Melihat Geliat Budidaya Jamur Tiram di Kecamatan Suralaga

Buat Kelompok Usaha, Mampu Hasilkan Omzet Jutaan

Budidaya Jamur Tiram
JAMUR TIRAM: Salah seorang warga sedang memetik jamur tiram yang sudah siap dipanen. (MUHAMMAD GAZALI/RADAR LOMBOK)

Meski sebagian besar masyarakat di beberapa desa di  Kecamatan Suralaga menggantungkan hidupnya dari  hasil pertanian. Namun, sebagian warga lainnya punya  cara tersendiri untuk menghasilakan uang. Seperti yang dilakukan sekolompok pemuda di Desa Dasan Borok Kecamatan Suralaga. Mereka lebih memilih menggeluti  usaha budidaya jamur tiram.


*MUHAMMAD GAZALI – LOMBOK TIMUR*


BUDIDAYA jamur tiram terbilang usaha yang menjanjikan karena tak membutuhkan modal besar. Tapi jika bisa dikelola dengan telaten, usaha ini akan menghasilkan pundi-pundi rupiah yang nilainya sampai jutaan. Usaha inilah yang ditekuni Salman dan kelompok pemuda lainnya di Desa Dasan Borok.

Awal mula keberadaan usaha ini dirintis salah seorang orang warga setempat sekitar enam bulan lalu. Keberadaan usaha ini tentunya tak lepas karena  dorongan dari pemerintah desa setempat. Dari sana, Salman dan rekanya yang lain diberikan pelatihan sebagai modal untuk bisa tetap bertahan menjalankan bisnis ini. ‘’Budidaya jamur tiram dipilih untuk dikembangkan mengingat kondisi udara di Suralaga sangat cocok untuk budidaya jamur,’’ tutur Salman kepada Radar Lombok, kemarin (11/7).

Salman menceritakan, memulai usaha jamur tiram harus menyiapkan beberapa hal seperti rumah budidaya, baglog hingga bibit jamur. Rumah budidaya berbetuk seperti bangunan yang di dalamnya terdapat rak-rak untuk meletakkan baglog. Ruangan ini dibuat gelap serta mampu menjaga kelembaban udara dan suhu agar jamur bisa tumbuh dengan sempurna. “Bisa dibuat dari kayu dan bambu, dinding dibuat dari gedek (anyaman bambu) atau papan. Untuk atapnya bisa menggunakan genteng, jangan menggunakan seng, asbes atau atap lainnya yang bisa mendatangkan panas,” terangnya.