Mengenal Nazwa Indah Laudiya Putri, Pebalap Drag Bike Cantik Asal Loteng

Nazwa Indah Laudiya Putri (IST/RADAR LOMBOK)

Balapan sering diidentikkan hobinya kaum pria. Namun balapan seperti Drag Bike, ternyata juga banyak digemari wanita. Salah satunya Nazwa Indah Laudiya Putri, warga Lingkungan Tengari, Kecamatan Praya, Lombok Tengah. Bahkan dalam event Drag Bike di Sirkuit Mandalika, dia mendapat Juara 4 Kelas Matic 200 CC khusus wanita. Seperti apa sosoknya?

GADIS cantik yang kini berusia 17 tahun, akrab disapa Putri  ini memang memiliki paras yang cantik jelita. Namun anak pertama dari pasangan Fadli dan Baiq Sri Wahyuni ini memiliki hobi balap sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bahkan kini ia memiliki banyak prestasi dalam dunia balapan. Seperti aaat Drag Bike di Sirkuit Mandalika lalu, dirinya mendapat juara 4 kelas Matic 200 CC.

Namun apa yang ia raih saat ini, melalui proses yang panjang. Berbagai event yang ia lalui sering mengalami kegagalan. Namun hal itu membuat dirinya terus berbenah. Bahkan ia juga pernah mengalami kecelakaan (jatuh, red) saat mengikuti balapan. Karena itu orang tua juga sempat tidak merestui anaknya menekuni hobi balapan. Namun berkat ikhtiar yang terus ia lakukan, kini ia mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya.

Nazwa Indah Laudiya Putri menceritakan pengalamannya pertama kali mengenal dunia Drag Bike, sebenarnya sudah lama, dan mengikuti event Drag pertama kali kelas III SMP. Ia mengenal dunia balapan karena sering diajak temannya untuk menonton balap liar. Saat itu ceritanya ada motor balap yang kondisi mesin mati dibawa oleh dirinya dengan cara digeret (didorong, red).

Baca Juga :  Pelatih Atletik Sukses, Dua Kali Harumkan NTB

“Motor balap itu saya bahwa dengan cara digeret, dan kata teman-teman saat saya naik motor balap itu, mereka bilang kalau saya cocok jadi pebalap. Dari sana saya mulai mencoba motor balap,” ungkap Putri kepada Radar Lombok, Minggu kemarin (25/6).

Tidak berselang lama mengenal dan mencoba motor Drag, ternyata ada event Drag yang berlangsung di wilayah Gerung-Lombok Barat, sekitar tahun 2018. Saat itu untuk pertama kalinya Putri memberanikan diri mengikuti event, dan membawa motor dengan kecepatan tinggi. “Balapan pertama saya memang tidak mendapat kendala. Hanya saat itu tidak dapat juara,” terangnya.

Begitu juga pada event kedua yang juga dilakukan di wilayah Gerung, nasib tidak berpihak kepadanya. Bukannya mendapatkan juara, malah saat itu ia mengalami kecelakaan (terjatuh, red). Namun meski begitu, Putri tidak henti-hentinya berlatih untuk memantapkan hobinya tersebut.

“Saya pertama kali dapat juara saat drag di Bandara Selaparang (Mataram,red) tahun 2021. Kalau sebelum-sebelumnya memang belum pernah dapat juara. Saat pertama kali mendapat juara, saya dapat juara 5 Drag khusus wanita. Kembali mendapat juara saat event yang berlangsung di Mandalika,” tambahnya.

Baca Juga :  SMK 1 Lingsar Modif Motor Jadi Mobil

Putri mengaku pertama kalinya meminta izin untuk mengikuti balapan, pihak orang tuanya memang tidak mengizinkan. Namun dari event kedua (event saat Putri Jatuh, red), ayahnya memberikan restu kepada dirinya. Meskipun saat itu, ibunya masih belum memberikan restu kepada dirinya. “Kalau mama saya malah memberikan izin baru kemarin saat event di Sirkuit Mandalika,” tambahnya.

Diakui, sebagai manusia biasa, dalam setiap balapan memang dia tetap merasa ada rasa takut. Hanya saja ketika sudah memegang motor dan siap bertanding untuk menjajal lintasan, rasa takut yang dirasakan itu langsung sirna. “Tapi memang saya baru ikut di kejuaraan yang ada di Lombok saja. Kalau diluar daerah belum pernah,” tambahnya.

Putri bertekat akan terus berusaha maksimal dalam mengukir prestasi, sehingga dapat membanggakan kedua orang tua. Demikian kepada para joki (pebalap, red) lainnya, dia juga berpesan agar tidak patah semangat, dan terus berjuang. “Untuk teman-teman apapun hobi itu harus dikejar dengan maksimal. Meski banyak rintangan,” tegas gadis yang juga hobi main futsal ini. (M HAERUDDIN – LOMBOK TENGAH)