Melihat Geliat Budidaya Jamur Tiram di Kecamatan Suralaga

Buat Kelompok Usaha, Mampu Hasilkan Omzet Jutaan

Selanjutnya adalah baglog. Ini menjadi bagian yang terpenting dari usaha budidaya jamur tiram. Karena baglog merupakan media tanam bagi jamur tiram. Di sinilah jamur tiram akan tumbuh. Baglog dibuat dari serbuk kayu dibungkus dengan plastik berbetuk silinder. Pada salah satu ujungnya diberi lubang sebagai tempat jamur menyembul keluar. Baglog ini nantinya akan dikukus dalam sebuah tong besar sebelum dimasukkan benih bibit jamur. ‘’Tugas kami diupah untuk pembuatan baglog ini, per baglog Rp 500. Sehari bisa dapat 1000 kantong dan kami bagi berempat. Ya, kadang kami kantongi sama-sama Rp 100 ribu lebih,’’ lanjut dia.

Modal awal yang di butuhkan untuk memulai usaha ini cukup murah. Semuanya bisa dilakukan secara bertahap. Sehingga cocok sekali bagi usaha rumahan modal kecil dengan keuntungan menjanjikan. Jika ditotal, modal yang dibutuhkan cukup besar namun bisa dibiayai secara bertahap membuat biaya terasa ringan. Terlebih apabila sudah mendapatkan hasil dari penjualan jamur tiram. ‘’Jamur tiram merupakan jamur yang memiliki warna putih dengan ciri khas tajuk jamur seperti kulit tiram. Jamur tiram dahulu mudah didapatkan di hutan, ladang atau perkebunan. Karena jamur ini tumbuh pada batang kayu, terutama batang kayu yang sudah lapuk. Jamur tiram sering dikenal juga dengan istilah jamur kayu karena tumbuh pada batang kayu,’’ jelasnya.

Baglog-baglog ini yang nantinya akan disusun pada rak di rumah budidaya. Baglog ini akan didiamkan selama beberapa hari sambil terus disiram untuk menambah kelembaban serbuk kayu yang sudah dicampur dengan bibit jamur di dalamnya. “Agar jamurnya bisa tumbuh, ujung baglog bisa dipotong lebih besar agar ruang pertumbuhan jamur lebih lebar,” terangnya.

Keberadaan budidaya jamur tiram ini, para pemuda dan warga di Desa Dasan Borok kini punya aktivitas yang bisa menghasilkan uang. Keberadaan jamur tiram ini dari waktu ke waktu juga semakin diminati masyarakat. Sehingga, para pemuda ini yakin ke depan budidaya jamur akan menjadi ciri khas usaha di Kecamatan Suralaga. “Hitung-hitung ngisi waktu luang untuk menghindari kegiatan negatif. Alahamdulillah, bisa dapat jutaan per bulan. Kalau rutin tiap hari buat baglog, kami bisa dapat Rp 3 juta per bulan,’’ tutupnya tersenyum. (**)

BACA JUGA :  Cara Warga Kota Mataram Merayakan Lebaran Topat