Polisi Dalami Penyelewengan BOS di SMAN 1 Keruak

illustrasi

SELONG –  Unit Tipikor Satreskrim Polres Lombok Timur saat ini sedang menangani kasus dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Penyelesaian Pendidikan (BPP) tahun 2023 di SMAN 1 Keruak. Proses penangan kasus ini masih di tahap penyelidikan. Polisi berupaya mengumpulkan bukti – bukti awal untuk mengetahui sejauh mana indikasi penyimpangan. Berbagai pihak terkait pun telah dipanggil untuk diklarifikasi. Termasuk memeriksa Kepala SMAN 1 Keruak Marianom.” Kasus dugaan penyelewengan dana BOS dan BPP SMAN 1 Keruak masih dalam tahap penyelidikan,” kata Kanit II Tipikor Satreskrim Polres Lotim IPDA Suman Yadi.

Pemeriksaan terhadap Kepsek SMAN 1 Keruak telah dilakukan beberapa waktu lalu. Polisi juga mengangendakan  pemeriksaan terhadap berbagai pihak terkait  lainnya yang ada sangkut pautnya dan mengetahui berkaitan dengan dugaan penyelewengan anggaran sekolah tersebut. Salah satunya  mengagendakan pemeriksaan terhadap bendahara sekolah.” Yang kita usut ini adalah berkaitan dengan anggaran dana BOS dan BPP tahun 2023,” imbuh Yadi.

Baca Juga :  THR Nihil, Dua Perusahaan Dilaporkan ke Dinas

Proses lainnya penyidik berkoordinasi dengan Inspektorat NTB. Koordinasi tersebut berkaitan dengan permintaan audit khusus.” Melalui koordinasi tersebut kita akan bisa mengetahui apakah benar ada indikasi penyelewengan atau tidak. Kalau benar, kita akan bisa mengetahui berapa besar nilai dari anggaran BOS dan BPP yang diselewengkan,” tutup Yadi.

Sebelumnya siswa SMAN 1 Keruak menggelar aksi mogok belajar. Siswa juga menuntut sejumlah hal. Diantaranya para siswa meminta untuk digelar perpisahan sekolah kelas XII secara meriah, meminta dibuatkan Ruang Kelas Belajar (RKB), karena RKB yang ada sekarang sangat terbatas dan tidak bisa menampung para siswa.

Baca Juga :  Mako Polairud Segera Dibangun Dekat Pelabuhan Kayangan

Tuntutan lainnya para siswa juga meminta agar berbagai kegiatan ekstrakurikuler  untuk digelar kembali, anggaran untuk kegiatan ekstrakurikuler supaya lebih diperbesar, perbaikan musala sekolah juga diminta supaya segera diselesaikan dan masih berbagai tuntutan lainnya.

Kepala SMAN 1 Keruak Marianom  sebelumnya mengakui dirinya telah dipanggil  pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Namun mencuatnya kasus ini hingga berujung pada aksi demo dan mogok belajar disebutnya karena ada beberapa oknum yang menghasut siswa.(lie)

Komentar Anda