Mutasi Kepsek Tunggu Persetujuan Pj Gubernur NTB

H Adiy Furqan (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB H Aidy Furqan menegaskan bahwa mutasi, rotasi dan promosi kepala SMA, SMK maupun SLB se-NTB sudah ada drafnya. Namun, sampai saat ini masih menunggu arahan pimpinan.

“Kita masih menunggu arahan pimpinan. Kalau secara teknis Dikbud NTB sudah ready dengan pola pergeseran, pengangkatan baru dan ada juga yang berkinerja kurang bagus, bahkan ada berkasus itu yang diistirahatkan dengan mengembalikan fungsinya menjadi guru biasa,” kata H Adiy Furqan kepada Radar Lombok, Sabtu (20/1).

Dikatakan Aidy, jika sudah ada izin atau perintah dari pimpinan untuk menggeser dan mengisi yang kosong-kosong dijabat masih pelaksana tugas (Plt), tentu sudah siap.

“Kita berharap semakin cepat yang masih dijabat Plt saat ini semakin bagus. Namun, mungkin ada berbagai pertimbangan-pertimbangan kondusivitas, pertimbangan kompetensi lain yang menjadi atensi pimpinan. Tentu kita menuggu saja,” ucapnya.

Baca Juga :  Sekolah Jangan Improvisasi Modus Pungli di PPDB

Ditanya berapa totalnya akan akan mutasi, promosi dan pergeseran? Adiy mengaku totalnya yang masih dijabat Plt 13 orang, kemudian ada juga yang berkinerja tidak baik, ada juga bergeser.

“Kalau persentasenya nanti saja, soalnya ini masih sangat dinamis. Bisa jadi nanti menjelang itu ada masukan lagi dan yang pensiun,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Guru  dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dikbud NTB Nur Ahmad mengaku bahwa mutasi, rotasi dan promosi dilakukan setelah selsai pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) serentak tanggal 14 Feburari 2024 mendatang.

Tiga puluhan sekolah yang masih dijabat oleh Plt itu, diantaranya ada yang pensiun, ada juga meninggal dunia. Bahkan Februari 2024 ini ada juga yang pensiun sehingga nanti setelah usai Pilpres maupun Pileq semua kepsek yang dijabat oleh plt itu didefinitifkan.

Baca Juga :  Pasutri Dosen UIN Mataram akan Dikukuhkan Bersamaan Jadi Profesor

“Nanti setelah usai Pilpres maupun Pileg, sekolah yang masih dijabat oleh Plt akan didefinifkan yang jumlahnya sekitar 30 orang lebih,” kata Nur Ahmad.

Dikatakan lebih lanjut bahwa setelah Pilpres maupun Pileg baru membicarakan kepsek. Sebab secara aplikasi sudah memiliki data-data calon kepsek sudah ada. Mereka sudah memiliki data sertifikat cakep, guru penggerak dan ini semuanya sudah ada datanya.

“Kita sudah miliki datanya sebenarnya namun karena menjelang pesta rakyat makanya nanti setelah selsai baru dibicarakan bersama pimpinan,” tutupnya. (adi)

Komentar Anda