Sesosok Mayat Ditemukan di Belakang Kantor Polisi Sub Sektor Keru Narmada

Piket Fungsi Polsek Narmada mengevakuasi mayat di belakang Kantor Polisi Sub Sektor Keru, Narmada, MInggu (11/9/2022). (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Sesok mayat ditemukan tepat di belakang Polisi Sub Sektor Keru, Narmada, Lombok Barat, Minggu (11/9/2022).

Anggota yang mendapat laporan dari warga setempat kemudian  menguhubungi piket Fungsi Polsek Narmada dan melakukan evakuasi mayat. 

Kapolsek Narmada Kompol I Nyoman Nursanah mengatakan, mayat itu diketahui bernama Amaq Di, 62 tahun, alamat Desa Keru, Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Ia ditemukan di lingkungan Dusun Keru, tepatnya Belakang Pol Subsektor Keru oleh Sairun, Pria 32 tahun alamat Dusun Keru, Narmada (Saksi I).

“Saat Saksi I melintas di kawasan belakang Pol Subsektor Keru, tiba-tiba melihat seorang pria tua lagi telungkup,”jelasnya.

Baca Juga :  Tak Ada Anggaran, Perbaikan Jalan Keru-Gunung Jae Lombok Barat Ditunda

Melihat kejadian itu, kemudian Saksi I memanggil temannya bernama Zaenudin, Pria 56 tahun alamat Desa Keru, Narmada (Saksi II) untuk melihat bersama-sama laki-laki tua yang sedang telungkup tersebut.

Saat tiba di TKP kedua saksi melihat pria tersebut dalam keadaan tidak bergerak sama sekali, kemudian merek melaporkan ke salah satu anggota polisi yang berada tidak terlalu jauh dari TKP.

Oleh anggota tersebut disarankan untuk segera melaporkan ke Bhabinkamtibmas atau Polsek Narmada. Menerima laporan tersebut anggota piket Fungsi Polsek Narmada langsung mendatangi TKP.

“Pria yang terbujur kaku tersebut selanjutnya dibawa ke puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan secara medis oleh petugas kesehatan di puskesmas tersebut,”jelas.

Baca Juga :  Tak Ada Anggaran, Perbaikan Jalan Keru-Gunung Jae Lombok Barat Ditunda

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan luka atau lebam pada seluruh bagian tubuh, hanya bibir yang membiru. Menurut tim kesehatan di Puskesmas Keru, besar dugaan korban meninggal kekurangan oksigen, di mana korban tersebut mempunyai riwayat penyakit sesak nafas.

“Saat diperiksa korban dinyatakan sudah meninggal dunia oleh petugas puskesmas, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ucapnya.

Atas kejadian tersebut seluruh keluarga korban menerima dengan ikhlas dan tidak ingin dilakukan autopsi, karena menurut keluarga ini sudah takdir. (RL)

Komentar Anda