.

Berdasarkan informasi yang diserap Koran ini, pernyataan dukungan para Kades yang tergabung dalam “Forum Des Ganjar NTB” untuk pasangan Ganjar-Mahfud itu disampaikan ketika kunjungan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, disela-sela kegiatan rapat koordinasi daerah (Rakorda) PDIP NTB di Hotel Lombok Raya, Minggu (5/11).

Baca Juga :  Desa Wisata Senaru Raih Juara LDWN 2023

Rakorda tersebut, merupakan penyatuan tekad dan membangun spirit perjuangan pemenangan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024, dan menciptakan momentum tak terhentikan menuju kemenangan PDI Perjuangan dalam Pemilu.

Sebelum deklarasi, juga sempat dilakukan dialog di antara para Kades dengan Hasto. Kesempatan itu para Kades mempertanyakan komitmen terhadap desa, yang dijawab Hasto, bahwa PDI Perjuangan merupakan Parpol yang terus konsisten memperjuangkan nasib desa menjadi lebih baik. Karena menurutnya hal itu sesuai dengan cita-cita politik Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno.

Hasto bahkan menyebut, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dari PDI Perjuangan juga pernah membahas isu Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat.

“Kami tahu, bahwa ketika kita berbicara tentang kedaulatan negara, maka itu dimulai dari desa. Ketika kita berbicara tentang keamanan negara, maka itu dimulai dari keamanan desa. Dan ketika kita berbicara tentang masyarakat adil dan makmur, maka itu juga dari desa. Karena itu, desa menjadi benteng di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” tegas Hasto.

Dalam penyampaian dukungan tersebut, para Kades juga membacakan ikrar. Dimana para Kades akan berperan aktif dalam membangun desa untuk Indonesia yang maju, saling sayang, dan saling jaga. Para Kades juga berikrar akan merangkul semua elemen, untuk bahu-membahu mencintai dan mendukung dari hati Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode 2024-2029. (yan)

Komentar Anda