Kemenparekraf: Penerapan Protokol Kesehatan Sebagai Kesadaran Bersama

Pulihkan Kepercayaan Publik Pada Restoran dan Rumah Makan

PROTOKOL KESEHATAN: Moderator Webinar Indonesia Care, Mo Sidik, melaksanakan protokol kesehatan saat tiba di Restoran Roemah Kuliner. (kemenparekraf for radarlombok.co.id)

MATARAM—Seiring berangsurnya kehadiran masa transisi pembatasan sosial, masyarakat mulai menjadikan restoran dan rumah makan sebagai tujuan wisata singkat, atau yang biasa diistilahkan sebagai short escape. Setelah sebelumnya kurang lebih selama 2-3 bulan melindungi diri dari resiko penyebaran Covid19 dengan bertahan dan tinggal di rumah.

Pemerintah dan industri berbagi pandangan yang sama, dimana penerapan protokol kesehatan, kebersihan dan keselamatan mampu menjadi faktor utama untuk mengangkat reputasi, sekaligus menumbuhkan tingkat kepercayaan publik.

Oleh karenanya, dalam diskusi Voxpp Shout! bertajuk “Lebih Jauh Kampanye Indonesia Care & Protokol K4 Untuk Restoran”, asosiasi dan industri restoran menyampaikan kesiapan dukungan dan partisipasi aktif dalam mengkomunikasikan, serta mensosialisasikan kampanye InDOnesia CARE, protokol yang mencakup kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan yang lestari (Cleanliness, Health, Safety and Environment/CHSE) demi keseimbangan kepentingan bersama antara keberlangsungan industri dan keselamatan masyarakat.

“Untuk percepatan pemulihan, kesiapan destinasi dan rebound strategy, serta upaya membangun kepercayaan publik. Maka penerapan protokol K4, InDOnesia CARE harus menjadi kesadaran bersama antara seluruh pemangku kepentingan; Pemerintah Pusat dan Daerah, pengelola restoran dan rumah makan, karyawan dan tamu serta pengunjung,” kata Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf RI, Frans Teguh, dalam keterangan pers yang diterima radarlombok.co.id, Rabu (26/8/2020).

Lebih jauh Frans Teguh memaparkan, bahwa dalam penerapannya, pengelola dan pemilik usaha restoran dan rumah makan bertanggung jawab penuh untuk menerapkan protokol kesehatan dalam upaya pengendalian penyebaran dan penularan Covid19, dengan memperhatikan unsur pencegahan, penemuan kasus dan penanganan secara cepat dan efektif.

Penerapan protokol kesehatan secara cermat dan ketat, mampu memastikan membaiknya reputasi, bisnis kembali berjalan, aktifitas ekonomi kembali bangkit dan terjaminnya keselamatan serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat. Dalam praktiknya yang bersanding dengan penerapan protokol, pengelola dituntut untuk mampu mengembangkan rekayasa teknis dan inovasi dalam pelayanan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran mengatakan bahwa  bisnis restoran dan rumah makan kini masuk ke masa yang cukup dilematis dan menantang. Dimana menghadapi konsumen yang mulai berkunjung, perlu upaya tersendiri untuk mensosialisasikan sekaligus menerapkan protokol kesehatan.

Adaptasi kebiasaan baru bisa menjadi tantangan bagi pengelola restoran, dimana tidak hanya kondisi work from home yang menyebabkan berkurangnya kunjungan orang ke restoran. Namun juga usaha ekstra dalam mengenalkan budaya penerapan protokol kesehatan.

“Pengunjung misalnya, bisa bersikap keras atau “galak” saat diingatkan untuk mengenakan masker dengan benar. Di lain sisi, protokol kesehatan dalam upaya industri restoran untuk mengkomunikasikan kepada masyarakat bisa diposisikan sebagai bagian dari strategi marketing restoran di masa adaptasi kebiasaan baru,” jelasnya.

“Penerapan protokol kesehatan jadi faktor utama, dan kami bersama siap mendukung Pemerintah dan turut aktif dalam mengkomunikasinya kepada masyarakat, dalam hal ini konsumen. Kami yakin, bahwa penerapan protokol yang baik oleh pemilik dan pengelola restoran dan rumah makan, mampu menumbuhkan kepercayaan dari masyarakat dan mengangkat reputasi industri itu sendiri,” sambung Yusran.

Dalam kesempatan yang sama, F&B Policy Manager Roemah Kuliner, Fregat Pattiwaelapia menyampaikan bahwa masyarakat sudah mulai keluar rumah dan berlibur. Short escape atau liburan dekat-dekat rumah jadi pilihan, dan biasanya restoran dan rumah makan jadi tujuannya.

“Kami punya perhatian khusus untuk keselamatan dan kesehatan karyawan, serta pengunjung. Oleh karena itu penerapan protokol kesehatan sudah kami laksanakan semenjak aktifitas usaha dimulai kembali. Sama sekali tidak kami anggap sebagai beban, melainkan ikhtiar untuk menjaga kebersihan, kesehatan dan keselamatan karyawan dan pengunjung,” ucapnya.

Seiring waktu, pihaknya juga merasa perlu untuk terus belajar dan mengamati perkembangan yang ada. “Dalam semangat yang sama, Roemah Kuliner siap mendukung dan  mensinergikan serta mensosialisasikan prinsip dan nilai yang ada di protokol K4 InDOnesia CARE, khususnya untuk industri restoran,” tegas Fregat.

Untuk diketahui, Webinar Voxpp Shout! Sesi 2 bertajuk “Lebih Jauh Kampanye Indonesia Care & Protokol K4 Untuk Restoran” yang digelar oleh oleh Direktorat Komunikasi Pemasaran, Kementerian Pariwisata RI bersama Vox Populi Publicists melalui platform Zoom Meeting, dan ditayangkan langsung pada Selasa sore, 25 Agustus 2020.

Kegiatan menghadirkan pembicara Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf, Frans Teguh, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran, dan F&B Policy Manager Roemah Kuliner, Fregat Pattiwaelapia. (gt)