Lahan Kawasan Mandalika Kembali Terbakar

DIPADAMKAN: Petugas saat berusaha memadamkan api di lahan yang terbakar di sekitar kawasan Mandalika, Kamis (12/10). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA Kebakaran lahan di sekitar kawasan Mandalika kembali terjadi, setelah sebelumnya kebakaran lahan terjadi di Bukit Rangkep Desa Kuta Kecamatan Pujut. Kamis (12/10), kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan lahan perbukitan atas kolam retensi Mandalikan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika atau sebelah utara Sirkuit Mandalika.

Salah sorang warga Desa Kuta Kecamatan Pujut, Alus Darmiansah ketika dikonformasi membenarkan bahwa ada lahan yang tidak jauh dari Sirkuit Mandalika yang mengalami kebakaran menjelang ajang MotoGP ini. Namun kebakaran tidak berlangsung lama karena petugas juga dengan sigap langsung bergerak untuk memadamkan api. “Kebakaran sedikit tadi dan tidak jauh dari pintu masuk get dua tapi sekarang api sudah berhasil dipadamkan. Saya juga belum mengetahui informasi pasti penyebab dari kebakaran ini, namun api saat ini telah padam dan tidak ada kerugian lain yang ditimbulkan,” ungkap Aluas Darmansah saat dihubungi Radar Lombok, Kamis (12/10).

Baca Juga :  Sapi Limosin Asal KLU Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden

Alus tidak menjelaskan secara detail terkait lahan yang terbakar ini, namun pihaknya tidak menafikan jika lokasi kebakaran ini memang tidak jauh dari sirkuit Mandalika yang akan menjadi tempat event MotoGP pada 13-15 Oktober. “Dekat dari sirkuit tapi sebentar saja kebakarannya dan sekarang sudah padam. Saya juga dapat informasi dari petugas kaitan dengan kebakaran lahan ini yang sudah bisa dipadamkan,” terangnya.

Kapolsek Kawasan Mandalika, IPTU Kadek Suhendra menambahkan, kebakaran lahan tersebut terjadi di belakang TK Mandalika Dusun Ujung Daye Desa Kuta Kecamatan Pujut. Di lokasi itulah, telah ditemukan adanya asap dari pembakaran sisa aspal dan kayu. “Kepulan asap itu terjadi karena adanya pembakaran sisa aspal dan kayu yang mana di lokasi kejadian tidak ada orang yang ditemukan dan api dapat dipadamkan,” timpalnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Lombok Tengah, Lalu Supardan Kenah mengatakan, kasus kebakaran lahan saat ini memang sangat rentan terjadi. Selain karena musim kemarau tapi juga imbas dari banyaknya masyarakat yang melakukan pembakaran lahan untuk persiapan dalam menanam jagung. “Kasus pembakaran lahan mulai banyak terjadi, beberapa hari yang lalu juga terjadi di tiga titik yang ada di Desa Kuta. Alasan masyarakat melakukan pembakaran karena untuk menjadi lokasi penanaman jagung tapi yang kita khawatirkan akan merembet ke perumahan dan meluas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sepekan Terombang-Ambing, Dua Nelayan NTT Selamat

Supardan tidak menafikan saat ini jumlah kasus kebakaran mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada September lalu terjadi kebakaran terjadi di 26 titik dan yang terbakar ini mulai dari open tembakau mendominasi, kemudian kebakaran rumah akibat konsleting listerik hingga kasus pembakaran lahan untuk tanaman jagung. “Masuk Oktober saja sudah ada enam titik kebakaran dan ini tidak terlepas karena cuaca. Contohnya di Desa Barajulat beberapa waktu lalu hanya dari puntung rokok membuat lahan kering terbakar,” tandasnya. (met)

Komentar Anda