Sekda : Ada Banyak Koperasi “Mati Suri”

RAT : Sekda Lobar H. Moh. Taufiq saat menyampaikan sambutan pada RAT KPRI Tripat, Kamis (9/3).

GIRI MENANG-Sekretaris Daerah Lombok Barat H. Moh. Taufiq menyinggung banyak koperasi di Lombok Barat yang “sakit”. Ciri utamanya adalah tidak menyelanggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Diungkapkannya, jumlah koperasi di Lobar mencapai 502 unit. Dari jumlah ini hanya 60 persen yang aktif. “Berarti 40 persennya sakit, mati suri, atau sudah meninggal,” jelasnya saat RAT Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Patut Patuh Patju di Aaula Kantor Bupati Lobar, Kamis (9/3).

RAT dihadiri Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Lobar. Taufiq menjelaskan, dari 502 koperasi dikurangi 40 persen, maka ada sekitar 282 unit koperasi yang masih aktif. Kemudian dari 282 unit tersebut, yang melakukan RAT sampai Kamis kemarin di bawah 20 persen. “Jadi masih di bawah 20 persen. Salah satunya adalah Koperasi Pegawai Patut Patuh Patju ini,” jelasnya.

[postingan number=3 tag=”koperasi”]

Dalam RAT ini, pengurus melaporkan perkembangan Koperasi Tripat yang mengalami peningkatan. Perkembangan anggota sampai tahun buku 2016 mencapai 1.021 orang. Demikian pula pada unit simpan pinjam dinilai cukup baik. Dana yang telah bergulir kepada anggota mencapai Rp 1.522.100.000. Nilai ini meningkat sebesar 1,74 persen atau sebesar Rp 26.100.000 dibanding tahun 2015. Kemudian unit usaha pertokoan mengalami penurunan. Tahun buku 2016, penjualan barang dan jasa mencapai Rp 22.819.819.350, mengalami penurunan sebesar Rp 17.397.375.000 atau menurun sebesar 7,21 persen. Kemudian bidang permodalan sebesar Rp 2.397.946.585.000. Ini bersumber dari hutang lancar dan equitas.

Kemudian dalam RAT ini, Ismayati PNS pada Bagian Ekonomi Setda Lobar mendapat hadiah umroh. Dia tampak haru dan bangga, namanya keluar sebagai pemenang grand prize. (zul)