Siswa SMAN 1 Gerung Borong Juara LKIR 2020

JUARA: Enam orang siswa SMAN 1 Gerung dan kepala sekolah dan guru pendamping foto bersama di depan sekolah SMAN 1 Gerung. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Enam siswa SMA Negeri 1 Gerung menjadi juara Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) tahun 2020 yang diinisiasi Gubernur NTB melalui Science Teknologi dan Industri Park (STIPark) Provinsi NTB. SMAN 1 Gerung memborong tiga juara di dua kategori dari tiga kategori yang dilombakan.

Enam siswa tersebut tergabung dalam tiga tim yang berlomba dalam dua kategori, yaitu kategori Olahan Pangan, Zero Waste dan Mesin. Siswa-siswi dari SMAN 1 Gerung menjadi juara 1 di kategori Olahan Pangan, Juara 1 di kategori Zero waste dan satu tim lagi juara tiga.

Rama Sayudhia, peraih juara tiga katagori Zero waste mengaku bersyukur karena hasilnya karya dirinya dan temannya Baiq Gadis Larasati.” Alhamdulillah karya saya dan kak Baiq Gadis dapat juara tiga katagori Zero waste,” ungkapnya saat ditemui di sekolahnya (2/12).

Inovasi yang dilombakan yaitu pengelolaan air limbah rumah tangga menjadi air bersih yang dapat dimanfaatkan lagi oleh masyarakat. Rama menjelaskan, pengolahan air limbah rumah tangga itu menggunakan sistem Biokoagulan. Cara kerja sistem ini cukup sederhana, dengan memanfaatkan alat-alat yang mudah dijumpai di sekitar, seperti wadah atau botol bekas, pasir, biji kelor dan biji asam jawa. Dari semua bahan itu, yang paling penting adalah biji kelor dan biji asam jawa. Dimana kedua bijian itu masing-masing mengandung (NH3) atau kadar yang dapat menurunkan kadar amoniak pada air limbah. Artinya, NH3 dapat mengikat zat-zat kimia yang berbahaya dalam kandungan air limbah rumah tangga.

“Cara kerjanya pun sangat sederhana, kita sediakan botol plastik bekas. Kemudian masukan pasir sebagai lapisan atas, lapisan kedua spons sebagai filternya, lapisan ketiga batu apung, selanjutnya campuran biji kelor dan asam yang sudah ditumbuk. Sedangkan lapisan paling bawah kita masukan pasir sebagai filter terakhirnya,” jelas siswa jurusan MIPA tersebut.

Ia melanjutkan, setelah air limbah dimasukkan ke dalam wadah yang terdapat bahan-bahan itu, hanya membutuhkan waktu satu hari untuk mengubah air limbah itu menjadi air yang layak bagi masyarakat.

Sementara itu, peraih juara satu olahan pangan, siswa SMAN 1 Gerung mengolah tanaman lengkarang  untuk dicampur dalam minuman boba untuk peningkatan imunitas tubuh.”Daun lengkarang ini banyak sekali manfaatnya, tetapi tidak banyak yang diketahui masyarakat,” ungkap Siti Arafah didampingi guru dan rekan timnya.

Memang selama ini, lengkarang sudah dikenal masyarakat, namun tanaman ini hanya dimakan langsung oleh masyarakat, tanpa di olah.”Kami mencoba untuk, kita mencoba inisiatif untuk olah agar bias dimakan oleh siapa saja, makanya kita olah agar bisa dinikmati oleh semua kalangan,” ungkapnya.

Manfaat lengkarang bisa menjadi obat, seperti malaria, demam, nyeri, saat lomba ada 85 orang peserta, SMA timnya berhasil keluar sebagai juara 1.”Kami butuh waktu lima kali ujicoba, sebelum dilombakan,” tutur siswi kelas XII MIPA ini.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Gerung, Hj. Erni Zuhara, Menjelaskan, pada lomba LKIR, SMAN 1 Gerung mengirimkan empat orang tim, dari empat orang, yang mendapatkan juara tiga tim, juara 1 dua tim, dan juara tiga 1 tim, sedangkan tim yang satu hanya sampai final.”Kita kirim empat tim, tiga tim juara, 1 tim sampai final,” tegasnya.

Tiga yang juara yaitu, karya di bidang olahan pangan dengan karya, pengolahan Lengkarang menjadi campuran minuman boba. Sedangkan juara satu katagori Zero waste, yaitu karyanya Membuat Handawash dari kulit buah naga, dan Pengolahan air Limbah menjadi air yang bisa dimanfaatkan.

Setelah keluar menjadi juara, pihak sekolah tentu akan mengakomodasikan kemampuan ilmiah para siswa melalui ekstrakurikuler karya ilmiah remaja.”Kami kembangkan juga kegiatan olimpiade untuk membuat penelitian yang sederhana  yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat,” ungkapnya.

Hasil karya ilmiah siswa ini, kedepannya akan terus dilakukan uji coba, tidak hanya selesai sampai di lombakan dan juara, tetapi akan terus dikembangkan penelitian dan pengkajian, sekarang masih dalam proses di ekstrakurikuler.” Kami harapkan semua bisa bermanfaat, tidak hanya sekedar untuk ikut lomba,” tegasnya.(ami)