Didampingi Tiga Istri, Kompak dari Masa Kampanye

Didampingi Tiga Istri
Suasana berbeda tampak dalam pelantikan DPRD Lombok Tengah, Rabu (28/8). Salah seorang anggota DPRD Lombok Tengah, H Muhdan Rum periode 2019-2024 dilantik dengan ditemani tiga orang istrinya.( M HAERUDDIN – LOMBOK TENGAH )

MUHDAN Rum sebelumnya diketahuai menjadi Ketua DPC Partai Gerindra Lombok Tengah. Dalam pemilihan legislatif (pileg) tahun 2019 ini, ia tercatat sebagai salah anggota DPRD terpilih dari dapil I Kecamatan Praya-Praya Tengah. Kemarin, Muhdan bersama 49 anggota DPRD lainnya diambil sumpah jabatannya untuk bertugas selama lima tahun ke depan. Namun, uniknya Muhdan Rum datang ke tempat pelantikan di kantor DPRD setempat dengan didampingi ketiga istrinya.

Ketiga istri yaitu istri pertama Hj Nurtiah asal Madura, istri kedua Hj Fatimah dari Mantang Kecamatan Batukliang, dan istri ketiga Hj Fatmah dari Bertais Mataram. Ketiganya begitu kompak dengan gaun yang sama untuk mendampingi sang suami. Wajah mereka tampak sumringah seperti tak menanggung beban cemburu.

Ternyata, kekompakan mereka tidak terlepas dari sifat suami yang selalu terbuka. Apapun yang akan dilaksanakan, maka sudah pasti dirembukkan terlebih dahulu bersama ketiga istrinya. Itulah yang membuat dirinya selalu didukung ketiga istrinya itu. “Mereka selalu kompak, bahkan dua istri saya berperan aktif dalam memenangkan saya. Istri ketiga saya kemarin jadi caleg juga, jadi ia fokus kampanye dan dua istri saya selalu membantu,’’ ungkap Muhdan Rum kepada Radar Lombok usai pelantikan, kemarin.

Dukungan ketiga istrinya, kata Muhdan, membuatnya semangat untuk berjuang meraih simpatiasan konstituennya. Kekompakan ketiga istrinya juga sangat membantu meringankan bebannya. Tak hanya pada pileg, tapi juga dalam urusan dan soal lainnya.

Di samping itu, Muhdan juga mengaku selalu bersifat adil selama menjalani rumah tangga dengan ketiga istrinya. Semisal memberikan sesuatu kepada istri pertamanya, maka istri kedua dan ketiganya juga harus diberikan. ‘’Misalkan dari pakaian, meski berbeda warna yang dibelikan, tetapi harus sama mereknya,’’ ujar Muhdan membeberkan rahasia kerukunan rumah tangganya.

Bagaimana membagi waktu dengan ketiga istri Anda, sementara Anda sendiri orang sibuk? Muhdan meminta istrinya agar tidak cemburu di mana pun dia berada. Ia meyakinkan ketiga istrinya, bahwa di mana berada ia sedang menjalankan tugasnya sebagai pengurus partai atau suami. ‘’Mereka sudah memahami saya orang partai. Pesan saya di manapun saya ngantuk maka di sanalah saya tidur. Jadi saya tidak ada jadwal, misalkan malam ini sama istri pertama dan lain sebagainya,” terangnya.

Karena kekompakan ketiga istrinya itulah, Muhdan mengaku karirnya selama ini tak terlepas dari perjuangan para istrinya. Ia menceritakan perjalalanan karirnya sebelum menjadi dewan saat ini. Jauh sebelumnya sekitar tahun 1990-an, ia bekerja di Bali di salah satu perusahaan atau hotel. Berbekal pengalaman di perusahaan itulah, ia kemudian membuka perusahaan tahun 1998 yang bergerak  dalam bidang ekspor dan impor. “Baru saya pulang ke Lombok tahun 2000-an dan mulai terjun ke kepemudaan yakni Karang Taruna Tunas Muda Jurang Jaler. Sehingga tahun 2003, saya mendapat juara I di tingkat nasional menyingkirkan 16400 desa se Indonesia waktu almarhum Pak Lalu Suhaimi menjadi Bupati,” kenangnya.

Ketika memutuskan untuk pulang ke Lombok, cerita Muhdan panjang lebar, ia meminta agar perusahaannya di Bali dipegang keponakannya. Setelah mendapat juara I nasional, baru ia dipercaya memegang karang taruna tingkat kabupaten menjadi wakil ketua. Bahkan selama 10 tahun ia dipercaya menjadi tim tingkat nasional untuk karang taruna yang dikontrak oleh Kementerian Sosial. “Setelah itulah, saya belajar masuk politik di Partai Golkar. Tapi sekitar tahun 2007, gara- gara musda yakni pergantian antara Suhaimi ke Mamiq Ngoh, saya berhenti dan tidak sempat nyaleg. Lambat laun melihat politik akhirnya saya ditawari untuk merintis Partai Gerindra di NTB sekitar 2009-2010,” terangnya.

Ketika merintis, Muhdan mencoba menjadi caleg tahun 2009. Tapi niat itu diurungkan ketika mendaftar mengingat partai besutan Prabowo Subianto itu baru berdiri beberapa bulan saja waktu itu. “Tahun 2014-2019 saya ikut mencalonkan diri tapi tidak berhasil. Tapi  waktu itu saya selaku ketua DPC berhasil mengisi kursi untuk enam dewan,” jelasnya.

Untuk caleg 2019, Muhdan kembali memantapkan niatnya untuk berkarir di dunia politik. Namun, sebelum itu ia menyerahkan jabatan ketua Partai Gerindra kepada Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri. Dengan demikian, ia bisa lebih fokus mensosialisasikan diri kepada konstituennya. “Perjalanan panjang karir saya ini, semuanya mendapat dukungan dari tiga istri saya ini. Mereka juga sangat paham dan selalu membantu dalam berjuang. Jadi suka dan duka kami selalu bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Hj Fatmah menceritakan bahwa ia sangat berbahagia untuk tinggal bersama suaminya. Terlebih, mereka sudah diberikan masing-masing satu rumah untuk mereka tempati. Selama ini, ia merasa suaminya sudah berlaku adil, karena apapun yang diberikan kepada istri yang lain maka ia juga pasti akan diberikan. “Dari istri pertama ia mendapatkan satu anak, istri kedua dapat tiga anak dan dari saya dapat dua anak. Saya percaya karena memimpin partai saja bisa, apalagi memimpin keluarga. Dan saya sangat bahagia bersama suami saya,” timpalnya memberikan dukungan. (**)