Zulkieflimansyah Gubernur Pertama Ucapkan Selamat kepada Jokowi-Amin

Zulkieflimansyah
SELAMAT : Gubernur dan Wakil Gubernur NTB mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi-Amin pada Pilpres 2019. (HUMAS PEMPROV FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah resmi menetapkan pasangan nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin (Jokowi-Amin) sebagai pemenang Pilpres 2019. Hasil ini ditetapkan dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan secara nasional di gedung KPU Jakarta Pusat, Selasa dini hari (21/05).

Atas keputusan KPU tersebut, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras KPU menuntaskan perhitungan suara selama sebulan terakhir. “ Selamat kepada Jokowi-Amin. Dan saya meminta seluruh pihak untuk menerima dengan legowo, ikhlas dan lapang dada serta menghormati keputusan tersebut,” ungkapnya, Selasa (25/5).

Setelah Pemilu selesai, saatnya seluruh lapisan masyarakat bersatu kembali. Begitu juga dengan para tokoh agar bersama membangun bangsa. Terhadap pihak yang belum menerima keputusan atau merasa dirugikan, Gubernur Zul meminta menggunakan jalur-jalur konstitusional atau jalur hukum yang diatur oleh undang-undang. “ Sekali lagi selamat kepada pasangan Jokowi-Amin yang telah memenangi kontestasi Pilpres 2019, semoga amanah sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024,” ungkapnya.

BACA JUGA: KPU NTB Tegaskan Foto Evi dan Suhaimi Sah

Sebagai bentuk komitmen gubernur memberikan kontribusi ketenangan dan kenyamanan bagi masyarakat, telah diterbitkan seruan damai. Seruan tersebut khusus untuk seluruh warga NTB. Inti dari isi seruan tersebut yakni agar seluruh warga NTB tetap menjaga kondusivitas daerah. Baik itu sebelum maupun setelah diumumkannya hasil  perolehan suara oleh KPU. Kondusivitas daerah sangat penting. Pilpres sudah selesai,” ungkapnya.

Melalui surat imbauan bernomor 720/101/V/BKBPDN/2019 tertanggal 20 Mei 2019 itu, Gubernur mengingatkan perlunya upaya terus-menerus merawat keberagaman dan persatuan yang sudah terjalin. “Demi kemajuan pembangunan Provinsi NTB kedepan, perlu adanya upaya untuk terus-menerus merawat keberagaman dan persatuan yang sudah terjalin sebagai modal sosial berharga bagi daerah dan bangsa,” terangnya.

Secara lengkap, isi dari surat imbauan tersebut pertama, Pemprov NTB mengimbau semua pihak tetap menjaga persatuan, kesatuan dan keamanan serta rasa persaudaraan di NTB. Meskipun berbeda pilihan baik dalam Pilpres maupun Pileg. Kedua, warga NTB juga diimbau untuk menghindari gerakan inkonstitusional dalam bentuk people power. Mengingat, gerakan people power merusak tatanan demokrasi yang telah dibangun berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Ketiga, gubernur juga mengajak semua pihak, tim sukses paslon, partai politik serta calon legislatif agar menahan diri dan tidak memprovokasi pendukung, sebelum dan sesudah KPU RI menyelesaikan sidang pleno. Keempat, gubernur mengajak seluruh peserta pemilu untuk mengedepankan proses hukum dan tidak mengambil tindakan sendiri yang mengganggu kondusivitas wilayah dalam menyikapi adanya dugaan pelanggaran pemilu. Kelima, gubernur mengajak dan mengimbau seluruh masyarakat NTB untuk bersama-sama berpartisipasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, kondusivitas di lingkungan sekitar selama proses tahapan rekapitulasi KPU sampai dengan selesai. Keenam, mengajak para alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda NTB serta organisasi kemasyarakatan untuk bersama-sama menjaga keamanan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, menangkal berita-berita hoaks dan ujaran kebencian yang memicu perpecahan bangsa. Ketujuh, gubernur menegaskan dukungannya atas terciptanya situasi damai di semua waktu dan tempat. Khususnya pada momen bulan suci ramadan.(zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid